Melihat Kekuatan Partai Politik di Tiga Provinsi Baru

Peneliti Bidang Politik The Indonesian Institute (TII)
Tulisan dari Ahmad Hidayah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pada tanggal 30 Juni 2022, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah mengesahkan tiga provinsi baru yang merupakan pemekaran dari Provinsi Papua, yaitu Provinsi Papua Tengah dengan ibu kota provinsi Nabire, Provinsi Papua Pegunungan dengan ibu kota provinsi Jayawijaya, dan Provinsi Papua Selatan dengan ibu kota provinsi Merauke. Oleh karena itu, tulisan ini mencoba untuk melihat kekuatan partai politik di tiga provinsi baru tersebut berdasarkan hasil pemilu tahun 2019.
Kekuatan Partai Politik di Provinsi Papua
Pada pemilu legislatif tahun 2019, Provinsi Papua hanya terdiri dari satu daerah pemilihan (dapil) dengan 10 kursi di DPR RI, yang dimenangkan oleh Marthen Douw dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB); Yan Permenas Mandenas dari Partai Gerindra; Kamarudin Watubun dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP); Trifena M. Tinal dari Partai Golkar; Robert Rouw, Ina Elisabeth Kobak dan Sulaeman L. Hamzah dari Partai Nasdem; John Siffi Mirin dan Mesakh Mirin dari Partai Amanat Nasional (PAN); dan Willem Wandik dari Partai Demokrat. Dengan tiga kursi yang berhasil diraih, membuat partai Nasdem menjadi partai dengan perolehan suara terbanyak di Provinsi Papua pada pemilu tahun 2019.
Di Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Partai Nasdem tetap menjadi partai dengan jumlah kursi terbanyak yaitu 8 kursi. Meski demikian, Partai Nasdem tidak sendiri, yaitu ada Partai Demokrat yang juga memiliki jumlah kursi yang sama.
Kekuatan Partai Politik di Tiga Provinsi Baru
Setelah melihat kekuatan partai politik di Provinsi Papua berdasarkan hasil pemilu legislatif tahun 2019 sebelum dimekarkan, selanjutnya penulis mencoba untuk mengerucutkan berdasarkan hasil pemekaran di tiga provinsi baru, yaitu yaitu Provinsi Papua Tengah, Provinsi Papua Pegunungan, dan Provinsi Papua Selatan.
Berdasarkan hasil pemilu legislatif DPR RI tahun 2019 di Provinsi Papua Tengah, PKB berhasil memenangi suara di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Nabire, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Paniai, dan Kabupaten Deiyai. Sedangkan empat kabupaten lainnya dimenangkan oleh empat partai politik berbeda, yaitu Kabupaten Intan Jaya oleh Partai Demokrat, Kabupaten Puncak oleh PAN, Kabupaten Puncak Jaya oleh PDIP, dan Kabupaten Mimika oleh Golkar.
Di Provinsi Papua Pegunungan, Partai Nasdem mendominasi dengan memenangi empat Kabupaten, yaitu Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yalimo, Kabupaten Jayawijaya, dan Kabupaten Lanny Jaya. Selanjutnya, partai Demokrat yang memenangi dua kabupaten, yaitu Kabupaten Tolikara dan Kabupaten Memberamo Tengah dan PAN yang memenangi dua kabupaten, yaitu Kabuaten Nduga dan Kabupaten Yahukimo.
Di provinsi Papua Selatan, partai Gerindra dan PDIP memiliki kekuatan yang sama, yaitu sama-sama menguasai dua kabupaten, yaitu PDIP di Kabupaten Asmat dan Kabupaten Boven Digul, serta Gerindra di Kabupaten Mappi dan Merauke.
Perubahan Peta Kekuatan Politik
Berdasarkan hasil pemilu tahun 2019 serta lahirnya tiga provinsi baru hasil pemekaran Provinsi Papua, maka hampir dipastikan bahwa akan terjadi perubahan peta kekuatan politik di Provinsi Papua. Seperti diketahui, Gubernur Provinsi Papua saat ini (periode 2018-2023) adalah Lukas Enembe yang merupakan kader Partai Demokrat yang berpasangan dengan Klemen Tinal (alm) sebagai Wakil Gubernur Provinsi Papua yang berasal dari Partai Golkar. Jika melihat hasil pemilu 2019 dan juga pemekaran Provinsi di Papua, tentu akan sulit bagi Partai Demokrat kembali mengusung kadernya untuk menjadi Calon Gubernur di Provinsi Papua pada pemilu 2024 mendatang.
Pasalnya, Kabupaten/Kota di Provinsi Papua setelah dimekarkan mayoritas dimenangkan oleh Partai Nasdem. Dari sembilan Kabupaten/Kota, Nasdem menang di empat wilayah, yaitu Kabupaten Supiori, Kabupaten Memberamo Raya, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Kepulauan Yepen. Sedangkan Partai Golkar juga cukup banyak memenangi wilayah, seperti Kota Jayapura, Kabupaten Sarmi dan Kabupaten Keerom. Dua Kabupaten lainnya, seperti Kabupaten Waropen dimenangi oleh Gerindra dan Kabupaten Biak Numfor yang dikuasai oleh PKB.
Selain karena menurunnya suara Partai Demokrat, Lukas Enembe yang telah dua periode menjadi Gubernur Provinsi Papua membuat perebutan kursi Gubernur Provinsi Papua pasca pemekaran menjadi menarik untuk diamati. Selain itu, Wakil Gubernur Provinsi Papua Klemen Tinal dari Partai Golkar juga sudah meninggal dunia sejak tahun 2021. Sehingga, perebutan kursi Gubernur Provinsi Papua nantinya ibarat “kosong-kosong” karena tidak akan diikuti oleh petahanan.
Jika mengacu pada kekuatan politik di Provinsi Papua pasca pemekaran, maka kader partai Nasdem dianggap paling berpotensi untuk maju di Pilgub Provinsi Papua 2024. Terdapat tiga nama di jajaran legislatif partai Nasdem, seperti Robert Rouw, Ina Elisabeth Kobak dan Sulaeman L. Hamzah. Dari ketiga nama tersebut, yang paling berpotensi dan memungkinkan adalah Robert Rouw. Paslanya, dari sembilan Kabupaten/Kota di Provinsi Papua pasca pemekaran, Robert Rouw memiliki suara lebih banyak dibandingkan dengan dua anggota legislatif Partai Nasdem lainnya. Jika dikomparasikan perolehan suara dari ketiga anggota legislatif Partai Nasdem, Robert Rouw menang di enam Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Waropen, Kabupaten Supiori, Kabupaten Membaramo Raya, Kota Jayapura, Kepulauan Yapen, dan Kabupaten Biak Numfor. Sedangkan tiga kabupaten lainnya seperti Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Keerom menjadi lumbung suara dari Sulaeman L. Hamzah. Selain Robert Rouw, nama Mathius Awoitauw yang merupakan Bupati Kabupaten Jayapura juga berpotensi untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Papua tahun 2024 mendatang.
Selanjutnya, menarik untuk melihat siapa yang akan menjadi Gubernur di tiga Provinsi baru hasil pemekaran dari Provinsi Papua. Jika mengacu pada data yang telah dipaparkan sebelumnya, maka PKB paling berpotensi memajukan kadernya di Pilgub Papua Tengah, Partai Nasdem yang mendominasi di empat Kabupaten dianggap paling berpotensi memamjukan kadernya di Papua Pegunungan, serta Gerindra dan PDIP paling berpotensi memajukan kadernya di Pilgub Papua Selatan.
Tulisan ini hanya prediksi penulis dengan menggunakan hasil pemilu tahun 2019 untuk melihat kekuatan partai politik di Provinsi Papua pasca pemekaran dan tiga provinsi baru. Tentu masih banyak variabel-variabel lain yang dapat digunakan untuk melihat kekuatan partai politik di Papua sehingga tulisan ini dapat lebih komprehensif. Setidaknya, melalui tulisan ini dapat tergambar bahwa kekuatan politik dari setiap pemilu tidak pernah sama dan selalu mengalami pergeseran. Dan, semoga saja, pemekaran serta perubahan peta politik di Papua dapat berdampak positif bagi perkembangan dan pembangunan di Papua.
