Konten dari Pengguna

Atasi Hama Tikus, PPK Ormawa FST Undip Mulai Program SAHABAT TANI di Brongkol

Ahmad Hudza

Ahmad Hudza

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ahmad Hudza tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Forum Studi Teknik (FST) Universitas Diponegoro resmi memulai program SAHABAT TANI di Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Program tersebut diawali melalui kegiatan Grand Opening yang digelar di Pendopo Kantor Desa Brongkol.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pemerintah Desa Brongkol, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Jambu, Bapperida Kabupaten Semarang, serta Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Turut hadir Kelompok Tani Makmur I, Karang Taruna, serta masyarakat Desa Brongkol.

Grand Opening Program SAHABAT TANI oleh Tim PPK Ormawa FST Undip di Pendopo Kantor Desa Brongkol, Kecamatan Jambu. Foto: Dok. PPK Ormawa FST Undip
zoom-in-whitePerbesar
Grand Opening Program SAHABAT TANI oleh Tim PPK Ormawa FST Undip di Pendopo Kantor Desa Brongkol, Kecamatan Jambu. Foto: Dok. PPK Ormawa FST Undip

Kegiatan diawali dengan perkenalan seluruh anggota Tim PPK Ormawa kepada masyarakat. Selanjutnya, tim memperkenalkan Program beserta rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian di Desa Brongkol. Pada kesempatan tersebut, masyarakat juga mendapatkan gambaran mengenai rangkaian pendampingan dan inovasi yang akan diterapkan selama program berlangsung.

Selain itu, Divisi Research and Development turut mempresentasikan konsep teknologi yang akan dikembangkan dan diterapkan di Desa Brongkol. Teknologi tersebut dirancang sebagai solusi dalam membantu mengatasi permasalahan hama tikus yang selama ini menyebabkan kerugian bagi para petani.

Ketua Tim, Umbu Gita Nissidhei Z, menjelaskan bahwa kegiatan Grand Opening menjadi langkah awal untuk membangun kedekatan dan menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat sebelum berbagai program utama dilaksanakan.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan Program SAHABAT TANI sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat karena selama pelaksanaan program kami akan sering berada di Desa Brongkol," ujarnya.

Pemaparan Program PPK Ormawa Forum Studi Teknik dan Penjelasan Terkait Inovasi yang Akan Dikembangkan dan Diterapkan di Desa Brongkol. Foto: Dok. PPK Ormawa FST Undip

Berdasarkan hasil observasi lapangan serta informasi yang diperoleh dari masyarakat, serangan hama tikus masih menjadi permasalahan utama yang dihadapi petani di Desa Brongkol. Berdasarkan keterangan petani setempat, serangan tikus pernah menyebabkan gagal panen. Dalam salah satu kejadian, hama tersebut disebut mampu merusak sebagian besar tanaman padi hanya dalam satu malam. Selama ini, masyarakat masih mengandalkan metode pengendalian secara tradisional yang dinilai kurang efektif, membutuhkan biaya relatif besar, dan memerlukan waktu lebih lama. Kondisi tersebut mendorong perlunya alternatif pengendalian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Antusiasme masyarakat terlihat dari diskusi yang berlangsung selama kegiatan. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan mengenai mekanisme pengendalian hama serta teknologi yang akan diterapkan melalui Program SAHABAT TANI. Diskusi tersebut menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap upaya menjaga produktivitas pertanian sekaligus harapan agar inovasi yang dikembangkan mampu menjadi solusi bagi permasalahan yang selama ini dihadapi para petani.

Antusiasme Warga dalam kegiatan Grand Opening Program SAHABAT TANI di Desa Brongkol. Foto: Dok. PPK Ormawa FST Undip

Salah satu anggota Tim, Alfito Yulada Noor A., turut menyampaikan kesannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Para peserta sangat aktif dan menyambut kami dengan baik. Saya optimis pelaksanaan program di Desa Brongkol dapat berjalan dengan dukungan pemerintah desa, mitra eksternal, kelompok tani, dan masyarakat," ungkapnya.

Sebagai simbol dimulainya pelaksanaan program, kegiatan ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng dan makan bersama masyarakat. Momen tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas dimulainya pelaksanaan Program SAHABAT TANI sekaligus mempererat hubungan antara Tim PPK Ormawa FST Universitas Diponegoro dengan masyarakat Desa Brongkol.

Makan bersama Kelompok Tani Makmur 1, Karang Taruna, dan Masyarakat Desa Brongkol Lainnya. Foto: Dok. PPK Ormawa FST Undip

Program SAHABAT TANI selanjutnya akan dilanjutkan dengan rangkaian edukasi, pendampingan, serta pengembangan dan penerapan teknologi pengendalian hama tikus di Desa Brongkol. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Tim PPK Ormawa FST Undip berharap inovasi yang dikembangkan dapat membantu petani menghadapi permasalahan hama tikus sekaligus mendukung penerapan smart farming di Desa Brongkol.