Konten dari Pengguna

KKN Reg 83 UIN Walisongo Posko 11 Ikut Serta dalamTradisi Susuk Wangan Jurang

Ahmad Khoirudin

Ahmad Khoirudin

Mahasiswa UIN Walisongo Semarang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ahmad Khoirudin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tradisi Susuk Wangan Sawah Jurang, Wujud Syukur Petani Dusun Kalangan dan sekitarnya (Dusun Santan, Kalisari,Sidosari)

Mahasiswa KKN Reg 83 UIN Walisongo Posko 11 Ikut Serta dalam Tradisi Susuk Wangan Jurang Bersama Warga Setempat
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa KKN Reg 83 UIN Walisongo Posko 11 Ikut Serta dalam Tradisi Susuk Wangan Jurang Bersama Warga Setempat

Masyarakat Dusun Kalangan kembali melaksanakan tradisi Susuk Wangan Sawah Jurang, sebuah kegiatan budaya yang sarat makna dan penuh kebersamaan. Tradisi ini dilaksanakan dihari Sabtu Legi 5 hari menjelang dirayakannya Merti Dusun. Tradisi ini digelar di area sawah Jurang dengan tujuan membersihkan saluran irigasi sekaligus sebagai bentuk rasa syukur atas air yang melimpah, yang memudahkan petani dalam menggarap sawah mereka.

Kegiatan ini diikuti oleh warga yang memiliki sawah atau yang menggarap sawah di wilayah tersebut. Tradisi dimulai dengan gotong royong membersihkan saluran irigasi. Para peserta membawa shodaqoh berupa nasi sambel kelapa atau ayam jawa. Ayam yang dibawa disembelih, dibakar di tempat, kemudian dirajang dan dicampur dengan daun gondang serta sambal kelapa, menjadikannya hidangan khas yang hanya ada dalam tradisi ini.

Sebelum makan bersama, seluruh peserta berkumpul untuk berdoa bersama. Doa dipimpin oleh seorang tokoh masyarakat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas keberkahan saluran irigasi yang telah memberikan manfaat besar bagi para petani. Setelah itu, hidangan yang telah disiapkan dinikmati bersama-sama, menciptakan suasana kebersamaan yang erat.

Tradisi ini tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memperkuat solidaritas antarwarga. Melalui Susuk Wangan Sawah Jurang, masyarakat Dusun Kalangan tak hanya melestarikan tradisi leluhur, tetapi juga menjaga semangat gotong royong yang menjadi ciri khas kehidupan desa. Tradisi ini menjadi pengingat akan pentingnya rasa syukur dan kebersamaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.