Konten dari Pengguna

Azwar Anas Ciptakan Birokrasi yang Merakyat

20 Desember 2017 9:51 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:13 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ahmad Mustofa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Azwar Anas Ciptakan Birokrasi yang Merakyat
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
Birokrasi adalah variabel penting dalam pembangunan. Pembangunan tak akan berjalan lancar tanpa birokrasi yang baik. Oleh karena itu pembenahan terhadap birokrasi merupakan agenda penting yang perlu dilakukan pemerintahan.
ADVERTISEMENT
Sejak terpilihnya Azwar Anas sebagai Bupati Banyuwangi, ia mencanangkan mereformasi birokrasi di daerahnya.
Hal tersebut penting guna menyongsong pembangunan dan juga mengoptimalkan fungsi birokrasi agar dapat maksimal melakukan pelayanan terhadap masyarakat.
Azwar Anas menginginkan birokrasi bukan menjadi suatu yang usang dan membebalkan bagi masyarakat. Jika demikian yang terjadi, birokrasi justru malah semakin menjauhkan pemerintah dari masyarakat.
Ada berbagai langkah yang dilakukan oleh Azwar Anas untuk mengoptimalkan kinerja birokrasi dalam melayani masyarakat.
Pertama dan yang terutama, dengan cara menyegerakan reformasi birokasi, hal ini harus dilakukan untuk memberi kepastian kepada masyarakat akan birokrasi yang baik dan sehat.
Azwar Anas mengawali reformasi birokrasi tersebut mulai dari pembenahan internal birokrasi terlebih dahulu. Kepedulian dan rasa tanggung jawab atas tugas dan fungsi setiap anggota bagian dari birokrasi merupakan hal yang mula-mula harus diwujudkan. Karena dengan adanya hal tersebut setiap lembaga birokrasi dapat menciptakan inovasinya masing-masing secara kreatif.
ADVERTISEMENT
Strategi tersebut, dikenal sebagai sebagai strategi membudayakan inovasi di lingkungan birokrasi. Anas mencoba membangun budaya tersebut dengan cara membiasakan para SKPD-nya untuk membahas permasalahan yang ada di Banyuwangi secara bersama dalam sebuah diskusi. Hak tersebut ditujukan guna memunculkan rasa ikut bertanggung jawab terhadap segala macam permasalahan yang ada dan juga menggali inovasi terhadap para satuan kerjanya.
Yang kedua, Azwar Anas memanfaatkan teknologi, ia gunakan dalam mendongkrak kinerja birokrasi agar lebih efektif. Sinergitas antara teknologi informasi dan birokrasi dilakukan agar memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat sekaligus sebagai bentuk transparansi pemerintah terhadap masyarakat.
Inovasi birokrasi untuk pengelolaan keuangan daerah melalui teknologi informasi merupakan salah satu bentuk sinergitas tersebut. Kemudian e-audit juga terapkan untuk melakukan masalah audit secara terintegrasi.
ADVERTISEMENT
Selain itu e-village budgeting dan e-village monitoring, juga merupakan sistem penganggaran desa yang terintegrasi untuk meningkatkan akuntabilitas anggaran desa.
Azwar Anas Ciptakan Birokrasi yang Merakyat (1)
zoom-in-whitePerbesar
Inovasi yang terbukti
Dalam ranah pelayanan publik Banyuwangi telah banyak menciptakan terobosan baru yang mengejutkan. Salah satu diantaranya adalah adanya mall pelayanan publik yang mampu memaksimalkan pelayanan masyarakat dalam mengurus permasalahan administrasi sampai perizinan tertentu.
Keberhasilan Banyuwangi terbukti, menteri pemberdayaan aparatur negara sangat mengapresiasi Banyuwangi dalam program "Bayi Lahir Pulang Langsung Bawa Akta". Program tersebut begitu pemerintah pusa sangat memudahkan masyarakat.
Bukan hanya itu saja, belum lama ini Azwar Anas berupaya menjalin kerja sama bantuan dengan pemerintah Jepang dalam masalah penguatan efektivitas birokrasi.
Hal tersebut dilakukan berkaitan pada minat Jepang untuk membantu daerah-daerah di Indonesia pada masalah penguatan birokrasi. Program "Smart Kampung" pun ia paparkan guna meyakinkan pihak Jepang dalam upaya kerja sama tersebut.
ADVERTISEMENT
Begitu hebatnya tekad Azwar Anas mengupayakan pembenahan birokrasi di Banyuwangi memberikan dampak positif bagi bangsa ini secara menyeluruh terutama memberikan inspirasi bagi kepala daerah lainya agar berbenah diri.
Semua itu dilakukan Azwar Anas semata-mata untuk dapat melakukan pelayanan terhadap masyarakat secara optimal.
Oleh karena itulah dalam melakukan pengoptilamalan tersebut, Azwar Anas juga membuka ruang partisipasi melalui pusat pengaduan kepada masyarakat. Hal tersebut diperlukan guna menciptakan birokasi yang benar-benar sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.