Konten dari Pengguna

Inovasi Azwar Anas Kendalikan Inflasi Bisa Diadaptasi

Ahmad Mustofa

Ahmad Mustofa

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ahmad Mustofa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Inovasi Azwar Anas Kendalikan Inflasi Bisa Diadaptasi
zoom-in-whitePerbesar

Tingkat inflasi merupakan salah satu indikator yang berpengaruh pada perkembangan ekonomi. Tingkat inflasi yang tinggi akan mengakibatkan turunnya daya beli dan daya saing masyarakat. Untuk itulah perlu upaya mengendalikan inflasi agar tidak merugikan masyarakat..

Inflasi memang berkaitan dengan permintaan dan penawaran pasar. Juga berkaitan dengan perbandingan antara total ketersediaan komoditas dengan jumlah uang yang beredar. Walaupun begitu, pemerintah dapat melakukan kontrol terhadap tingkat inflasi yang ada.

Soal pengendalian inflasi, Banyuwangi dapat dijadikan contoh. Banyuwangi di bawah kepemimpinan Azwar Anas mampu mengendalikan inflasi secara inovatif. Ia melakukannya dengan cara-cara yang sederhana, namun begitu terasa hasilnya.

Sinergi dan Mengawasi

Banyuwangi terbilang sukses dalam mengendalikan inflasinya. Salah satu yang ia lakukan adalah sinergitas antara BUMDes dan Bulog. Program sinergitas BUMDes dan bulog diawali Azwar Anas dengan kucuran dana besar yang masuk desa. Dengan maksud untuk meningkatkan daya saing setiap desa, sinergisitas antara BUMDes dan Bulog tersebut kemudian dibangun.

Dengan memanfaatkan dana desa, BUMDes dapat memasok beras dari Bulog untuk dijual di bawah harga pasar. Hal tersebut dilakukan guna melakukan pengendalian terhadap harga pasar.

Apa yang dilakukan Azwar Anas ternyata cukup efektif dalam melakukan pengendalian inflasi. Penjualan kebutuhan pokok Bulog melalui BUMDes terbukti mampu menstabilkan harga kebutuhan pokok di masyarakat. Hingga saat ini, di Banyuwangi telah ada 35 BUMDes yang bergerak melakukan hal tersebut.

Bukan hanya itu saja, Azwar Anas mempunyai cara jitu lain dalam mengendalikan inflasi di daerahnya, seperti program sepuluh ribu kolam ikan. Dalam program tersebut Pemkab Banyuwangi berusaha untuk menggalakan budidaya ikan pada pekarangannya masing-masing.

Jadi Azwar Anas mengajak masyarakat agar benar-benar mengoptimalkan pemanfaatan potensi pekarangan. Dalam menjalankan program tersebut Pemkab Banyuwangi memberikan bantuan berupa benih ikan sekaligus peralatan untuk keperluan pemeliharaan kolam.

Pemanfaatan pekarangan juga digalakan oleh Pemkab Banyuwangi dengan cara mendorongnya menjadi lahan untuk vertikultur. Vertikultur merupakan sistem pertanian modern yang mendayagunakan lahan sempit. Jadi pada prinsipnya Azwar Anas ingin mengajak warga untuk menciptakan produktifitas secara maksimal dalam lahan yang sempit maupun kondisi apapun.

Dari Azwar Anas kita dapat belajar, bahwa hal terpenting dari pengendalian inflasi adalah bagaimana menjaga pasokan suatu komoditas dan bagaimana melakukan kontrol atas pasar. Sejauh ini Pemkab Banyuwangi selalu melakukan kontrol harga dengan cara melakukan operasi pasar.

Selain penjagaan atas pasokan komoditas, pengendalian inflasi juga ia lakukan dengan cara penjagaan pasokan pangan dan peningkatan pada infrastruktur pertanian seperti pembangunan dan pemeliharaan sistem irigasi, bantuan benih, pendampingan pertanian, dan pembangunan infrastruktur jalan.

Dari berbagai strategi yang digagas Azwar Anas, keberhasilannya dalam mengendalikan inflasi membuat Banyuwangi mendapatkan penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri RI. Azwar Anas menerima penyerahan penghargaan tersebut langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Penyerahan penghargaan dilakukan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi di Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, jajaran menteri Kabinet Kerja, dan Gubernur BI Agus Martowardojo.

Kesuksesan Azwar Anas mengendalikan inflasi bukan hanya isapan jempol belaka. Azwar Anas telah membuktikan dengan hasil bukan janji. Dimana Banyuwangi menempati posisi dengan tingkat inflasi terendah di Jawa Timur. Tingkat inflasi Banyuwangi sendiri pada tahun 2016 berada pada angka 2,1 persen, lebih rendah dari rata-rata inflasi di Jawa Timur yang berada pada angka 2,97 persen. Apa yang telah dilakukan Azwar Anas dalam mengendalikan inflasi di Banyuwangi tentunya bisa diadaptasi di daerah lainnya.Mau coba?