Konten dari Pengguna

Biar Nggak Bingung Lagi! Trik Gampang Bedain Kalimat Majemuk

ahmad muttaqillah Muttaqillah

ahmad muttaqillah Muttaqillah

Mengajar di Madrasah Pembangunan UIN Jakarta Mengajar di UIN Jakarta Mengajar di Universitas Muhammadiyah Jakarta Aktivis Yayasan Arrahman Vila Pamulang, Pondok Petir depok

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ahmad muttaqillah Muttaqillah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalau kamu sering nulis atau ngobrol panjang lebar, pasti deh tanpa sadar sering pakai kalimat majemuk. Masalahnya, pernah nggak bingung pas guru atau dosen bilang, “Itu kalimatnya setara atau bertingkat?” Rasanya kayak lagi ujian dadakan, kan?

Ilustrasi Kalimat Majemuk Setara dan Bertingkat Sebab Akibat Ahmad Muttaqillah
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kalimat Majemuk Setara dan Bertingkat Sebab Akibat Ahmad Muttaqillah

Oke, kita mulai dari kalimat majemuk setara sebab akibat. Bayangin dua klausa (bagian kalimat) yang punya “kekuatan” sama. Dua-duanya bisa hidup sendiri dan tetap nyambung. Biasanya, kata penghubungnya keren-keren kayak maka, oleh karena itu, atau sebab itu. Contoh gampangnya: "Listrik padam, maka kami menyalakan lilin." Kedua bagiannya jelas, kan?

Nah, kalau yang bertingkat beda. Ada induk, ada anak. Anaknya nggak bisa jalan sendiri. Penghubungnya juga khas: karena, sehingga, atau sampai-sampai. Misalnya: "Aku nggak masuk sekolah karena sakit." Kalau cuma bilang “Karena sakit”, orang bakal nunggu lanjutan ceritanya.

Persamaannya? Sama-sama ngomongin hubungan sebab-akibat. Bedanya? Kalau setara, dua klausa sejajar. Kalau bertingkat, ada yang jadi bos (induk) dan ada yang jadi anak (nggak bisa mandiri).

Tipsnya simpel: coba potong kalimatnya. Kalau dua-duanya bisa hidup sendiri, itu setara. Kalau yang satu lemah tanpa yang lain, itu bertingkat.

Kenapa penting? Karena kalau salah pakai, tulisannya bisa jadi aneh atau bikin orang bingung. Apalagi kalau dipakai buat tugas sekolah, artikel, atau caption medsos yang pengen kelihatan rapi.

So, mulai sekarang, peka sama kata penghubung yang kamu pakai. Nggak cuma bikin tulisan lebih rapi, tapi juga bikin kamu terlihat makin paham bahasa Indonesia. Mantap, kan?