Konten dari Pengguna

Mahasiswa Unpam Perkenalkan Sistem Pencatatan Digital ke 35 Bank Sampah Sawangan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ahmad Muzanni tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dr. Makhsun Sedang Memberi sambutan pada PKM Mahasiswa Unpam
zoom-in-whitePerbesar
Dr. Makhsun Sedang Memberi sambutan pada PKM Mahasiswa Unpam

KUMPARAN — Pengelola 35 bank sampah di Kecamatan Sawangan, Kota Depok, diperkenalkan dengan sistem informasi terintegrasi untuk mengelola data nasabah dan transaksi. Sistem itu dibawa mahasiswa Program Pascasarjana Teknik Informatika Universitas Pamulang (Unpam).

Perkenalan dilakukan lewat kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Ma’had Himmatul Ummah, Pasir Putih, Sawangan, Minggu (20/9/2026). Kegiatan bekerja sama dengan Yayasan Peduli Lingkungan Sehat dan berlangsung pukul 09.00-13.00. Para ketua bank sampah menerima paparan materi, melihat demonstrasi aplikasi, lalu mencoba sendiri sistem tersebut.

Kegiatan dipimpin Budi Winarno dan didampingi dosen pembimbing Makhsun serta Sanubari Tansah Trisna.

Sebelum pelatihan, tim mahasiswa berkoordinasi dengan pengurus untuk memetakan kebutuhan. Hasilnya, pencatatan nasabah, setoran sampah, dan laporan di bank sampah masih dilakukan manual dan belum terhubung dalam satu sistem.

Sistem yang diperkenalkan mencakup pengelolaan data nasabah, pencatatan setoran, penyimpanan dan pencarian data, administrasi, serta penyusunan laporan.

Makhsun mengatakan, kegiatan ini adalah cara kampus menerapkan ilmu dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

”Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan bentuk nyata komitmen Universitas Pamulang, khususnya Program Studi Teknik Informatika, dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memberikan solusi terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Indriyani, salah satu ketua bank sampah yang turut mengoordinasikan bank sampah se-Sawangan, menilai sistem itu bisa merapikan pencatatan. ”Proses pencatatan transaksi setoran sampah yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat diarahkan menjadi lebih terstruktur dan terdokumentasi,” katanya.

Menurut dia, sistem tersebut juga membantu pengurus mengelola data nasabah dan membuat laporan. Namun, pengurus masih butuh waktu untuk mempelajarinya dan menyesuaikan diri.

Tim pelaksana menyebut sistem mulai diterapkan di 35 bank sampah peserta, termasuk Bank Sampah Himmatul Ummah selaku tuan rumah.

Makhsun berharap sistem terus dikembangkan sesuai kebutuhan pengelola. Ia juga berharap kerja sama kampus dan masyarakat berlanjut agar pendampingan tidak berhenti setelah pelatihan.