Konten dari Pengguna

Mengenal Singkat Fungsi Kepemimpinan dan Macam-macam Gaya Kepemimpinan

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari AHMAD NADI ARJUNNAJAH tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi Pribadi pada acara HMPS Manajemen Pendidikan "Training of Leadership"
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Pribadi pada acara HMPS Manajemen Pendidikan "Training of Leadership"

Sebagai suatu pengaruh, seni atau proses mempengaruhi orang untuk melakukan usaha sukarela dan antusias untuk mencapai tujuan kelompok, peran kepemimpinan sangatlah penting. Kepemimpinan adalah penggunaan pengaruh untuk memotivasi anggotanya untuk mencapai tujuan organisasi.

Dalam berkarir pun kita mungkin perlu mengambil peran kepemimpinan. Baik itu menjalankan rapat, mendiskusikan proyek, tim, atau memimpin departemen. Kita mungkin mempertimbangkan untuk mengadopsi gaya kepemimpinan.

Gaya kepemimpinan adalah pola konsisten yang memungkinkan seorang pemimpin mempengaruhi pengikutnya. Kepemimpinan dalam manajemen berarti mengomunikasikan tujuan kepada anggota di seluruh organisasi dan menciptakan keinginan pada tingkat tinggi. Kepemimpinan termasuk memotivasi seluruh departemen dan area serta orang-orang yang bekerja langsung dengan manajer. Ada banyak gaya kepemimpinan, berikut diantaranya:

  1. Gaya Kepemimpinan Pelatihan (coaching leadership)

Seorang pemimpin harus dengan cepat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan serta mampu memberikan motivasi anggota tim untuk membantu setiap individu berkembang. Pemimpin tipe ini sering membantu anggota tim dalam menetapkan tujuan yang cerdas dan setelah itu memberikan umpan balik yang mendorong pertumbuhan. Pemimpin tipe ini harus mampu menciptakan lingkungan yang positif dan memotivasi.

Coaching leadership adalah salah satu yang paling menguntungkan bagi pengusaha. Sayangnya, gaya ini juga sering menjadi salah satu gaya yang paling jarang digunakan karena membutuhkan lebih banyak waktu daripada jenis kepemimpinan lainnya. Kriteria gaya kepemimpinan ini antara lain:

  • mempromosikan bimbingan alih-alih memberi perintah

  • nilai belajar sebagai tolak ukur perkembangan

  • menyesuaikan cara penyampaian pengetahuan dan mencoba memberi bantuan jika ada yang merasa kesulitan.

  1. Gaya Kepemimpinan Visioner (visionary leadership)

Pemimpin visioner memiliki kemampuan yang kuat untuk memfasilitasi pengembangan dan perubahan dengan menginspirasi karyawan dan mendapatkan kredibilitas untuk ide-ide baru. Seorang pemimpin visioner juga mampu membangun ikatan organisasi yang kuat. Mereka berusaha untuk membangun kepercayaan antara bawahan langsung dan kolega.

Gaya visioner sangat bagus diterapkan pada organisasi kecil yang mungkin berkembang pesat, atau untuk organisasi besar yang mengalami perubahan atau restrukturisasi. Kriteria gaya kepemimpinan ini antara lain:

  • gigih

  • berani mengambil resiko

  • inspiratif

  • optimis

  • inovatif

  • strategis

  1. Gaya Kepemimpinan Otokratis

Kepemimpinan otokratis atau yg biasa dikenal dengan kepemimpinan otoriter, tipe kepemimpinan ini adalah seseorang yang berfokus pada hasil dan efisiensi. Pemimpin seperti ini sering sekali membuat keputusan sendiri atau dengan sekelompok kecil agen tepercaya, dan mengharapkan anggotanya melakukan persis apa yang diminta. Pemimpin tipe ini lebih cocok menjadi komandan militer.

Gaya otokratis dapat berguna dalam organisasi dengan kebijakan ketat atau industri yang membutuhkan tingkat kepatuhan yang tinggi. Ini juga dapat bermanfaat bagi karyawan yang membutuhkan banyak pengawasan. Namun, gaya kepemimpinan ini dapat melumpuhkan kreativitas dan melumpuhkan anggotanya. Kriteria gaya kepemimpinan ini antara lain:

  • memiliki rasa percaya diri

  • memotivasi diri

  • jelas dalam berkomunikasi dan konsisten

  • nilai lingkungan yang sangat terstruktur

  • mengharuskan mengikuti aturan

  • dapat diandalkan

  • percaya pada lingkungan kerja yg diawasi.

  1. Gaya Kepemimpinan Pelayanan (servant leadership)

Pemimpin ini memiliki perspektif mengutamakan seseorang dan percaya bahwa anggota tim merasa puas secara pribadi dan profesional akan membuat mereka lebih mudah diatur dan mampu bekerja dengan baik. Karena pemimpin seperti ini peduli dengan kebahagiaan dan kolaborasi anggota, mereka mendapatkan lebih banyak rasa hormat dari anggota mereka.

Servant leadership ini sangat bagus untuk membangun moral anggota dan membantu orang-orang yang terlibat sebanyak mungkin dalam pekerjaan mereka. Kriteria gaya kepemimpinan ini antara lain:

  • suka memberi motivasi pada tim,

  • memiliki skill komunikasi yang baik

  • peduli secara pribadi pada anggota tim

  • mendorong untuk kolaborasi dan keterlibatan

  • berkomitmen mengembangkan tim secara professional

  1. Gaya Kepemimpinan Demokratis

Gaya demokrasi, juga dikenal sebagai gaya yang partisipatif, merupakan kombinasi dari gaya kepemimpinan otokratis dan mandiri. Seorang pemimpin yang demokratis adalah orang yang meminta umpan balik dan mempertimbangkan umpan balik dari timnya sebelum mengambil keputusan.

Karena itu, anggota tim merasa bahwa suara mereka didengar dan bahwa kontribusi mereka penting. Gaya kepemimpinan demokratis sering dikaitkan dengan tingkat keterlibatan dan kepuasan kerja staf yang lebih tinggi.

Karena jenis kepemimpinan ini mendorong diskusi dan partisipasi, ini merupakan gaya yang bagus untuk organisasi yang berfokus pada kreativitas dan inovasi. Kriteria gaya kepemimpinan ini antara lain:

  • memberikan semua informasi kepada tim saat ingin membuat keputusan

  • menawarkan lingkungan kerja sebagai wadah untuk semua orang berbagi ide mereka

  • pandai dalam mediasi.

  1. Gaya Kepimpinan Lepas Tangan

Berbalik dari kepemimpinan otokratis, gaya kepemimpinan ini berfokus pada multitasking dengan anggota tim dan sedikit pengawasan. Memang, seorang pemimpin tidak menghabiskan waktu untuk manajemen staf yang intensif, tetapi seringkali berfokus pada proyek lain.

Pemimpin dapat mengimplementasikan gaya kepemimpinan ini ketika mereka memiliki anggota tim yang sangat berpengalaman dan terlatih dengan baik yang membutuhkan sedikit pengawasan. Namun, itu juga dapat menyebabkan penurunan produktivitas jika karyawan bingung tentang tujuan pemimpin atau jika beberapa anggota tim membutuhkan motivasi dan batasan yang konstan untuk bekerja dengan baik. Adapun kriteria kepemimpinan ini antara lain:

  • mendelegasikan secara efektif

  • percaya pada kebebasan memilih

  • menyediakan sumber daya dan alat yang cukup

  • meningkatkan kualitas kepemimpinan dalam tim

  • suka memberikan kritik yang membangun

  • mengambil kendali disaat diperlukan.

  1. Gaya Kepeimimpinan Birokrasi

Pemimpin birokrasi biasanya mengharapkan anggota tim untuk mengikuti sesuai prosedur dan aturan yang tertulis. Gaya kepemimpinan birokrasi akan lebih fokus pada tugas tetap, agar setiap anggota memiliki tanggung jawab yang di tetapkan.

Gaya kepemimpinan ini sangat efektif untuk industri atau departemen yang sangat teratur, seperti bagian keuangan, pelayanan kesehatan, atau pemerintahan. Kriteria kepemimpinan ini antara lain:

  • lebih fokus pada tugas utama

  • memiliki etos kerja yang bagus

  • mengikuti aturan dan struktur nilai

  • memiliki komitmen pada organisasi

  • berorientasi secara detail.

  1. Gaya Kepemimpinan Penentu Kecepatan (Pacesetter Leadership)

Gaya ini adalah salah satu yang paling efektif untuk mendapatkan hasil yang cepat. Pemimpin fokus pada kinerja, sering kali menetapkan standar tinggi dan meminta pertanggung jawaban anggota tim mereka untuk mencapai tujuan. Kriteria kepemimpinan ini antara lain:

  • lebih fokus pada tujuan

  • akan melakukan banyak optimasi untuk mencapai tujuan

  • sangat kompeten