Sepak Bola Adalah Agama?

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sriwijaya, football enthusiast.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ahmad Naufal tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Diego Armando Maradona, legenda Argentina menyebutkan bahwa "sepak bola itu bukan hanya sekedar permainan ataupun cabang olahraga, sepak bola itu agama. legenda sepak bola asal Brazil, pele bahkan mengatakan "saya menyembah bola dan memperlakukan nya seperti tuhan.
Tentu saja, agama yang dikatkan dalam sepak bola bukan dalam pemahaman yang sama halnya dengan agama-agama yang dianut oleh manusia, dalam kaitannya dengan Ketuhanan. Sepak bola, disebut seolah menjadi agama karena para penggemar nya memiliki fanatisme yang sangat tinggi dalam menjalankan rutinitas menonton pertandingan sebagaimana mereka rutin beribadah.
Fanatisme para pengemar sepak bola kadang kala melebihi fanatisme mereka terhadap agama. Mereka akan marah ketika klub ataupun idola mereka dilecehkan oleh lawan. Tapi tak pernah marah ketika agama, kitab suci, maupun nabi mereka dilecehkan oleh lawan. Padahal yang seharusnya ditumbuhkan adalah fanatisme kepada agama, bukan kepada sepak bola. Sebab itu, wajar jika sepak bola dikatakan menjadi "agama baru" dalam kehidupan manusia modern.
Jika dalam agama terdapat beberapa pondasi penegak agama seperti kitab suci, tempat ibadah, nabi, surga maupun neraka, ibadah, zikir, dan pesan-pesan kebaikan. Maka dalam sepak bola juga bisa di bilang memiliki pondasi yang serupa, sehingga sepak bola bisa di katakan sebagai “agama baru”
Jika kita melihat menggunakan perspektif dari ucapan tentang Civil Religion dari Robert N. Bellah, secara langsung sepak bola dapat dikatakan sebagai sebuah agama. Namun, dalam hal ini bukan Agama dalam bentuk konvensional, Tapi suatu bentuk kepercayaan dan gugusan nilai dan praktik nya yang nemiliki semacam "teologi" dan ritual tersendiri yang dalam realisasinya menunjukkan kemiripan dengan agama.
