Konten dari Pengguna

Pengalaman Saya, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menjadi Guru Jurnalistik

Ahmad Rofiki Rahman

Ahmad Rofiki Rahman

Lecturer Communication Science Undiknas University

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ahmad Rofiki Rahman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saya Ahmad Rofiki Rahman, biasa disapa dengan Rofiki. Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dan saya asli Lombok, NTB.

Foto Ahmad Rofiki Rahman Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD. Dok: Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Foto Ahmad Rofiki Rahman Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD. Dok: Pribadi

Program Kampus Mengajar ialah program yang digagas langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim yang didukung oleh LPDP. Program ini salah satu program dari delapan program besar Kampus Merdeka. Di antaranya ada Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Magang, KKN Tematik, Penelitian, dan lain sebagainya.

Saya mengikuti program ini karena memang tertarik dengan segala jenis pengabdian-pengabdian, baik itu pengabdian sosial maupun pendidikan. Sebelumnya saya juga pernah ikut pengabdian sosial kemasyarakatan dan pendidikan bersama Sasak Care Community.

Sebelum diterima dalam program ini lebih dari 30.000 mahasiswa ikut mendaftar namun setelah melewati seleksi berkas dan kebinekaan hanya 15.000 mahasiswa lolos sampai lokasi pengabdian di Sekolah Dasar yang dipilih saat pendaftaran. Saya memilih SDN 5 Lendang Nangka.

SDN 5 Lendang Nangka. Dok : Pribadi

Mengabdi di SDN 5 Lendang Nangka yang terletak di desa Lendang Nangka kecamatan Masbagik ini saya mendapatkan banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang bermanfaat.

Berdasarkan arahan dari panitia Kampus Mengajar. Ada tiga kontribusi wajib mahasiswa selama di sekolah penempatan pengabdian:

Mengajar

Selama kurang lebih tiga bulan di sekolah ini, saya membawakan mata pelajaran yang baru, yaitu: Tips Matematika Cepat, Bahasa Inggris, dan juga Jurnalistik.

Tips matematika cepat yang saya ajarkan ialah perkalian cepat yang menggunakan jari. Dalam mata pelajaran bahasa Inggris, saya mengajak siswa untuk bernyanyi alphabet dalam bahasa Inggris "A B C D E". Siswa sangat antusias dalam hal ini, sampai-sampai saat di jalan pulang sekolah pun mereka bernyanyi bersama-sama.

Dalam hal jurnalistik, waktu kebetulan saya menggantikan Ibu Fifin selaku wali kelas 4 yang saat itu izin terlambat masuk ke sekolah karena ada beberapa hal penting harus diselesaikan. Sehingga meminta tolong kepada saya menggantikannya beberapa jam saja. Ketika saya minta kepada siswa untuk membuka LKS Temetiknya, ternyata berkaitan dengan bidang saya, yaitu jurnalistik.

Di sini langsung saya menjelaskan kepada siswa bahwa apa itu jurnalistik, bagaimana pekerjaannya, sampai cara kerja menjadi seorang jurnalis. Saya juga menyampaikan bahwa setiap orang itu bisa menjadi jurnalis dengan menerapkan konsep 5W+1H (What, Who, When, Why, Where, dan How).

Saya minta siswa untuk menyiapkan pertanyaannya kepada teman sebangkunya dengan menerapkan konsep 5W+1H, di mana sebelumnya sudah saya jelaskan tata cara bertanya yang baik dan bijak.

Foto siswa kelas 4 saat belajar Jurnalistik. Dok: Pribadi

Membantu Adaptasi Teknologi

Dalam adaptasi teknologi di sekolah ini, hal pertama yang saya lakukan ialah memperkenalkan perangkat-perangkat yang ada dalam laptop, mulai dari mouse, keyboard, dan lain-lain serta menjelaskan mengenai media sosial yang harapannya siswa menggunakan media sosial dengan baik dan bijak.

Siswa kelas 5 saat menonton video melalui laptop. Dok: Pribadi

Selain itu, saya juga membantu para guru dalam pembuatan PPT, menjalankan Mr.Word juga Mr.Excel, dan mengedit video pembelajaran.

Membantu Administrasi Sekolah dan Guru

Mengenai administrasi sekolah, saya membantu kepala sekolah dan operator sekolah dalam memasukkan data-data siswa serta mengerjakan hal apa yang bisa saya bantu mengenai administrasi sekolah lainnya. Mengenai waktu pelaksanaannya lebih kondisional.

Selain ketiga hal itu, saya juga memberikan motivasi kepada siswa agar senantiasa semangat dalam sekolah dan belajar dengan cara yang unik. Saya mengajaknya untuk bermain teka-teki kecerdasan dalam bahasa Lombok, bermain drama dan menceritakan kisah orang sukses juga tentang diri sendiri.

Foto bersama siswa SDN 5 Lendang Nangka. Dok: Pribadi
Foto bersama guru SDN 5 Lendang Nangka. Dok: Pribadi