Peran Pemuda SASAK dalam Menumbuhkan Kesadaran Nasionalisme Generasi Milenial

Lecturer Communication Science Undiknas University
Tulisan dari Ahmad Rofiki Rahman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Peran Pemuda Masbagik Dalam Menumbuhkan Kesadaran Nasionalisme Pada Generasi Milenial Melalui Gerakan Sasak Care Community (SCC)

Kemerdekaan Indonesia tak luput dari peran pemuda yang merupakan garda terdepan dalam mewujudkan mimpi kemerdekaan. Peran pemuda dalam meningkatkan kemampuan kepemimpinan, rasa nasionalisme dan patriotisme melalui komunitas perlu di tegaskan kembali bahwa pemuda akan menjadi agent of change (agen perubahan) menuju Indonesia yang lebih baik. Oleh karena itu, setiap tanggal 28 Oktober kita memperingati hari Sumpah Pemuda sebagai alarm untuk senantiasa berkontribusi pada negara melalui berbagai hal-hal yang positif.
Di era milenial ini, para pemuda menginginkan perubahan bagi bangsa Indonesia, baik di bidang sosial maupun pendidikan. Kedua aspek ini merupakan tugas bagi bangsa Indonesia sekaligus pemuda, dalam meratakan aspek sosial dan pendidikan di Indonesia. Sebagai seorang pemuda kita harus membawa perubahan dengan gerakan-gerakan yang mampu untuk menumbuhkan rasa nasonalisme pada generasi milenial.
Ainur Rohman mengatakan Nasionalisme adalah “Sikap kritis untuk memberikan kontribusi positif terhadap segala aspek pembangunan nasional”. Seperti salah satu gerakan yang kami buat akhir-akhir ini yaitu Sasak Care Community (SCC). Komunitas ini merupakan salah satu cara pemuda-pemudi yang ada di Masbagik (Lombok) untuk memupuk rasa nasionalisme pada masyarakat dengan mengimplementasikan ilmu-ilmu yang di dapatkan dalam perkuliahan.
Sasak Care Community ialah komunitas yang bergerak dalam dua aspek yaitu sosial dan pendidikan. Melalui komunitas ini para pemuda Masbagik bersatu dalam menumbuhkan jiwa nasionalisme pada generasi milenial terlebih pada kondisi pandemi Covid-19. Dalam komunitas ini hanya memperkenankan mahasiswa sebagai anggota tetapnya, di dasari karena komunitas ini bertujuan untuk membangun citra sebagai komunitas intelektual. Namun, di sisi lain komunitas ini menyediakan wadah untuk teman-teman yang Non-Mahasiswa sebagai volunteers (suka relawan) dengan ketentuan-ketentuan tertentu.
Sebagai pemuda yang hidup di era 4.0, kita dituntut untuk menjadi agen perubahan bagi Indonesia dengan melakukan gerakan-gerakan kecil, namun kami mengatahui perubahan yang besar di mulai dari perubahan yang kecil. Ikrar dalam Sumpah Pemuda yang menegaskan cita-cita kita sebagai pemuda bangsa “Tanah Air Indonesia, Bangsa Indonesia, Bahasa Indonesia” ialah harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat menumbuhkan rasa nasionalisme antar pemuda dan masyarakat.
Dalam setiap kegiatan, anggota dengan volunteers selalu di libatkan dalam program yang ada. Program ini tidak hanya untuk eksternal komunitas, namun juga untuk menumbuhkan semangat nasionalisme internal komunitas. Adapun di antaranya program-program unggulan dari Sasak Care Community ini ialah Sasak Learning, Teaching and Playing (Sasak Mengajar), Sasak Literasi dan Sasak Clean Up Day. Berikut penjelasan mengenai program tersebut :
Learning, Teaching and Playing yaitu program mengajar mulai SD-SMA. Dengan mengajarkan pendidikan Pancasila, Matematika, Bahasa Inggris, TIK dan IPA. Program ini di latar belakangi oleh kurangnya aktivitas belajar di sekolah formal di tengah pandemi Covid-19. Maka dari itu kami dari komunitas ini mengadakannya agar tidak menghilangkan semangat belajar para siswa-siswi. Pengajarnya pun dari teman-teman mahasiswa berdasarkan jurusannya, seperti mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris ia akan mengajarkan mata pelajaran Bahasa Inggris dengan tips dan trik untuk menumbuhkan semangat belajar.
Kegiatan lain juga ialah Sasak Literasi. Dalam kegiatan ini kami bertujuan untuk membangun literasi di kalangan generasi muda yang minat dan daya bacanya masih kurang. Problematika yang terjadi sekarang ini ialah ketidak dekatan para generasi milenial dengan buku karena hampir 10 jam bahkan lebih hanya bermain dengan smartphone. Oleh karena itu dengan kegiatan Sasak Literasi ini kami dapat memberikan ruang kepada para pengunjung yang ada di Taman Rinjani Selong untuk membaca secara gratis di tempat. Kegaitan ini di kunjungi kurang lebih 50 pembaca dari jam 07.00 sampai jam 11.00 WITA
Kegiatan yang terakhir ini kami laksanakan ialah Sasak Clean Up Day. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat gotong royong pemuda generasi milenial. Dimana pada beberapa tempat wisata terdapat banyak sampah yang berserakan dikarenakan kurangnya kesadaran dari para wisatawan yang berkunjung dan masyarakat setempat. Dalam hal ini, kami sebagai pemuda memplopori para wisatawan yang berkunjung dan masyarakat untuk lebih memerhatikan kebersihan lingkungan. Juga program internal dalam komunitas ini salah satunya diskusi mengenai isu-isu terkini, belajar Toefl, Bahasa Inggris dan lain-lain. Para anggota dan volunteersnya di haruskan untuk bisa berfikir kritis, kreatif dan inovatif.
Kami mengharapkan melalui gerakan Sasak Care Community, kami dapat melakukan perubahan pada bangsa Indonesia dan mampu menumbuhkan rasa nasionalisme pada generasi milenial terlebih pada situasi pandemi Covid-19.
Penulis : Ahmad Rofiki Rahman
[Juara 1 Lomba Opini Antar Mahasiswa Tingkat Nasional di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta 2020]
Instagram Penulis : @Rofiki
Instagram SCC : @SasakCareCommunity
Daftar Pustaka
Wardani, P. S. (2013). Membaca Nasionalisme Orang Muda. Jurnal Studi Pemuda, 2(2), 204-219.
Widyanto, A. B. (2010). Pemuda dalam perubahan sosial. Jurnal Historia Vitae, 24(2), 1-10.
