CCTV Dirusak Massa di Pejompongan, Pemprov DKI Akan Lapor Polisi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kamera CCTV terpasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Halte TransJakarta, di kawasan Jakarta, Rabu (24/11/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kamera CCTV terpasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Halte TransJakarta, di kawasan Jakarta, Rabu (24/11/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi menyayangkan aksi perusakan sejumlah kamera pengawas atau CCTV oleh massa di tengah penyampaian aspirasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8) malam.

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah massa aksi melakukan perusakan CCTV dengan memanjat tiang.

“Kami sangat menyayangkan adanya perusakan beberapa CCTV, antara lain di Pejompongan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Marulina dalam keterangannya yang diterima kumparan, Jumat (28/8).

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta Marulina Dewi Mutiara saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Menurut Marulina, fasilitas CCTV digunakan untuk membantu mencegah kriminalitas, memantau pelayanan publik, hingga mendukung pengaturan lalu lintas di Jakarta.

Apabila ada pihak yang melakukan perusakan, pihaknya akan melakukan pelaporan ke pihak berwenang.

“Setiap tindakan perusakan terhadap fasilitas publik akan kami laporkan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Marulina.

instagram embed

Lebih lanjut, Marulina mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas publik yang telah dibangun untuk kepentingan bersama.

“Jangan sampai penyampaian aspirasi justru merusak fasilitas yang dibangun untuk kepentingan masyarakat sendiri,” ujarnya.

Pemprov DKI, kata Marulina, berharap penyampaian aspirasi tetap berlangsung dengan tertib sehingga aktivitas masyarakat di Jakarta dapat berjalan aman.

“Jakarta adalah rumah kita bersama. Mari jaga fasilitas publik dan saling menjaga agar aktivitas masyarakat tetap dapat berlangsung dengan aman,” pungkas Marulina.