Istana Soal Paper Nobel MBG: Tak Mau Komen Itu, Kita Bekerja Sebaik-baiknya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan keterangan pers di ruang media, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan keterangan pers di ruang media, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi enggan mengomentari paper terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut diusulkan untuk mendapatkan Nobel.

Pras mengatakan pemerintah memilih fokus memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai tujuan, terutama dalam menangani masalah stunting.

"Gimana ya?" kata Pras kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/8).

Ia kemudian menegaskan pemerintah ingin fokus bekerja untuk memastikan program MBG memberikan manfaat sesuai tujuan.

"Kitalah yang tidak ingin mengomentari itu. Kita mau bekerja sebaik-baiknya supaya pelaksanaan MBG itu dapat berjalan sebagaimana yang seharusnya, terutama dalam hal kita ingin mengatasi masalah stunting," ujarnya.

Sejumlah orang tua memberikan Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada anak-anak dalam kegiatan Cegah Stunting (Centing) yang digelar di Jimmy Hantu Foundation, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Pras kembali menegaskan pemerintah tidak ingin masuk lebih jauh dalam polemik mengenai paper tersebut.

"Jadi kita enggak mau mengomentari," katanya.

Sementara saat ditanya mengenai penangkapan akun yang disebut provokatif, Pras menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian.

"Itu silakan tanya ke Pak Kepolisian," pungkasnya.