Isu Ada Wamenhan Baru Mencuat, Anggota Komisi I: Harus Mampu Kelola Pertahanan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto hingga Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto didampingi Founder Republikorp Norman Joesoef mengunjungi booth Republikorp di Indo Defence 2025 di JIExpo Kemayoran. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto hingga Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto didampingi Founder Republikorp Norman Joesoef mengunjungi booth Republikorp di Indo Defence 2025 di JIExpo Kemayoran. Foto: Dok. Istimewa

Isu mengenai kemungkinan adanya Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) baru mencuat. Nama pengusaha muda Norman Joesoef santer disebut-sebut sebagai salah satu sosok yang berpeluang mengisi posisi tersebut.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin mengaku belum memperoleh informasi terkait rencana penunjukan Wamenhan baru maupun nama yang beredar.

“Saya belum dapat info,” kata TB saat dikonfirmasi, Jumat (7/8).

Menurut dia, keberadaan wakil menteri bergantung pada kebutuhan organisasi dan beban kerja di kementerian.

“Ya kalau soal jawaban wamen perlu atau tidak, sangat tergantung kebutuhan dan volume tupoksi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perkembangan tugas dan tanggung jawab membuat sosok Wamen menjadi penting dalam tubuh kementerian.

“Dulu juga tanpa wamen ya jalan juga, sekarang mungkin volume pekerjaannya banyak sehingga perlu wamen,” tuturnya.

TB menilai apabila pemerintah nantinya menunjuk Wamenhan baru, maka sosok yang dipilih harus memiliki kapasitas yang memadai di bidang pertahanan.

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta dalam rangka membahas RUU TNI bersama pemerintah pada Sabtu (15/3/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Menurut dia, jabatan tersebut tidak hanya membutuhkan pemahaman terhadap isu-isu pertahanan, tetapi juga kemampuan memimpin dan mengelola sumber daya pertahanan nasional.

“Kalau ditanya figur ya standarnya harus punya kemampuan di bidang pertahanan, termasuk kemampuan mengorganisir dan mengelola semua potensi pertahanan,” kata dia.

Adapun sebagai figur profesional yang lekat dengan industri pertahanan, rekam jejak Norman dianggap sejalan dengan visi modernisasi kemandirian militer yang kerap digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sinyal kedekatan Norman dengan lingkaran Istana di isu strategis ini juga terpotret dari kehadirannya di sejumlah agenda kenegaraan. Ia diketahui kerap masuk dalam rombongan kepresidenan mendampingi Prabowo saat melakukan lawatan ke luar negeri, khususnya yang berkaitan dengan diplomasi pertahanan dan penjajakan kerja sama alutsista.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan maupun konfirmasi resmi dari pihak Istana Kepresidenan terkait kepastian wacana penambahan atau pergantian posisi Wamenhan tersebut.

Namun Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan, kalaupun ada reshuffle, maka prioritasnya adalah mengisi posisi yang masih kosong, seperti Wamentan dan Wamen Imipas.