Menhan Sebut Tak Ada Laporan 8 WNI Jadi Tentara Rusia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Komisi I DPR Utut Adianto bersama Menhan Sjafrie Sjamsoeddin usai rapat kerja tertutup di DPR pada Senin (31/8/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Komisi I DPR Utut Adianto bersama Menhan Sjafrie Sjamsoeddin usai rapat kerja tertutup di DPR pada Senin (31/8/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan tak ada laporan terkait 8 WNI menjadi tentara Rusia seperti yang dilaporkan Badan Intelijen Ukraina. Kabar ini sempat beredar luas di media sosial.

“Gak ada. Tidak menerima laporan ini. Tidak ada informasi,” ujar Sjafrie di usai menjalani rapat dengan Komisi I di Gedung DPR, Senin (31/8).

Sebelumnya, dalam sejumlah unggahan yang beredar di media sosial, Badan Intelijen Ukraina disebut merekrut delapan warga negara Indonesia untuk bergabung dengan militer Rusia dan dikirim berperang di Ukraina.

Tim penyelamat bekerja di sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak berat akibat serangan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia ke Ukraina, di Zaporizhzhia, Ukraina 6 Oktober 2022. Foto: REUTERS/Stringer

Mereka mengatakan perekrutan dilakukan dengan iming-iming gaji tinggi, pekerjaan non-tempur, kewarganegaraan Rusia yang dipercepat, hingga berbagai fasilitas sosial.

Namun, sejumlah warga asing yang direkrut Rusia sebelumnya justru berakhir di garis depan tanpa pelatihan memadai. Beberapa di antaranya dilaporkan tewas dalam hitungan minggu.

instagram embed