Pengacara Sekolah di Jaksel Klarifikasi Bunker: Sudah Diperiksa Polisi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas keamanan berjaga di depan ruang Ketua Yayasan Sekolah di kawasan Jakarta yang dipasangi garis polisi, Jumat (7/8), saat proses penyelidikan masih berlangsung. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas keamanan berjaga di depan ruang Ketua Yayasan Sekolah di kawasan Jakarta yang dipasangi garis polisi, Jumat (7/8), saat proses penyelidikan masih berlangsung. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Pihak sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menyatakan bunker yang sebelumnya diduga menyimpan senjata sudah diperiksa polisi.

Kuasa hukum Yayasan dan Sekolah Harapan Ibu, Hermawanto, mengatakan telah mengkonfirmasi informasi tersebut setelah melakukan penelusuran. Menurut dia, aparat kepolisian sudah masuk ke bunker itu pada 5 Agustus lalu dan memastikan tidak ada lagi barang yang tersisa di dalamnya.

“Kami sudah mengklarifikasi, meng-cross-check semua hal yang ada di dalam berkaitan dengan informasi bunker. Bunker itu rupanya kemarin sudah sempat dimasuki oleh aparat kepolisian. Jadi, bunker itu sudah dimasuki dan sudah dipastikan bahwa itu tidak ada barang apa-apa lagi oleh pihak kepolisian,” kata Hermawanto di sekolah tersebut, Jumat (7/8).

Pengacara pihak yayasan, Hermawanto, memberikan keterangan kepada wartawan terkait perkembangan kasus penemuan rausan senjata, narkoba dan CD Porno di Sekolah di Jakarta, Jumat (7/8). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Dalam penggeledahan 5 Agustus itu, polisi menyita 3 pucuk airsoft gun FN90, 1 unit AK47, 1 unit M4 Carbine. Lalu ada narkoba hingga CD porno yang turut disita.

Hermawanto menyebut polisi sebelumnya menemukan senjata dan narkoba di bunker tersebut. Seluruh barang yang ditemukan, kata dia, sudah diserahkan kepada penyidik untuk ditindaklanjuti.

“Kami perlu tegaskan bahwa semua hal sudah diserahkan kepada pihak kepolisian. Sudah diserahkan kepada pihak polisi dan kami tinggal menunggu bagaimana tindak lanjutnya pihak kepolisian,” ujarnya.

Suasana sekolah di kawasan Jakarta Selatan yang ditemukan ratusan senjata, narkoba dan cd porno pada Jumat (7/8). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Meski demikian, pihak sekolah meminta polisi segera mensterilkan seluruh area yang masih dipasang garis polisi.

“Sterilisasi itulah yang sekarang kami meminta kepada aparat untuk segera melakukan sterilisasi, untuk memastikan bahwa seluruh barang-barang di sekolah sudah tidak ada lagi barang-barang yang berbahaya. Itu yang sedang kami minta kepada aparat kepolisian,” katanya.

Sebelumnya, yayasan sempat menyampaikan masih ada satu bunker lain di kawasan sekolah yang belum dibuka polisi. Yayasan meminta ruangan itu diperiksa karena khawatir masih terdapat senjata di dalamnya.

kumparan post embed
Senjata api dan amunisi yang ditemukan di ruangan Kepala Yayasan Sekolah di Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Polres Metro Jakarta Selatan saat ini masih menyelidiki temuan sekitar 995 senjata di sekolah swasta tersebut. Selain senjata, polisi juga mendalami temuan amunisi, narkotika, hingga CD porno. Adapun klaim PT Lokta Karya Perbakin yang menyebut ratusan airsoft gun itu merupakan inventaris berizin untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak telah dibantah pihak yayasan. Mereka menegaskan sekolah tidak pernah memiliki kegiatan ekstrakurikuler menembak.

Senjata api dan amunisi yang ditemukan di ruangan Kepala Yayasan Sekolah di Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). Foto: Dok. Istimewa