PMI Jakarta Punya Gedung Baru, Layani 1.200 Kantong Darah per Hari

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meresmikan gedung baru PMI DKI Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meresmikan gedung baru PMI DKI Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta di Senen, Jakarta Pusat, Kamis (17/9).

Gedung tersebut akan menjadi markas PMI DKI sekaligus pusat pelayanan Unit Donor Darah (UDD) PMI Jakarta.

Pramono mengatakan pembangunan gedung PMI DKI dengan anggaran sekitar Rp 203,17 miliar untuk pembangunan gedung PMI, termasuk tambahan sekitar Rp 30 miliar.

“Termasuk pada hari ini, untuk pembangunan kantor PMI ini sepenuhnya dari Pemerintah DKI Jakarta kurang lebih Rp 203,17 miliar tambah 30 miliar, jadi Rp 233,17 miliar,” kata Pramono dalam sambutannya.

Sementara, Ketua PMI DKI Jakarta Beky Mardani mengatakan gedung baru tersebut dibangun melalui hibah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan nilai lebih dari Rp 200 miliar.

Gedung terdiri dari dua bagian, yakni Gedung A dan Gedung B dengan masing-masing lima dan 10 lantai. Sejumlah lantai digunakan untuk pelayanan donor darah dan laboratorium.

“Lantai tiga untuk pelayanan donor darah, lantai empat juga pelayanan donor darah, lantai lima aula, lantai enam dan lantai tujuh laboratorium. Lantai delapan kantor teman-teman dari Unit Donor Darah, dan pengurus berada di lantai 10,” kata Beky.

Menurut Beky, UDD PMI DKI setiap hari menyiapkan sekitar 1.000 hingga 1.200 kantong darah. Darah tersebut didistribusikan ke lebih dari 400 rumah sakit se-Jabodetabek serta sejumlah bank darah rumah sakit (BDRS) di Jakarta dan sekitarnya.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (JK) mengatakan kebutuhan darah di DKI mencapai hampir 500 ribu kantong per tahun. Sementara kebutuhan darah secara nasional mencapai sekitar 5 juta kantong setiap tahun.

JK menjelaskan, stok darah idealnya tersedia untuk memenuhi kebutuhan selama lima hari. Dengan kebutuhan sekitar 1.000 kantong per hari, menurut dia, stok minimum yang perlu tersedia di Jakarta sekitar 5.000 kantong.

“Rumusnya, stok darah itu harus kebutuhan lima hari. Jadi kalau DKI Jakarta tiap hari butuh 1.000 kantong, maka stok di sini minimum 5.000 supaya kalau terjadi apa-apa,” ujar JK.

Jakarta Jadi Penopang Kebutuhan Darah Daerah

JK mengatakan kebutuhan darah di Jakarta tidak hanya berasal dari warga ibu kota. Banyak pasien dari berbagai daerah datang ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Karena itu, PMI Jakarta juga berperan sebagai penopang kebutuhan darah daerah ketika terjadi bencana atau gangguan pelayanan transfusi darah di daerah lain.

JK mencontohkan PMI pernah mengirimkan ratusan kantong darah ke sejumlah daerah seperti Aceh dan Medan ketika terjadi bencana dan fasilitas pelayanan darah setempat mengalami kendala.

“Kalau ada bencana di luar, mungkin NTT kirim lagi. Jadi memang di sini pusat untuk nasional,” kata JK.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (kanan) saat meresmikan gedung baru PMI DKI Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Sebelumnya, sempat muncul informasi mengenai stok darah PMI Jakarta yang berada dalam kondisi kritis. Beky mengatakan informasi tersebut terjadi karena laman PMI belum diperbarui.

Beky mengaku telah melakukan pengecekan langsung kepada Kepala UDD PMI DKI dan memastikan stok darah Jakarta dalam kondisi aman.

“Ternyata ada kesalahan sedikit di web-nya, itu belum di-update. Jadi masih diisi kosong. Ternyata saya cek stok darah kita aman,” kata Beky.

PMI DKI Terapkan Pemeriksaan NAT untuk Deteksi Penyakit Menular

Beky mengatakan gedung baru PMI DKI juga diperkuat fasilitas laboratorium untuk meningkatkan keamanan darah yang didistribusikan kepada pasien.

Ia menyebut PMI DKI melakukan skrining penyakit menular dan menerapkan pemeriksaan Nucleic Acid Test (NAT) terhadap darah yang didonorkan. Pemeriksaan tersebut antara lain digunakan untuk mendeteksi penyakit seperti HIV dan hepatitis.

“Jakarta juga itu satu-satunya daerah yang melakukan skrining terhadap penyakit menular. Kemudian kita 100 persen pemeriksaan NAT,” ujar Beky.

Menurut Beky, pemeriksaan tersebut didukung oleh Pemprov DKI melalui skema pembiayaan kesehatan. Laboratorium baru di gedung PMI DKI juga disebut dapat digunakan untuk mendeteksi kelainan darah.

Pramono mengatakan penerapan NAT menjadi salah satu bentuk peningkatan layanan kesehatan di Jakarta.

“Jakarta adalah salah satu-satunya provinsi yang sudah bisa menerapkan NAT atau Nucleic Acid Test untuk penyakit-penyakit yang seperti hepatitis, HIV, dan sebagainya yang provinsi lain mungkin belum bisa melakukan,” kata Pramono.

Pramono menyebut fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya Jakarta meningkatkan layanan publik di bidang kesehatan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, Ketua PMI DKI Jakarta Beky Mardani usai meresmikan gedung baru PMI DKI Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Pramono Targetkan Jakarta Masuk 50 Besar Kota Global

Pramono menegaskan pembangunan Jakarta tidak seluruhnya mengandalkan APBD. Menurutnya, sejumlah proyek dibangun melalui kerja sama dengan mitra strategis dan kepercayaan dunia usaha.

“Jakarta membangun dirinya ada yang bersumber dari pajak, ada yang bersumber dari KLB, ada yang bersumber dari SLF,” ujar Pramono.

Dia mencontohkan pedestrian deck Dukuh Atas yang disebut bernilai sekitar Rp 330 miliar dan Taman Semanggi sekitar Rp 135 miliar. Kedua proyek tersebut, kata Pramono, tidak menggunakan dana APBD karena melibatkan strategic partner.

Pramono juga menyoroti perubahan tata kelola Koefisien Luas Bangunan (KLB). Ia mengatakan proses KLB kini dibuat lebih pasti dengan angka yang jelas dan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu 15 hari.

“Dulu yang menjadi persoalan orang kalau mau ngurus yang namanya KLB, kalau mau bangun gedung yang tinggi berapa angka untuk diberikan, dibayarkan kepada Pemerintah DKI Jakarta itu uncertainty. Kalau sekarang, orang itu dengan kepastian, ada angkanya, selesai 15 hari,” ujarnya.

Menurut Pramono, kepastian tersebut merupakan bagian dari perubahan tata kelola untuk mempersempit ruang abu-abu dalam proses pembangunan di Jakarta.

Lebih lanjut ia mengatakan langkah tersebut berkaitan dengan target Jakarta sebagai kota global. Pramono menyebut Jakarta saat ini berada di peringkat 71 dari 156 kota global dan menargetkan masuk 50 besar pada 2029.

“Kalau memang kita punya benchmark sebagai kota global, benchmark-nya tidak lagi dengan kota-kota di dalam negeri, tapi kota-kota di dunia. Bahkan sekarang ini Jakarta menduduki ranking 71 dari 156 kota global dunia. Dan saya menargetkan mudah-mudahan 2029 kita bisa top 50 kota global dunia,” kata Pramono.

Sementara itu, JK mengapresiasi pembangunan gedung baru PMI DKI. Menurutnya, gedung tersebut merupakan hasil pembangunan yang dimulai sejak era Gubernur Anies Baswedan dan diresmikan pada era Pramono Anung.

“Jadi gedung ini dibangun oleh dua gubernur. Pak Anies groundbreaking, batu pertama, Pak Pramono gunting pita,” ujar JK.

JK mengatakan gedung tersebut akan menjadi markas PMI DKI dan UDD yang dapat diakses untuk kebutuhan kemanusiaan.