Polisi Amankan 2 Orang Terkait Challenge Quran Dapat Miras

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polres Jakarta Utara amankan 2 terduga pelaku penistaan agama di Sound Project, Ancol. Foto: Dok. Polres Jakarta Utara
zoom-in-whitePerbesar
Polres Jakarta Utara amankan 2 terduga pelaku penistaan agama di Sound Project, Ancol. Foto: Dok. Polres Jakarta Utara

Polisi mengamankan dua orang terkait dugaan penistaan agama dalam aksi challenge melafalkan Surah Ad-Duha dengan imbalan minuman keras di booth brand miras Newport di Festival Musik The Sounds Project, Ecopark, Ancol, Jakarta Utara.

Plh Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Oki Waskito mengatakan, dua orang yang diamankan masing-masing berinisial R dan E. Keduanya kini diperiksa di Polres Metro Jakarta Utara.

“Pelaku penistaan saat ini sudah diamankan di Polres Metro Jakarta utara. Seorang perempuan berinsial R dan laki-laki berinisial E,” kata Oki, Rabu (12/8).

Logo Newport. Foto: Dok. Istimewa

Oki menyebut R dan E kini mengarah pada proses penyidikan. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk menentukan status hukum keduanya.

“Dua yang kita arah penyidikan,” ujarnya.

Polisi akan melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah kasus tersebut dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Rencananya nanti malam akan digelarkan, paling lambat besok karna waktu 24 jam dari tadi pagi untuk menentukan peningkatan menjadi proses sidik,” kata Oki.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya memburu pengunjung Festival Musik Sound Project yang diduga menyampaikan tantangan melafalkan Surah Ad-Duha dengan imbalan minuman keras. Peristiwa itu terjadi di kawasan Ecopark, Ancol, Jakarta Utara, pada Minggu (9/8/2026).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin sebelumnya mengatakan polisi telah mengidentifikasi orang yang diduga menyampaikan tantangan tersebut.

“Tadi malam kami sudah melakukan pemeriksaan dan mengambil keterangan dari pihak penyelenggara maupun pemilik brand. Kami juga sudah mengidentifikasi pihak yang melakukan challenge tersebut,” ujar Iman, Rabu (12/8).

Menurut Iman, orang tersebut diduga merupakan pengunjung festival yang mengambil mikrofon dan secara spontan membuat tantangan kepada pengunjung lain. Polisi juga telah meminta keterangan dari pihak manajemen, penyelenggara, pemilik merek minuman, hingga pengunjung yang mengetahui kejadian tersebut.

“Dengan atau tanpa adanya tekanan, kami sudah proaktif melakukan upaya penyelidikan. Apabila dari berita acara pemeriksaan para saksi dan temuan penyelidikan ditemukan unsur tindak pidana, tentunya kami akan melakukan penegakan hukum secara tegas,” katanya.