Prabowo Hadiri Pembukaan Muktamar ke-35 NU di Jombang

Presiden Prabowo Subianto tiba di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, untuk menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 NU, Kamis (27/8).
Pantauan kumparan di lokasi, tampak Prabowo yang mengenakan baju koko putih dan peci hitam tiba pada pukul 15.25 WIB. Kedatangannya disambut oleh Rais Aam PBNU Kiai Miftachul Akhyar, Ketum PBNU Gus Yahya dan pengasuh Ponpes Bahrul Ulum Jombang Kiai Hasib Wahab Chazbullah.
Terlihat ia didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, serta Kepala BGN Sudaryono.
Sebelum Prabowo tiba, tampak Wapres Gibran Rakabuming Raka hadir mengenakan setelan jas lengkap dengan peci didampingi oleh Wamen BUMN Aminuddin Maruf.
Turut hadir dalam acara itu, Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menag Nasaruddin Umar, Muhaimin Iskandar, Menhaj Moch Irfan Yusuf, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak, Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Mendes Yandri Susanto, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, Wamensesneg Juri Ardiantoro, Ketua MPR Ahmad Muzani.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Jombang, Jawa Timur untuk menghadiri sekaligus meresmikan pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, Kamis (27/8).
“Siang ini, Bapak Presiden bertolak menuju Jawa Timur untuk menghadiri dan membuka secara resmi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang,” ujar Teddy dalam keterangannya.
Teddy menjelaskan bahwa kehadiran Presiden dalam Muktamar NU merupakan bentuk penghormatan terhadap peran besar Nahdlatul Ulama yang selama lebih dari satu abad telah menjadi salah satu kekuatan penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.
“NU memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan, menjaga persatuan, merawat kehidupan beragama yang damai, serta membangun pendidikan dan kesejahteraan umat. Bapak Presiden menaruh penghormatan yang besar terhadap kontribusi para ulama, kiai, santri, dan seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama bagi bangsa dan negara,” kata dia.
