Respons Istana soal Kabar Pratikno Sakit dan Mundur dari Menko PMK

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons kabar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno sedang sakit dan akan mengundurkan diri dari jabatannya.
Prasetyo mengatakan dirinya belum mendengar informasi mengenai kabar tersebut. Ia juga memastikan kondisi Pratikno sehat.
"Apa lagi itu? Kata siapa lagi itu? Saya belum dengar, saya belum dengar," kata Pras kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (11/8).
Saat ditanya mengenai kondisi kesehatan Pratikno, Prasetyo menegaskan tidak ada kabar bahwa Pratikno sedang sakit.
"Sehat, yang saya tahu, sehat. Enggak ada kabar bahwa beliau sedang sakit," ujarnya.
Prasetyo juga membantah kabar Pratikno akan mengundurkan diri dari posisi Menko PMK.
"Apa mengundurkan diri lagi, sakit aja enggak, mengundurkan diri. Belum ada," kata Pras.
Sebelumnya, Pras sempat menegaskan hingga saat ini belum ada rencana perombakan atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Namun, apabila perubahan kabinet dilakukan, pemerintah menyebut pengisian jabatan yang masih kosong akan menjadi prioritas.
"Ini memang setiap... ini pertanyaan setiap minggu, setiap bulan. Nah masalah reshuffle juga perlu kami sampaikan bahwa sampai hari ini belum ada rencana reshuffle Kabinet Indonesia Maju," ujar Pras kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/8).
Meski demikian, Pras membuka kemungkinan adanya perubahan susunan kabinet apabila diperlukan. Menurutnya, fokus utamanya adalah mengisi posisi yang saat ini kosong karena berbagai alasan.
"Sekali lagi, kalaupun kemudian akan ada terjadi perubahan atau diistilahkan reshuffle, barangkali prioritasnya adalah kepada mengisi jabatan-jabatan yang oleh karena sesuatu hal saat ini jabatan-jabatan itu kosong," katanya.
Ia mencontohkan posisi Wakil Menteri Pertanian yang saat ini kosong. Selain itu, terdapat pula jabatan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang disebut perlu diisi.
"Contohnya adalah Wakil Menteri Pertanian, kemudian Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Jadi itu kalau mengenai masalah reshuffle," ucapnya.
