Sepenggal Kisah Warga di Pos Imigrasi Dumai: Jalan-jalan Juga Berobat ke Melaka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ruang tunggu penumpang di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Dumai, Riau, Rabu (16/9/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ruang tunggu penumpang di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Dumai, Riau, Rabu (16/9/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Pelabuhan Dumai nyaris tak pernah sepi. Banyak warga Riau yang menyeberang ke Melaka, Malaysia untuk berbagai kegiatan. Utamanya, liburan dan berobat.

Petugas Imigrasi memeriksa satu per satu kelengkapan dokumen terutama paspor warga sebelum mereka menyeberang atau yang baru kembali dari Melaka.

Amran, warga Dumai, Riau, mengatakan sudah dua kali ke Melaka untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di sebuah Rumah Sakit di Melaka.

Amran terakhir berangkat dari Dumai pada Senin (14/9). Ia datang bersama keluarga serta anak-anaknya dan menginap di hotel selama berada di Melaka.

“(Kebutuhan) berobat,” kata Amran saat ditanya kumparan tentang keperluannya di Melaka, Malaysia.

Amran mengatakan kunjungannya kali ini untuk kontrol atau pemeriksaan. Ia memilih berobat di Melaka karena jaraknya lebih dekat dari Dumai.

“Lebih dekat ke sini,” ujarnya.

Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Dumai, Riau, Rabu (16/9/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Menurut Amran, biaya dan pelayanan kesehatan di Melaka kurang lebih sama jika dibandingkan dengan berobat di Jakarta. Namun, faktor jarak membuatnya kembali memilih Melaka.

Amran juga berencana kembali ke Melaka untuk pemeriksaan berikutnya sekitar Maret atau April 2027.

"Untuk periksa lagi paling nanti sekitar bulan tiga (Maret) atau bulan empat (April) tahun 2027," katanya.

Selama di Melaka, Amran tidak hanya menjalani pemeriksaan. Ia juga menghabiskan waktu bersama anak-anaknya dengan berjalan-jalan.

"Jalan-jalan saja sekalian," ujar dia.

Tak cuma di Pelabuhan Dumai, pelayanan juga terlihat di kantor Imigrasi Dumai. Warga datang untuk pembuatan paspor guna dipakai untuk bisa berobat di Melaka.

Hasudungan Gultom, warga Bagan Batu, Rokan Hilir, Riau, mendatangi kantor Imigrasi Dumai untuk mengurus paspor yang akan digunakan untuk mendampingi ibu kandungnya berobat ke Melaka.

Ibu Hasudungan kini berusia 81 tahun. Ia berencana berangkat bersama dua anggota keluarga lainnya setelah urusan paspor selesai.

Hasudungan mengatakan kemungkinan mereka berangkat sehari atau dua hari setelah paspor selesai dibuat.

Ia belum memastikan apakah sang ibu harus menjalani perawatan dengan menginap di rumah sakit. Hal itu akan bergantung pada hasil pemeriksaan dokter di Malaysia.

“Tergantung dokter di sana,” kata Hasudungan.

Hasudungan sendiri sebelumnya sudah pernah pergi ke Melaka beberapa tahun lalu untuk mendampingi keluarga berobat.

Kali ini, ia kembali menyiapkan dokumen perjalanan agar bisa mendampingi ibunya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai Ruhiyat M Tolib. Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai Ruhiyat M. Tolib mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan keimigrasian yang humanis, profesional, cepat, adaptif, dan transparan.

"Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan keimigrasian yang humanis, profesional, cepat, adaptif, dan transparan tanpa mengesampingkan aspek pengawasan dan penegakan hukum," kata Ruhiyat dikutip Senin (21/9).

Sementara, Kepala Subseksi Pelayanan Dokumen Perjalanan Imigrasi Dumai Yusuf Jumianto mengatakan pihaknya telah menerbitkan sekitar 12.914 paspor sepanjang Januari hingga September 2026.

Menurut Yusuf, warga menggunakan paspor tersebut untuk berbagai keperluan. Di antaranya berlibur dan berobat ke Malaysia.

"Rata-rata yang membuat paspor di Kantor Imigrasi ini, mereka menggunakannya untuk liburan dan berobat,” kata Yusuf di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai, Riau, Jumat (18/9).

Yusuf mengatakan posisi Dumai yang berdekatan dengan Malaysia turut memengaruhi mobilitas warga. Salah satu tujuan perjalanan yang banyak dipilih adalah Melaka yang dapat dijangkau dari Dumai melalui jalur laut.