Seskab Teddy Terima Haji Isam di Kantornya, Bahas Investasi Pertambangan-Energi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kedatangan pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad, yang dikenal dengan sapaan Haji Isam, di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Minggu siang, 9 Agustus 2026. Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet
zoom-in-whitePerbesar
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kedatangan pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad, yang dikenal dengan sapaan Haji Isam, di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Minggu siang, 9 Agustus 2026. Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menerima kedatangan pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Minggu (9/8).

Teddy mengatakan pertemuan tersebut membahas perkembangan investasi di sektor pertambangan, hilirisasi, agribisnis, energi, dan logistik.

"Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas mengenai perkembangan investasi di sektor pertambangan, hilirisasi, agribisnis, energi, dan logistik sebagai bagian dari upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional," kata Teddy dalam unggahan akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet, Senin (10/8).

"Haji Isam merupakan pelaku usaha yang memiliki pengalaman di berbagai sektor tersebut," ujarnya.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kedatangan pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad, yang dikenal dengan sapaan Haji Isam, di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Minggu siang, 9 Agustus 2026. Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

Teddy menegaskan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha diperlukan untuk mendorong investasi sekaligus memperkuat perekonomian nasional.

"Pemerintah terus mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat dan kondusif serta memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha untuk mempercepat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, dan membuka lebih banyak lapangan kerja," ujarnya.