Sibuknya Check Point Imigrasi di Dumai, Layani Warga Bepergian Via Pelabuhan

Aktivitas perjalanan internasional melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Dumai, Riau, cukup tinggi sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Tercatat 108.328 orang melakukan keberangkatan melalui pelabuhan tersebut.
Sementara itu, jumlah kedatangan tercatat sebanyak 85.587 orang pada periode yang sama.
Tingginya angka keberangkatan salah satunya dipengaruhi mobilitas masyarakat Indonesia yang bepergian ke Malaysia. Sebagian warga memilih jalur laut dari Dumai untuk mendapatkan layanan kesehatan di Kota Melaka.
Petugas Pemeriksa Keimigrasian Kantor Imigrasi Dumai, Saputra Azhar, mengatakan periode dengan aktivitas perlintasan tertinggi terjadi pada Juni 2026.
“Peak season-nya terjadi di bulan Juni. Itu bertepatan dengan hari libur sekolah di Indonesia maupun di Malaysia,” kata Azhar saat ditemui di Pelabuhan Dumai, Riau, Rabu (16/9).
Menurut Azhar, jumlah perlintasan pada Juni mencapai sekitar 23.500 orang. Selain Juni, aktivitas perlintasan juga meningkat pada April yang bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri, yakni lebih dari 16.000 perlintasan.
"Jadi memang peak season yang terjadi di Pelabuhan Dumai ini, yaitu terjadi di hari-hari besar seperti hari-hari libur, hari raya, dan juga hari Tahun Baru dan Natal ya," ujarnya.
Pelabuhan Internasional Dumai melayani perjalanan dari Indonesia menuju Malaysia maupun sebaliknya. Penumpang dapat menggunakan kapal feri cepat dari Dumai menuju Melaka dengan waktu perjalanan sekitar 2 jam 30 menit.
Selain untuk berobat, warga Indonesia juga melakukan perjalanan ke Malaysia untuk wisata maupun mengunjungi keluarga.
Azhar mengatakan warga negara asing yang masuk ke Indonesia melalui pelabuhan tersebut mayoritas berasal dari Malaysia. Mereka umumnya datang untuk tujuan wisata dan kunjungan keluarga.
"Warga negara asing yang masuk itu mayoritasnya Malaysia. Nah, dan memang mereka datang untuk bertujuan wisata dan tujuan kunjungan keluarga. Karena masih banyak orang-orang Indonesia yang di daerah sekitaran Sumatera ini masih bersaudara dengan di Malaysia, begitu juga orang-orang Malaysia yang di sana juga bersaudara dengan kita di sini," jelas Azhar.
Selain Malaysia, warga negara asing yang banyak melintas antara lain berasal dari Filipina, Myanmar, China, dan India. Azhar menyebut pelintas dari sejumlah negara tersebut lebih banyak datang untuk kepentingan pekerjaan.
"Karena memang kita tahu di Dumai ini kan wilayah industri dan Selat Malaka itu termasuk selat yang tersibuk juga ya untuk industri," ujar dia.
Azhar menjelaskan, pelintas asal Filipina dan Myanmar di antaranya merupakan kru kapal yang datang melalui Pelabuhan Dumai untuk kegiatan bongkar muat di kawasan industri.
Tingginya volume penumpang membuat petugas harus menjaga keseimbangan antara kecepatan dan ketelitian saat melakukan pemeriksaan.
Satu kapal dapat membawa sekitar 150 hingga 300 penumpang. Dalam sehari, terdapat sekitar tiga kapal untuk keberangkatan dan jumlah yang serupa untuk kedatangan.
Dengan asumsi rata-rata 200 penumpang per kapal, petugas dapat melayani sekitar 1.200 perlintasan untuk arus kedatangan dan keberangkatan dalam sehari.
"Dengan banyaknya volume ini, saya pikir tantangannya di Pelabuhan Dumai itu kita harus menyeimbangkan antara cepat dan teliti kali ya. Karena kalau kita berlama-lama untuk memeriksa orang di konter, itu akan terjadi penumpukan penumpang kan," tegas Azhar.
Berdasarkan pantauan kumparan di pelabuhan pada Rabu (16/9) pagi, penumpang yang hendak menyeberang dari Dumai menuju Melaka mulai berdatangan sekitar pukul 06.30 WIB.
Petugas terlihat membantu penumpang di sejumlah titik pelabuhan, termasuk mereka yang membutuhkan informasi mengenai proses perjalanan internasional. Antrean penumpang diarahkan oleh petugas sebelum memasuki tahapan pemeriksaan dokumen.
Pemeriksaan mulai dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah dokumen dinyatakan memenuhi ketentuan, penumpang dapat melanjutkan proses keberangkatan menuju Malaysia.
