Konten dari Pengguna

Generasi Millenial Harus Sadar Lingkungan!!!

Ahmad Rouf

Ahmad Rouf

Yakin, Usaha, Doa, Sampai

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ahmad Rouf tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Yayasan Kartini Indonesia bakal menggelar Festival Mata Air 2017 pada Sabtu-Minggu, 29–30 Juli 2017, di Telaga Sejuta Akar, Desa Bondo Kecamatan Bangsri, Jepara.

Ketua Panitia Festival Mata Air 2017, sekaligus Ketua Yayasan Kartini Indonesia, Hadi Priyanto mengatakan, kegiatan itu diharapkan akan meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya di kabupaten Jepara untuk menjaga kelestarian lingkungan alam.

"Banyak mata air-mata air yang debitnya berkurang dan bahkan mati karena tidak terawat dengan baik,” ujarnya, dalam siaran tertulis kepada Tribun Jateng, Selasa (11/7).

Dalam pelaksanaan kegiatan, Hadi menuturkan, Yayasan Kartini Indoensia menggadeng Forum Media Tradisional Kabupaten jepara, Barisan Tani Jepara, Kelompok Tani Muda Ihtiar Maju Kembang, dan Kelompok usaha bersama petani lele margo Mulyo Bondo.

Hadi menyatakan, perlu usaha bersama untuk menumbuhkan kembali perhatian dan kecintaan masyarakat melestarikan sumber mata air yang ada di daerahnya, dengan didasari sebuah keyakinan tentang nilai-nilai kebaikan dan keluhuran.

Kegiatan yang dikemas ekoreligi sebagai wujud menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan dan menumbuhkan kesadaran bahwa lingkungan adalah ciptaan Tuhan yang harus dijaga.

Sementara itu, kegiatan diantaranya diramaikan dengan ritual ruwatan mata air; sarasehan dengan tema Teologi Bumi, Antara Iman dan Pelestarian Alam; serta diseminasi Informasi Pelestarian Mata Air Melalui Seni Tradisional.

Selain itu juga digelar lomba menulis bagi pelajar SD dan SMP; pembuatan demplot pemanfaatan pekarangan rumah; penanaman pohon penghijauan; pemutaran film; pribumisasi fashion carnival; panggung sastra alam lestari; pentas musik; dan penebaran bibit ikan.

Abad 21, dimana teknologi menjadi tanda kemajuan jaman. kecanggihan technologi mengantarkan kemudahan informasi, tak terelakkan anak usia dini sudah akrab dengan technologi dan abai dengan lingkungan sekitar.

Generasi di era technologi yang disebut generasi millenial, sudah semestinya tidak boleh terlena dengan kecanggihan technologi dan melupakan lingkungan. Pada dasarnya, kearifan lokal dapat menjadi kekuatan jika dikelola dengan baik.