Ramadhan yang Sama, Ramadhan yang Beda

Universitas Negeri Jakarta
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Ahmad Syamil Ell Islami tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ramadhan 2022, membuat kita kembali dekat
Ramadhan tahun 2022 ini bisa dibilang "masa peralihan" pandemi Covid-19. Masyarakat sudah banyak yang divaksin, kasus positif sudah mulai menurun, dan kita sudah bisa mudik lebaran. Semuanya kembali dekat, buka puasa bersama sudah boleh, bisa kumpul bersama keluarga dan teman-teman. Jelas sebuah "peningkatan' dibandingkan 1-2 tahun yang lalu.
Saya bersyukur bisa sahur dan berbuka di hari pertama puasa bersama keluarga, lengkap dengan ayah, ibu dan adik. Rasanya seperti kembali ke tiga tahun lalu di masa sebelum Covid-19 ada. Saat ini pun sudah ada lagi yang membangunkan sahur dengan cara keliling beramai-ramai.
Salat tarawih juga sudah bisa berjemaah lagi di mesjid dengan taat prokes. Rasanya indah sekali bisa melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan "seperti biasanya". Ingin rasanya seperti ini lagi di Ramadhan tahun depan. Semoga pandemi juga sudah berakhir, jadi bisa lebih gembira lagi dengan datangnya bulan spesial, bulan penuh berkah, Ramadhan.
