Menjaga Self Esteem: PMM Brahma Nawasena UMM Peduli Kesehatan Mental Anak SD

PMM Kelompok 7 Gelombang 7 Universitas Muhammadiyah Malang 2024
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari PMM Brahma Nawasena tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memberikan kesempatan mereka untuk mengeksplorasi dan merefleksikan diri sendiri, kita membekali mereka dengan keterampilan dan wawasan yang akan mendukung mereka sepanjang perjalanan hidup mereka. Jadi, mari kita dorong anak-anak kita untuk menikmati proses ini dan merayakan penemuan diri mereka!
Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) merupakan program yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang https://umm.ac.id. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini dilaksanakan di dekat wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tepatnya di SDN Ngadisari 1. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa dilakukan mulai dari tanggal 18 Juli 2024 - 19 Agustus 2024. Kelompok PMM 7 Gelombang 7 dikoordinator oleh Valeent Roynald Subakti dengan anggota yaitu Dinda Ratna Triramadhani, Ainun Nikmah, Ailsa Wendi Salsabila, dan Muhammad Taufik Mustofa. Kelompok PMM ini juga dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Putri Saraswati, S.Psi., M.Psi.
SDN Ngadisari 1 beralamat di Desa Ngadisari, Dsn. Wanasari Kec. Sukapura, Kab. Probolinggo, Jawa Timur. SDN Ngadisari 1 merupakan sekolah yang menggunakan sistem pembelajaran kelas rangkap, model pembelajaran ini menggabungkan beberapa siswa yang terdiri dari dua atau tiga tingkatan kelas dalam satu kelas dengan pembelajaran yang diberikan satu guru. Pembelajaran kelas rangkap merujuk pada suatu bentuk pembelajaran yang mensyaratkan seorang guru mengajar dalam satu ruangan kelas, pada saat yang sama, serta menghadapi dua tingkat kelas yang berbeda. Maka, dengan model pembelajaran kelas rangkap, murid dari dua kelas dapat bekerja secara sendiri-sendiri di ruangan yang sama, namun masing-masing duduk di sisi ruang kelas yang berlainan dan diajarkan program yang berbeda oleh satu guru. Model pembelajaran ini diterapkan karena kurangnya tenaga pengajar, belum meratanya penyebaran distribusi guru di daerah terpencil, letak geografis sekolah yang jauh dari jangkauan, terbatasnya sarana transportasi umum, dan faktor demografis dimana sekolah kekurangan peserta didik dikarenakan jarak dengan SD lainnya berdekatan, dan persebaran penduduk di usia sekolah sedikit.
PMM Brahma Nawasena mengajak siswa-siswi untuk belajar diluar akademik, yaitu belajar mengenal diri sendiri. Di setiap langkah perjalanan belajar anak-anak, ada momen-momen yang sangat berharga dalam membantu mereka tumbuh dan berkembang dengan baik. Salah satu momen tersebut adalah ketika mereka mengisi worksheet mengenal diri sendiri. Tugas ini mungkin tampak sederhana, tetapi memiliki dampak yang mendalam dan luas pada perkembangan mereka.
Siswa-siswi diminta untuk mengisi worksheet yang berisi poin-poin: hal-hal yang suka untuk dilakukan, kekuatan pada diri sendiri, momen yang berkesan dan membuat bangga, hobi, impian dan keinginan yang ingin diraih.
Beberapa tujuan dan pentingnya mengenal diri pada anak-anak sekolah dasar, adalah:
1. Memahami Identitas Pribadi
Worksheet mengenal diri sendiri dirancang untuk membantu anak-anak mengeksplorasi dan memahami siapa mereka sebenarnya. Dengan pertanyaan-pertanyaan tentang minat, hobi, kekuatan, dan impian mereka, anak-anak belajar untuk mengidentifikasi apa yang mereka sukai dan apa yang membuat mereka unik. Ini adalah langkah awal yang penting dalam membangun rasa percaya diri dan pemahaman diri.
2. Meningkatkan Kesadaran Emosional
Saat anak-anak mengisi worksheet ini, mereka sering diminta untuk menggambarkan perasaan mereka atau situasi yang membuat mereka merasa bahagia atau sedih. Aktivitas ini membantu mereka belajar mengenali dan mengelola emosi mereka dengan lebih baik. Kemampuan untuk mengungkapkan perasaan adalah keterampilan penting yang akan membantu mereka dalam hubungan interpersonal dan kesehatan mental sepanjang hidup mereka.
3. Mengembangkan Keterampilan Refleksi
Dengan menjawab berbagai pertanyaan tentang diri mereka sendiri, anak-anak dilatih untuk berpikir secara reflektif. Ini berarti mereka belajar untuk melihat kembali pengalaman mereka, mengevaluasi kekuatan dan kelemahan mereka, serta membuat keputusan yang lebih baik di masa depan. Keterampilan refleksi ini adalah fondasi penting untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang bijaksana.
4. Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi
Worksheet mengenal diri sendiri sering kali melibatkan penulisan atau gambar. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat meningkatkan keterampilan komunikasi mereka, baik dalam bentuk verbal maupun non-verbal. Mereka belajar untuk mengekspresikan diri mereka dengan lebih jelas dan efektif, yang sangat penting dalam interaksi sehari-hari.
5. Memperkuat Koneksi dengan Orang Lain
Ketika anak-anak berbagi hasil dari worksheet mereka dengan teman atau keluarga, mereka membangun koneksi yang lebih dalam dengan orang-orang di sekitar mereka. Ini juga memberi kesempatan bagi orang dewasa untuk memberikan dukungan dan umpan balik yang positif, yang pada gilirannya memperkuat hubungan dan rasa keterhubungan.
6. Menyemai Rasa Ingin Tahu dan Eksplorasi
Mengisi worksheet tentang diri sendiri dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan dorongan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang diri mereka dan dunia di sekitar mereka. Ini adalah langkah awal dalam perjalanan belajar yang lebih luas, di mana anak-anak merasa termotivasi untuk terus belajar dan tumbuh.
Worksheet mengenal diri sendiri penting diberikan untuk selingan media pembelajaran. Ini adalah alat penting yang dapat membantu anak-anak memahami siapa mereka, apa yang mereka rasakan, dan bagaimana mereka dapat berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka.
