Aditya Tetap Bersemangat Meraih Prestasi Meski di Masa Pandemi

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Tulisan dari Aina Rodhotul Zuhriyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dikala pandemi semua kegiatan banyak terhenti. Selain karena menghindari penyebaran virus Covid-19, juga karena banyaknya pembatasan sosial. Namun dengan adanya kemajuan teknologi, banyak kegiatan yang dialihkan secara daring. Salah satunya adalah Muda Mendunia Festival.
Muda Mendunia Festival merupakan salah satu acara perlombaan pada bidang kesenian yang diadakan oleh Kementerian Minat dan Bakat Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Ajang ini berskala Nasional untuk menyalurkan bakat-bakat mahasiswa di seluruh Indonesia, Muda Mendunia Festival 2021 sendiri diadakan dari tanggal 26 Juni 2021 hingga 25 Juli 2021.
Aditya Fatmandadika Qarnain adalah salah satu peserta lomba Muda Mendunia Festival cabang baca puisi. Ia mengatakan bahwa ini merupakan salah satu langkah untuk mencari prestasi dikala pandemi. Walaupun banyak kegiatan yang terbatas, tetapi untuk berkreativitas tidak ada batasnya.
Menurut saya pun ini adalah kesempatan yang baik. Banyak perlombaan yang dialihkan ke daring. Hal ini memudahkan kita untuk mengikuti segala kegiatannya karena tidak harus langsung datang ke tempat kegiatan tersebut.
“Saya mengikuti perlombaan ini ya dikarenakan memang dari latar belakang saya yang dari dulu berkecimpung di dunia sastra sejak kecil, disuapin sastra sejak lahir mungkin, nah maka dengan itu saya ingin mengikuti kompetisi ini yang berskala Nasional di lingkup kemahasiswaan karena saya sudah pernah merasakan lingkup Nasional di lingkup pelajar, nah disini saya ingin mencoba kembali di lingkup mahasiswa" ujar Aditya saat ditanya mengenai alasan mengikuti perlombaan ini.
Puncak acara Muda Mendunia Festival diselenggarakan pada 24 Juli 2021. Pengumuman pemenang lomba pun diumumkan pada malam itu melalui via online dan live streaming Youtube Bakat Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Aditya berhasil meraih juara 3 pada cabang puisi. Ini artinya apapun dan bagaimanapun kita tetap bisa berprestasi. Walaupun keadaan pandemi, kita seharusnya juga dapat memanfaatkan kegiatan yang ada. Adanya pandemi kegiatan hanya dibatasi tetapi bukan dihentikan.
Aditya juga mengutip sepenggal kalimat dari Arthur Schopenhauer seorang filsuf Jerman yang melanjutkan tradisi filsafat pasca-Kant yaitu "To live is to suffer, to survive is to some meaning in the suffering". "Jadilah seorang yang menantang masa depan, bukan pengecut yang aman di zona nyaman" pesan Aditya.
