Resensi Mawar Jepang: Perempuan Pilot Kamikaze yang Dibungkam oleh Sejarah
Tulisan dari Ainatun Nabilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat sepenggal kalimat di dalam novel ini yang berkata, "Bangsa ini akan mengambil siapa pun yang siap mati untuknya."
Sinopsis:
Novel Mawar Jepang ini bergenre sejarah fiksi dan ditulis oleh Rei Kimura yang merupakan seorang pengacara. Novel ini terbit pada tahun 2011. Novel Mawar Jepang terinspirasi dari satu kepingan sejarah pada perang kontroversial di jepang. Cerita lama yang ditulisnya banyak mengandung kejadian-kejadian penting dan mengesankan di masa lalu dan masih berkaitan dengan sejarah. Membuat wanita itu ingin sebagai pilot Kamikaze.
Pada awalnya, terdapat seorang perempuan sejarawan bernama Mayumi Onodera. Ia bertemu dengan produser acara dokumenter di NHK bernama Sugamo Arai. Arai meminta Mayumi untuk menggali sejarah Jepang mengenai rahasia yang disembunyikan dalam sejarah perang dunia II. Arai mendapati kejanggalan di mana nama Sayuri Miyamoto ada di daftar masuk. Tetapi, tak ada satu pun catatan yang menunjukan bahwa ia pernah keluar. Ada satu nama yang tidak ada di daftar masuk tetapi muncul di daftar keluar, yaitu bernama lengkap Rika Kobayashi. Akhirnya Mayumi menyanggupi permintaan Arai. Mayumi berhasil menghubungi seseorang bernama Rika Kobayashi. Akhirnya setelah segala penjelasan yang Mayumi jelaskan, Sayuri Miyamoto bersedia menceritakan pengalamannya yang tidak terbayangkan pada masa itu.
Pada saat itu, Jepang berhasil menghancurkan pangkalan Amerika bernama Pearl Harbor di Hawai. Pada masa perang seperti itu, keadaan sangat sulit. Adik laki-lakinya harus melaksanakan wajib militer, berperang untuk negara. Keesokan harinya, Hiro berangkat bersama peserta lainnya. Pada suatu hari, Sayuri telah memutuskan untuk berangkat ke Tokyo dengan beralasan ingin mencari Hiro, Adiknya.
Sayuri berangkat bersama teman masa kecilnya bernama Reiko. Setelah sampai di Tokyo, mereka berdua menjadi seorang perawat perang. Tidak lama dari situ, akhirnya Sayuri bertemu dengan adiknya, Hiro. Hiro pun diberangkatkan ke suatu pulau yang bernama Singapura. Sayuri mendapat kabar Kalau kapal yang ditumpangi oleh adiknya Hiro telah tenggelam di torpedo oleh kapal selam Amerika. Semua muatan dan yang berlayar dengannya tak ada yang selamat. Sebelum pihak militer mengeluarkan daftar orang yang tenggelam bersama dengan Hiro Maru, Sayuri sudah mengetahui bahwa Adiknya telah tiada. Akan tetapi pada hari berikutnya, ketenangan itu berubah menjadi amarah yang bergelora. Sayuri bersumpah, ia akan membalas mereka karena sudah membunuh Adiknya. Berbekal informasi yang ia dapatkan dari anggota militer lainnya, Sayuri pun pergi ke pusat perekrutan dan menyatakan ia ingin masuk anggota pilot Kamikaze. Namun ia ditolak dikarenakan ia merupakan seorang perempuan dan ditawari untuk berkerja sebagai juru masak.
“Tapi, Hasrat dihati orang-orang muda untuk berkorban kepada bangsanya tidak boleh diajukan atau diubah begitu saja, dan saya berpikir kalau setidaknya yang bisa saya tawarkan kepadamu adalah pekerjaan di pangkalan udara ini. Kami memang membutuhkan Juru Masak, memang sama sekali bukan yang kau harapkan ketika datang kemari, tapi ini Hal terbaik yang bisa saya tawarkan kepadamu, bekerja di pangkalan udara dan melayani pilot kita. Bagaimanapun, dengan memberi makan pilot ini kau secara tak langsung terlibat dalam misi mereka. Kau akan masuk dari salah satu satu beberapa perempuan di pangkal ini dan seperti yang akan kau lihat pada dasarnya ini adalah camp khusus laki-laki" kata salah satu staff perekrutan pilot Kamikaze tersebut.
Akhirnya, Sayuri hanya diizinkan untuk membantu di dapur. Sayuri pun menerima tawaran tersebut dan tugasnya memastikan semua anggota pilot mendapatkan makanan enak. Setelah beberapa lama sebagai juru masak, Sayuri memiliki ide gila. Ia mungkin bisa bergabung dan membalas dendam jika ia menyamar sebagai laki-laki. Ia pun menjalankan rencana tersebut dengan baik. Tidak ada seorang pun yang menyadarinya.
Melalui tipu muslihat ia dan sedikit keberuntungan, dia berhasil menyusup sebagai relawan pilot Kamikaze dan menyamar sebagai laki-laki. Tak lama Sayuri menemukan cinta pertamanya yang bernama Takushi dan ia orang yang satu-satunya yang mengetahui kalau Sayuri adalah seorang perempuan. Demi cintanya pada Takushi dan membalas dendam, Sayuri menerima misinya. Ia dan Takushi berada dalam misi yang sama dan mereka berjanji untuk mati bersama-sama.
Dan hari itu pun tiba, Takushi telah berhasil menabrakan pesawatnya ke kapal musuh dan pesawat Sayuri terkena tembakan dari musuh. Pesawat mereka akhirnya meledak dan terjatuh ke laut. Beberapa hari ia ditahan oleh sekutu dan tidak lama ada pertukaran tahanan dan Sayuri kembali ke Jepang. Pilot yang gagal menjalankan misi sebagai pilot Kamikaze dihina habis-habisan. Bahkan penyamarannya sebagai perempuan pun berakhir di sini. Sayuri akan tetap dibiarkan hidup dengan syarat ia tidak boleh menghubungi anggota keluarganya. Ia juga dilarang untuk memakai nama Sayuri Miyamoto. Sayuri juga harus hidup dengan nama Rika Kobayashi untuk selamanya.
Kelebihan Novel:
Cerita ini mengandung jiwa patriotisme seorang gadis jepang, yang berani membela negara. Novel ini juga membuat para pembaca turut larut dalam keberanian dan semangat dalam mencintai tanah airnya. Novel ini juga menceritakan kisah cinta sejati terhadap negara, keluarga, sahabat dan kekasihnya. Serta novel sejarah ini sangat bagus untuk para pembaca.

