Konten dari Pengguna

Motif Alasan Orang Memegang Uang

Sania Ain Aulia

Sania Ain Aulia

Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sania Ain Aulia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://www.shutterstock.com/image-photo/500-euro-bills-banknotes-money-european-340360289
zoom-in-whitePerbesar
https://www.shutterstock.com/image-photo/500-euro-bills-banknotes-money-european-340360289

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia uang merupakan alat tukar atau standar pengukur nilai (kesatuan hitungan) yang sah, dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara berupa kertas, emas, perak, atau logam lain yang dicetak dengan bentuk dan gambar tertentu. Dimana uang yang diminta sepenuhnya dipengaruhi oleh seberapa besar pendapatan untuk membeli atau memproduksi suatu barang. Sehingga menurut teori preferensi likuiditas Keynes terdapat motif alasan seseorang memegang uang, antara lain:

Motif Transaksi

Seseorang pasti akan membutuhkan uang dalam jumlah jumlah yang banyak ketika melakukan transaksi yang juga banyak. Sehingga semakin banyak transaksi, maka akan semakin banyak pula uang yang akan diminta. Sebaliknya, jika transaksi yang dilakukan semakin sedikit maka uang yang dipegang juga akan sedikit.

Kegiatan transaksi juga berhubungan dengan pendapatan yang dimiliki seseorang. Ketika pendapatan semakin tinggi maka transaksi yang dilakukan juga semakin tinggi. Sebaliknya, jika pendapatan seseorang yang didapat kecil maka otomatis transaksi yang dilakukan juga kecil. Contoh : membeli bahan makanan, membayar UKT

Motif berjaga-jaga

Motif ini bertujuan untuk antisipasi terhadap kebutuhan yang tidak terduga atau di luar rencana. Banyaknya uang yang dipegang untuk motif berjaga-jaga ini dipengaruhi oleh pendapatan seseorang. Contoh : pembayaran keadaan – keadaan darurat seperti sakit, kecelakaan, dan lain – lain.

Motif spekulasi

Salah satu tujuan seseorang memegang uang adalah untuk menyimpan kekayaan. Menyimpan kekayaan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu menyimpan uang dalam bentuk uang dan menyimpan uang dalam bentuk obligasi.

Ketika suku bunga naik, permintaan uang akan sedikit karena orang lebih menyukai pembelian obligasi. Sedangkan ketika suku bunga mengalami penurunan, maka orang lebih menyukai memegang uang. Contoh : membeli saham dan obligasi, membeli tanah, menabung di bank.