Konten dari Pengguna

Vaksinasi Karyawan Rumah Sakit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aine Artalia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Satu Suntikan untuk Saling Melindungi: Mengapa Karyawan Rumah Sakit Perlu Imunisasi Campak?

Dokumentasi Penulis sebagai Vaksinator RSUD Caruban Madiun
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Penulis sebagai Vaksinator RSUD Caruban Madiun

Kalau mendengar kata campak, mungkin sebagian dari kita langsung teringat penyakit anak-anak.Namun, campak bukan sekadar penyakit masa kecil yang sudah kita lupakan. Di tengah aktivitas rumah sakit yang setiap hari mempertemukan banyak orang, campak masih menjadi penyakit yang perlu diwaspadai.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025 terdapat 63.769 kasus suspek campak di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 11.094 kasus terkonfirmasi secara laboratorium dan 69 orang meninggal dunia. Pada awal 2026, kasus campak juga masih ditemukan di sejumlah daerah.

Angka tersebut mengingatkan kita bahwa campak masih ada dan masih bisa menular.

Setiap hari, rumah sakit menjadi tempat bertemunya pasien, keluarga, dokter, perawat, tenaga kesehatan, petugas administrasi, petugas kebersihan, hingga berbagai tenaga pendukung lainnya.

Kita mungkin tidak pernah tahu siapa yang sedang membawa penyakit menular ketika pertama kali masuk ke rumah sakit.

Bagi karyawan rumah sakit, kontak dengan pasien adalah bagian dari pekerjaan. Karena itu, perlindungan terhadap penyakit menular bukan hanya untuk pasien, tetapi juga untuk orang-orang yang memberikan pelayanan.

Salah satu bentuk perlindungan tersebut adalah imunisasi dan tidak hanya soal mendapatkan imunisasi tetapi terdapat sebuah pesan sederhana yaitu “Saya ingin melindungi diri saya dan bukan menjadi sumber penularan bagi orang lain.”

Kementerian Kesehatan pada April 2026 bahkan memulai program imunisasi Measles-Rubella (MR) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan di wilayah dengan kasus campak tinggi. Program tersebut menyasar ratusan ribu tenaga kesehatan sebagai bagian dari upaya melindungi mereka sekaligus memutus rantai penularan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Karyawan RSUD Caruban Madiun

Sebagai salah satu sasaran di Kabupaten Madiun untuk mendapatkan vaksin tersebut dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur selain RSUD Dolopo. Sehingga April 2026 sekitar 85% karyawan telah melakukan imunisasi campak dosis 1, dan bulan agustus 2026 ini melengkapi perlindungan dengan mendapatkan dosis 2.

Tentu, keputusan pemberian vaksin tetap perlu memperhatikan riwayat imunisasi, kondisi kesehatan, serta ketentuan yang berlaku. Edukasi dan skrining sebelum imunisasi juga penting agar setiap karyawan mendapatkan informasi yang benar.

Perlindungan tidak berhenti pada vaksin. Imunisasi adalah salah satu bagian dari perlindungan.

Di rumah sakit, kita tetap perlu membiasakan hal-hal sederhana: mencuci tangan, menggunakan alat pelindung diri sesuai risiko, menerapkan etika batuk dan bersin, mengenali gejala penyakit menular, serta segera melapor apabila mengalami gejala yang dicurigai. Semua kebiasaan tersebut saling melengkapi. Karena mencegah infeksi bukan pekerjaan satu orang.

Dokumentasi Penulis sebagai PIC dan Vaksinator RSUD