Konten dari Pengguna

Fokus Karir atau Organisasi? Dilema Mahasiswa di Tengah Quarter Life Crisis

Aisah Imaydah

Aisah Imaydah

Mahasiswi Sastra Indonesia Universitas Pamulang, Universitas Swasta di Indonesia

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aisah Imaydah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjadi mahasiswa saat ini tidak hanya dituntut memiliki IPK tinggi, tetapi juga aktif organisasi, membangun relasi, hingga mempersiapkan karir sejak dini. Tidak sedikit mahasiswa yang akhirnya merasa dilema menentukan fokus di tengah quarter life crisis dan tekanan masa depan.

ilustrasi arah tujuan (sumber: https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi arah tujuan (sumber: https://pixabay.com)

Seringkali muncul perdebatan di benak mahasiswa maupun di ruang publik mengenai fokus pada karir masa depan atau organisasi. Keduanya penting, tergantung dari segi mana kita memandangnya. Untuk mereka yang sudah siap memulai karir, pastinya akan memiliki jam terbang lebih tinggi ketika menjadi fresh graduate.

Sisi positifnya, pribadi terbiasa dengan ritme bekerja dan tidak sulit mendapat pekerjaan baru karena sudah berpengalaman dibandingkan kandidat lain. Namun, perlu diperhatikan bahwa memulai karir dari nol juga tidak semudah menjentikkan jari. Diperlukan usaha lebih, mulai dari mempelajari bidang yang ingin ditekuni. Lalu, harus mampu manajemen waktu karena baik pekerjaan maupun perkuliahan memiliki deadline yang harus ditepati.

ilustrasi pekerjaan (sumber: https://pixabay.com)

Di zaman serba mudah seperti saat ini, banyak platform yang menyediakan course online gratis dan berbayar. Tentunya course berbayar akan lebih kompatibel, mudah diakses, dan terhindar dari iklan. Salah satu course online pengembangan skill yang banyak digunakan yakni MySkill.

Berbanding lurus dengan skill yang dibutuhkan di dunia kerja, peran organisasi juga mempengaruhi. Sebagian besar efek samping mengikuti sebuah organisasi akan menambah dan mengasah skill mahasiswa. Biasanya muncul skill seperti public speaking, teamwork, leadership, problem solving dan crithical thingking. Adanya skill tersebut membantu kita ketika mulai bekerja. Tidak seperti memilih karir, organisasi lebih fleksibel karena waktunya jarang yang bentrok dengan jadwal perkuliahan.

ilustrasi organisasi mahasiswa (sumber: https://pixabay.com)

Jadi, pilihan antara karir dan organisasi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhanmu. Karir memang menggiurkan karena kita mendapat timbal balik berupa materi. Tetapi, organisasi juga membantu memperkuat relasi sambil mempersiapkan karir dengan matang.