Decidophobia Bagi Remaja: Dapat Menghambat Perkembangan?

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Binus University
Tulisan dari Aisfarsya Qurrata Ayuni tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah anda merasa kesulitan saat menentukan keputusan? Hal ini seringkali terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Anggap saja anda dihadapkan oleh situasi dimana harus memilih bagaimana anda akan bertindak. Keputusan itu mungkin berpengaruh pada kehidupan anda dalam beberapa aspek. Pastinya anda merasa khawatir dan berhati-hati dalam menentukan sikap anda. Namun, jika rasa khawatir anda sangat mendominasi bahkan cenderung berlebihan, janganlah bingung. Decidophobia, itulah sebutan istilah dari keadaan tersebut.
Apa itu Decidophobia?
Filsuf Princeton W. Kaufmann memperkenalkan Decidophobia melalui bukunya yaitu “Without Guilt and Justice” yang dipublikasikan pada tahun 1973. Menurutnya, Decidophobia berasal dari bahasa Latin “de-cido” yang artinya memutuskan dan bahasa Yunani “fobia” yang artinya takut.
Decidophobia merupakan rasa takut berlebih yang dialami seseorang saat menentukan pilihan. Seseorang yang mengalami hal ini, cenderung mengalami rasa khawatir yang tinggi dan dapat mengalami serangan panik atas kemungkinan konsekuensi yang akan terjadi.
Orang yang mengidap Decidophobia dapat memakan waktu yang lama untuk menentukan keputusannya. Tidak jarang, mereka meminta bantuan orang lain atas keputusan yang akan dibuatnya. Bahkan mereka akan menghindari keadaan dimana mereka harus menentukan keputusan sendiri. Tentunya, hal ini merupakan situasi yang tidak diinginkan pada remaja yang sedang berkembang.
Ciri-ciri orang yang mengalami Decidophobia
Menurut All About Counseling, gejala dari Decidophobia cukup beragam dari gejala ringan hingga gejala akut. Gejala yang terjadi mirip dengan gejala anxiety maupun serangan panik. Beberapa gejalanya yaitu:
- Mengalami anxiety pada saat menentukan keputusan.
Pengidap Decidophobia biasanya merasakan anxiety atau khawatir berlebih seperti mengalami serangan panik, tegang, ataupun berkeringat.
- Cenderung menghindar saat harus memutuskan sesuatu.
Saat merasa akan disuruh memilih keputusan, pengidap Decidophobia cenderung menghindar karena hal ini merupakan situasi terburuk bagi mereka.
- Bergantung pada orang lain.
Saat memilih keputusan, pengidap Decidophobia biasanya melibatkan keputusan orang lain. Mereka akan menanyakan kepada banyak orang mengenai pilihan-pilihan yang ada.
Kenapa dapat mengganggu perkembangan remaja?
Fase remaja merupakan masa prima dimana kita dapat mengembangkan diri kita untuk menjadi lebih baik. Dalam fase ini, kita belajar banyak hal baru di kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan profesional. Pada masa perkembangan, kita dihadapi oleh banyak rintangan, dimana kita akan berpikir mengenai apa langkah yang akan kita ambil. Banyak sekali kesempatan bagus yang akan menjadi pembelajaran. Tentunya, kita harus memikirkan apakah kesempatan tersebut harus diambil atau tidak. Maka dari itu, menentukan keputusan merupakan hal yang penting. Walaupun hal ini termasuk masalah ringan, tetapi efeknya dapat dilihat pada jangka waktu yang panjang.
Menentukan keputusan dapat secara alami mengembangkan mindset kita, membiasakan untuk mandiri dan juga mendewasakan diri kita. Karena, kita dapat berfikir secara alami mengenai apa yang akan kita lakukan beserta konsekuensi, rencana cadangan, dan hal lainnya. Sangat disayangi, Decidophobia membuat pengidapnya harus terus bergantung dengan orang lain. Dibutuhkan solusi yang tepat untuk meninggalkan Decidophobia.
Solusi menghindari Decidophobia
- Buatlah keputusan disaat situasi terbaik.
Menurut saya, situasi terbaik terjadi pada saat waktu luang. Dalam situasi ini, biasanya pikiran anda lebih terbuka dan hati anda lebih tenang. Sehingga, keputusan yang dibuat dapat dipikirkan secara lebih matang tanpa adanya penyesalan.
- Terbuka pada segala kemungkinan.
Janganlah hanya terpaku pada keberhasilan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Pikirkanlah segala kemungkinan baik positif maupun negatif.
- Mengubah cara pandang.
Tidak hanya memikirkan pendapat pribadi, melainkan kita perlu memposisikan diri dengan perspektif orang lain.
- Hindari tarot ataupun ramalan dalam membuat keputusan.
Hasil dari tarot ataupun ramalan tidak selalu benar. Hindari mempercayai ramalan tarot secara berlebihan karena jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan, anda dapat merasa kecewa.
- Meditasi dan treatment terapi untuk mengurangi Decidophobia.
Anda dapat berkonsultasi dengan pihak profesional seperti psikiater ataupun psikolog. Jika tidak memungkinkan, anda bisa bicarakan keluhan anda dengan orang terdekat seperti orang tua ataupun sahabat anda.
