kumparan
7 Apr 2018 23:24 WIB

BNI Taplus Bisnis Video & Writing Competition with Kumparan – Pijar Psikologi

Apa yang membuat kita menjadi manusia? Apakah jiwa? Atau raga? Atau justru keduanya? Raga biasa digunakan untuk makan, tumbuh dan berkembang, sekaligus bergerak.
ADVERTISEMENT
Tapi jiwa, dimana letaknya? Apa yang ia lakukan?
Sebagian besar orang mungkin tidak bisa menjawab dua pertanyaan terakhir di atas.
Jiwa – atau dalam istilah psikologi disebut mental, masih dianggap tabu oleh masyarakat Indonesia. Stigma masyarakat tentang mental dan gangguannya, lekat dengan image orang gila. Mereka menjadi acuh dan enggan membicarakan permasalahan mentalnya. Padahal kita semua punya. Itulah bagian yang menjadikan kita manusia, jiwa dan raga.
Inilah yang menjadi kegelisahan Regisda Machdy Fuadhy. S. Psi, Msc selama ini. Ia melihat orang-orang di sekitarnya masih meremehkan pentingnya pengetahuan tentang mental, baik kesehatan mental ataupun gangguan mental dan cara menanganinya.
Berbekal ilmu psikologi yang ia ampu selama menyelesaikan studi sarjana dan masternya, Regisda Machdy Fuadhy, S. Psi, Msc – biasa dipanggil Regis, memulai startup pertamanya: Pijar Psikologi.
Pijar Psikologi adalah media informasi psikologis dan kesehatan mental di Indonesia yang mulai berdiri sejak tahun 2015. Pijar Psikologi menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk belajar mengenali kegelisahan, pikiran, dan perasaan mereka – yang berarti belajar lebih mengenali diri mereka sendiri, menurut kaca mata ilmu psikologis. Tanpa penghakiman. Murni pengetahuan.
ADVERTISEMENT
Pijar Psikologi hadir dalam berbagai platform sosial media yang sekarang sangat akrab dengan generasi muda. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk diakses oleh mereka yang lebih tua. Informasi seputar kesehatan dan gangguan mental bisa dilihat lebih detail di website Pijar Psikologi.
Pijar Psikologi telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan sebagai partner konsultasi manajemen mental untuk karyawan-karyawan mereka. Kondisi mental yang terganggu memicu penurunan produktivitas kerja, bukan hanya di kantor, melainkan berdampak hingga kehidupan sehari-hari. Kondisi mental yang sehat adalah kunci menjalankan hidup dengan bahagia.
Sekarang, Pijar Psikologi juga membuka beberapa kelas tatap muka antara masyarakat dan psikolog yang bisa diikuti oleh siapapun. Di luar itu, Pijar Psikologi ingin menjangkau masyarakat yang lebih luas, yang mungkin tidak bisa mengakses kelas-kelas mereka karena permasalahan jarak, dengan membuka konsultasi gratis via email. Konsultasi gratis ini sejak awal tidak ditujukan untuk menyelesaikan permasalahan mental mereka. Melainkan mendorong masyarakat untuk mulai berani dan jujur mengungkapkan perasaan dan pikiran mereka.
ADVERTISEMENT
Harapan Pijar Psikologi ke depannya, tentu saja membuat masyarakat Indonesia lebih terbuka mata, telinga, dan hatinya bahwa kesehatan mental adalah hal penting yang harus kita ketahui bersama. Kini sudah saatnya menghapus stigma negatif tentang kesehatan mental, agar tidak semakin banyak orang yang menderita dalam diam. Mental memang bukanlah hal yang tampak di mata, oleh sebab itu kita patut membicarakannya.
Lain kali kita mendengar kata “mental” jangan hanya berpikir tentang orang gila, tapi berpikirlah tentang manusia.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan