Konten dari Pengguna

BBK 6 UNAIR Gelar Edukasi TOGA, Ajak Siswa SDN Cerme Hidup Sehat Sejak Dini

Aisyah Syafaanurani

Aisyah Syafaanurani

Medical Student at Airlangga University

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aisyah Syafaanurani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siswa SDN Cerme mengikuti penyuluhan interaktif tentang TOGA yang diberikan oleh mahasiswa KKN-BBK 6UNAIR, Sabtu (19/7/2025)
zoom-in-whitePerbesar
Siswa SDN Cerme mengikuti penyuluhan interaktif tentang TOGA yang diberikan oleh mahasiswa KKN-BBK 6UNAIR, Sabtu (19/7/2025)

Lamongan – Sabtu, 19 Juli 2025 menjadi momen berharga bagi para siswa SDN Cerme, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Mereka mengikuti kegiatan edukasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang digelar oleh mahasiswa KKN-BBK 6 UNAIR.

Program ini bertujuan untuk mengenalkan manfaat tanaman herbal sekaligus mengajarkan cara budidayanya. Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, siswa belajar langsung mengenai berbagai jenis tanaman obat yang bisa dimanfaatkan untuk kesehatan keluarga.

Acara diawali dengan jalan sehat dan senam pagi bersama. Suasana pagi itu terasa ceria ketika siswa, guru, dan mahasiswa KKN berbaur dalam kegiatan pembuka yang penuh semangat. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menanamkan pentingnya pola hidup sehat sebelum menerima materi utama

Seusai pemanasan, siswa mengikuti penyuluhan interaktif mengenai TOGA. Mereka diperkenalkan pada beberapa tanaman herbal yang mudah ditemukan di sekitar rumah terutama seperti sambiloto, temulawak, kumis kucing dan sirih hijau.

Materi disampaikan secara sederhana melalui alat peraga dan visualisasi agar mudah dipahami anak-anak. Para peserta terlihat antusias saat mengetahui manfaat kesehatan dari setiap tanaman mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh hingga menjadi obat tradisional untuk beberapa penyakit ringan.

Kegiatan ini berlanjut dengan praktik penanaman TOGA. Siswa dibagi menjadi kelompok per kelas dan diajak menanam bibit tanaman obat menggunakan botol plastik dan pot bekas. Selain mempelajari cara menanam mereka juga mendapat edukasi tentang menfaatkan barang bekas sebaik mungkin untuk mengurangi sampah plastik.

Sebelum acara ditutup, siswa juga diajak mengikuti sesi refleksi bersama, di mana mereka bebas menyampaikan pengalaman dan pemahaman baru yang didapat selama kegiatan. Beberapa siswa yang menjadi perwakilan mengungkapkan rasa senangnya bisa menanam tanaman obat sendiri.

Melalui program kerja ini mahasiswa KKN-BBK 6 UNAIR ingin menunjukkan bahwa edukasi sederhana dapat memberi dampak besar, langkah kecil ini juga dapat membantu pelestarian lingkungan dan menciptakan ruang hijau di desa.

Sebagai penutup, disampaikan imbauan kepada siswa dan masyarakat agar dapat mengoptimalkan penggunaan pekarangan rumah untuk menanam TOGA. Dengan menanam tanaman obat keluarga di lingkungan sekitar, diharapkan masyarakat tidak hanya turut menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki akses langsung terhadap bahan-bahan alami yang bermanfaat bagi kesehatan dan lingkungan.