Harmoni dalam Keberagaman: Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila sebagai Landasan

Mahasiswa Pendidikan Matematika UNJ
Tulisan dari Aisyah Cahya Argiyanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia dan keberagaman seolah memang ditakdirkan untuk selalu beriringan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, Indonesia tercatat memiliki 17.001 pulau. Pulau tersebut dihuni oleh kurang lebih 1.340 suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Bukan hal yang mengherankan, apabila dalam suatu lingkungan dihuni oleh berbagai macam suku bangsa.
Keberagaman dan Tantangannya
Keberagaman di Indonesia sejatinya bak pisau bermata dua. Keberagaman dapat menjadi keunggulan tersendiri, dengan warnanya yang menghiasi setiap sudut Indonesia dengan apik. Betapa menakjubkan, jika dibayangkan Indonesia yang merupakan wadah dari semua warna itu. Namun, disamping itu juga bisa menjadi pemicu disintegrasi bangsa.
Siapa yang menyangka, bahwa pertengkaran kecil mungkin saja menyulut api besar di kemudian hari. Seperti yang sering kita temui di media sosial, berbeda pendapat sedikit saja tak jarang menimbulkan kericuhan dimana-mana. Mereka dapat saling menyerang tanpa perlu senjata, hanya sebatas jari yang digunakan untuk saling membalas dengan komentar tak bernama.
Hal ini tentu tidak hanya terjadi satu atau dua kali, karena pencegahannya sendiri pun terbilang minim hasil. Kesadaran masing-masing orang jauh lebih diperlukan dalam hal ini. Karena tak ada gunanya larangan ataupun hukuman, apabila pelaku belum jera atas aksi yang diperbuatnya.
Kondisi masyarakat yang seperti ini, sama sekali tak mencerminkan semboyan negara kita Bhinneka Tunggal Ika. Perlu digaungkan lagi, bahwa keberagaman itu tak seharusnya menjadikan kita berselisih, keberagaman itu menguatkan kita. Keberagaman yang kita inginkan adalah yang bisa mempersatukan bangsa, bukan memecah belah kita.
Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila
Bukankah suatu negara akan indah, jika penduduknya saling menghargai dan menghormati? Padahal kita-kita juga yang akan merasakan kenyamanan apabila hidup berdampingan dengan toleransi. Lingkungan yang ramah dan damai, tetangga yang saling menolong tatkala kesulitan, serta masih banyak lagi.
Dengan menanamkan bahwa berbeda itu indah, bisa mengubah perspektif kita terhadap dunia. Kita akan mampu menghargai sesama, tanpa memandang darimana ia berasal. Kita berbuat baik pada siapa saja, tanpa membedakannya atas suatu apapun. Kita bisa hidup berdampingan dengan perbedaan, hanya jika terdapat toleransi dalam setiap celah yang ada.
Hanya berbekal toleransi, kita dapat mencipta suasana yang nyaman dan aman untuk ditinggali. Sesuai dengan sila ke-3 yang juga sejalan dengan semboyan kita, Persatuan Indonesia. Karena apa gunanya punya banyak pulau, banyak suku, keanekaragaman, namun penduduknya sendiri tak bersatu?
Kita tentu tak menginginkan Indonesia menjadi sasaran empuk bagi negara lain, untuk dipecah belah bangsanya. Toleransi sekecil apapun, bisa menjaga bangsa kita. Bisa membersamai kita dengan segala perbedaan yang ada. Terus ingat dan terapkan toleransi dimanapun kita berada. Jangan biarkan keberagaman itu memecah belah persatuan Indonesia.
Dalam hal ini, kesadaran diri merupakan poin utama. Oleh sebab itu, sadarlah dan tanamkan pancasila serta semboyan dalam diri kita. Jangan biarkan siapapun merusak keindahan Indonesia yang kita jaga sepenuh tenaga.
Selalu jadikan keberagaman sebagai suatu hal indah yang dapat menyilaukan mata siapapun yang melihatnya. Jadikan keberagaman sebagai melodi, yang hadirnya saling melengkapi satu dengan lainnya.
