As Long as the Lemon Trees Grow: Ketika Perang Menguji Cinta dan Keberanian

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Melodia Puspa Anjani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Identitas Buku
Judul: As Long as the Lemon Trees Grow
Penulis: Zoulfa Katouh
Penerjemah: Berliani Mantili Nugrahani & Esti Ayu Budihabsari
Penerbit: Mizan Pustaka
Tahun terbit: 2023
Cetakan: Cetakan I, April 2023
Jumlah halaman: 479 halaman
Genre: Fiksi
Bahasa: Indonesia
Sinopsis
As Long as the Lemon Trees Grow karya Zoulfa Katouh menceritakan Salama Kassab, seorang perempuan muda yang hidup di tengah perang Suriah. Setelah kehilangan keluarganya, Salama bekerja membantu merawat korban perang di rumah sakit. Di tengah trauma dan ketakutannya, ia terus dihantui sosok Khawf yang ternyata merupakan gambaran dari ketakutan dalam dirinya sendiri.
Salama kemudian bertemu Kenan Aljendi, seorang aktivis yang mendokumentasikan kondisi perang. Keduanya saling jatuh cinta, tetapi memiliki pilihan berbeda tentang masa depan. Salama ingin pergi demi keselamatan, sementara Kenan ingin tetap berjuang untuk negaranya. Mereka akhirnya harus menghadapi berbagai rintangan untuk menentukan masa depan mereka.
Resensi
Saya membaca As Long as the Lemon Trees Grow dalam versi bahasa Indonesia. Menurut saya, novel ini cukup menarik, tetapi bukan termasuk bacaan yang ringan. Dari awal membaca, saya sudah merasa bahwa cerita yang dibawa cukup berat karena banyak membahas perang, kehilangan, trauma, dan pilihan hidup. Namun, justru hal tersebut yang membuat saya terus ingin mengikuti ceritanya.
Hal yang paling menarik bagi saya adalah karakter Salama. Ia bukan hanya harus menghadapi keadaan perang di sekitarnya, tetapi juga harus berhadapan dengan ketakutannya sendiri. Sosok Khawf yang terus muncul dalam pikirannya menurut saya menjadi gambaran yang cukup kuat tentang bagaimana trauma dan rasa takut bisa memengaruhi seseorang. Saya suka bagian ini karena konflik Salama terasa bukan hanya berasal dari luar dirinya, tetapi juga dari pikirannya sendiri.
Saya juga merasa cerita ini berhasil membuat pembaca memahami bahwa perang tidak hanya tentang senjata dan pertempuran. Ada orang-orang biasa yang harus kehilangan keluarga, rumah, masa depan, bahkan harus memilih antara bertahan atau pergi. Salama yang tetap membantu korban di rumah sakit membuat saya melihat sisi lain dari perang, yaitu bagaimana seseorang masih berusaha berguna bagi orang lain meskipun dirinya sendiri sedang berada dalam kondisi yang sulit.
Kisah Salama dan Kenan juga menjadi bagian yang menurut saya menarik. Hubungan mereka tidak terasa seperti kisah cinta yang berdiri sendiri karena selalu berkaitan dengan keadaan perang yang mereka hadapi. Kenan yang ingin tetap memperjuangkan negaranya sementara Salama lebih memikirkan keselamatan membuat hubungan mereka memiliki konflik yang cukup kuat. Menurut saya, perbedaan tersebut justru membuat hubungan keduanya terasa lebih masuk akal karena mereka tidak selalu memiliki keinginan yang sama.
Namun, menurut saya, kekurangan novel ini adalah ceritanya cukup berat dan emosional. Ada beberapa bagian yang membuat saya merasa cerita berjalan cukup lambat karena penulis banyak menggambarkan kondisi dan perasaan tokohnya. Bagi pembaca yang lebih suka cerita ringan dan cepat, mungkin novel ini akan terasa agak melelahkan untuk diikuti.
Meskipun begitu, saya tetap merasa novel ini memberikan pengalaman membaca yang cukup berkesan. Saya tidak hanya mengikuti hubungan Salama dan Kenan, tetapi juga ikut melihat bagaimana mereka berusaha bertahan dalam keadaan yang sebenarnya tidak mereka pilih. Bagi saya, bagian tersebut menjadi kekuatan utama novel ini.
Setelah membaca novel ini, saya merasa novel As Long as the Lemon Trees Grow bukan sekadar cerita tentang cinta. Novel ini lebih banyak berbicara tentang kehilangan, keberanian, ketakutan, dan harapan. Walaupun ceritanya cukup berat, menurut saya justru itu yang membuat novel ini memiliki kesan tersendiri dan tidak mudah dilupakan setelah selesai dibaca.
Kesimpulan
Pada akhirnya, menurut saya novel ini berhasil menggabungkan kisah cinta dengan cerita tentang perang, kehilangan, dan harapan. Ceritanya memang cukup berat, tetapi ada pesan tentang keberanian dan keinginan untuk tetap bertahan di dalamnya. Novel ini membuat saya tidak hanya melihat perang sebagai sebuah peristiwa besar, tetapi juga dari sisi orang-orang yang harus menjalaninya. Perang ternyata dapat memengaruhi keluarga, hubungan, impian, bahkan keputusan seseorang mengenai masa depannya.
Rating
9/10
