Di Tengah Gempuran Musik Digital, Kaset Pita Masih Punya Cerita

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Melodia Puspa Anjani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jauh sebelum musik dapat dinikmati melalui layar telepon genggam, kaset pita menjadi salah satu teman bagi para penikmat musik. Suara lagu yang keluar dari tape recorder, kebiasaan membeli kaset di toko musik, hingga memutar album kesukaan di rumah menjadi bagian dari pengalaman mendengarkan musik pada masa itu. Kini, kebiasaan tersebut perlahan berubah seiring hadirnya teknologi digital yang menawarkan cara lebih praktis untuk menikmati berbagai lagu.
Bagi seorang pria berusia 53 tahun, kaset pita bukanlah sesuatu yang asing. Sejak sekitar tahun 1977, ia telah terbiasa mendengarkan musik melalui media tersebut. Pada masa itu, menikmati musik tidak semudah sekarang. Ia perlu memiliki kaset dan perangkat pemutar untuk mendengarkan lagu-lagu kesukaannya di rumah.
Kecintaannya terhadap musik membuatnya mengenal berbagai genre. Mulai dari jazz, Top 40, musik klasik, hingga slow rock menjadi bagian dari selera musiknya. Ketertarikan tersebut tidak berhenti pada kebiasaan mendengarkan lagu. Bersama teman-teman kantornya, ia juga memiliki sebuah band sebagai wadah untuk menyalurkan kegemarannya terhadap musik.
Waktu terus berjalan, begitu pula perkembangan teknologi. Perangkat yang dahulu menjadi teman untuk mendengarkan musik kini mulai sulit ditemukan. Tape recorder yang digunakannya untuk memutar kaset akhirnya mengalami kerusakan. Sementara itu, mencari perangkat pengganti bukan lagi perkara mudah.
Kondisi tersebut membuatnya perlahan beralih menggunakan teknologi digital. Kehadiran platform musik digital menjadi alternatif untuk tetap menikmati lagu-lagu kesukaannya tanpa harus bergantung pada perangkat pemutar kaset. Jika dahulu ia perlu mencari dan membeli kaset di toko musik, kini berbagai lagu dapat ditemukan dengan lebih mudah.
Perubahan tersebut ternyata tidak membuat selera musiknya ikut berganti. Genre yang dinikmatinya sejak dahulu masih sama. Baginya, perkembangan teknologi hanya membawa perubahan pada perangkat yang digunakan untuk mendengarkan musik.
“Kalau dari menikmati musiknya tidak berubah karena genrenya dari dulu masih sama, tapi kalau dari perangkat pendukungnya jelas berubah karena kemajuan teknologi tersebut,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa perubahan teknologi tidak selalu mengubah kebiasaan seseorang dalam menikmati sesuatu. Dalam perjalanannya, musik tetap menjadi hal yang ia sukai. Hanya saja, cara untuk menikmatinya kini menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Melalui teknologi digital, ia dapat mengakses musik dari berbagai genre dan tahun pembuatan dengan lebih mudah. Tidak perlu lagi mencari album tertentu dalam bentuk kaset atau bergantung pada tape recorder. Berbagai pilihan lagu kini tersedia dalam satu perangkat. Kemudahan inilah yang menjadi salah satu perubahan paling terasa dari kebiasaan mendengarkan musik dahulu hingga sekarang.
Meski begitu, peralihan ke teknologi digital tidak membuatnya sepenuhnya meninggalkan masa ketika kaset pita menjadi bagian dari kesehariannya. Hingga saat ini, ia masih menyimpan sekitar 100 kaset dari koleksi yang telah dikumpulkannya. Kaset-kaset tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebagai penikmat musik sejak puluhan tahun lalu.
Kehadiran teknologi digital memang membuat aktivitas mendengarkan musik menjadi lebih mudah dan praktis. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada pengalaman yang berbeda dari setiap masa. Dahulu, seseorang perlu membeli kaset dan menyiapkan perangkat pemutar untuk menikmati lagu. Sekarang, ribuan lagu dapat ditemukan hanya melalui beberapa sentuhan layar.
Perjalanan pria tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dapat mengubah cara manusia menikmati musik, tetapi tidak selalu mengubah kecintaan yang telah tumbuh sejak lama. Kaset pita mungkin tidak lagi menjadi perangkat utama untuk mendengarkan lagu, tetapi koleksi yang masih tersimpan memperlihatkan bahwa media lama tetap memiliki tempat dalam perjalanan hidupnya. Dari pita kaset hingga musik digital, perangkat boleh berganti, tetapi kecintaannya terhadap musik tetap bertahan.
