Konten dari Pengguna

Menutup Perjalanan Para Avengers dalam Avengers: Endgame Encore

Melodia Puspa Anjani

Melodia Puspa Anjani

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Melodia Puspa Anjani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber: foto pribadi
zoom-in-whitePerbesar
sumber: foto pribadi

Identitas Film

Judul : Avengers: Endgame Encore

Studio Produksi : Marvel Studios

Distributor : Walt Disney Studios Motion Pictures

Sutradara : Anthony dan Joe Russo

Penulis naskah : Christopher Markus dan Stephen McFeely

Tanggal rilis di Indonesia : 23 September 2026

Durasi : 185-186 menit

Sinopsis

Setelah Thanos menghapus separuh kehidupan di alam semesta, para Avengers yang tersisa harus menghadapi kehilangan yang sangat besar. Mereka masih berusaha untuk mengembalikan orang orang yang telah hilang, meskipun keadaan membuat mereka sempat merasa bahwa semuanya sudah berakhir.

Kesempatan untuk mengubah keadaan muncul ketika mereka sudah menemukan cara untuk melakukan perjalanan untuk kembali ke masa lalu. Para Avengers kemudian menjalankan misi Time Heist dengan kembali ke beberapa peristiwa penting dalam perjalanan mereka sebelumnya untuk mengumpulkan keenam Infinity Stones.

Misi tersebut membuat mereka kembali berhadapan dengan berbagai kejadian dari film-film sebelumnya. Selain harus menghadapi ancaman yang lebih besar, mereka juga dipaksa berhadapan dengan masa lalu masing-masing. Setelah melalui berbagai perjuangan, Avengers: Endgame Encore akhirnya membawa cerita tentang pengorbanan, kehilangan, persahabatan, dan berakhirnya satu era perjalanan Avengers.

Resensi

Avengers: Endgame Encore menjadi salah satu film Marvel yang menurut saya paling terasa emosional. Bukan cuma karena ceritanya tentang pertarungan besar melawan Thanos, tetapi karena film ini seperti mengajak penonton melihat kembali perjalanan para Avengers dari awal sampai akhirnya harus berpisah dengan beberapa karakter yang sudah cukup lama menemani.

Ceritanya dimulai setelah Thanos berhasil menghilangkan separuh kehidupan di alam semesta. Para Avengers yang masih tersisa harus menerima kenyataan bahwa mereka gagal menyelamatkan banyak orang. Suasana di awal film juga cukup berbeda. Kalau biasanya Avengers selalu terlihat penuh semangat dan percaya diri, di film ini mereka justru terlihat seperti orang-orang yang kehilangan arah.

Menurut saya, bagian awal ini cukup bagus karena kita bisa melihat sisi para Avengers yang jarang terlihat. Bukan cuma superhero yang bisa menyelesaikan masalah, tetapi mereka juga orang yang bisa merasa sedih, kecewa, bahkan pasrah. Apalagi setelah mereka kehilangan orang-orang terdekat.

Munculah kesempatan untuk mengembalikan keadaan. Para Avengers kembali berkumpul dan membuat rencana untuk mengambil Infinity Stones dari masa lalu. Bagian ini menurut saya salah satu bagian yang paling seru karena kita dibawa kembali ke beberapa kejadian dari film Marvel sebelumnya. Rasanya seperti diajak nostalgia dengan perjalanan mereka yang sudah terjadi.

Tentu saja rencana tersebut tidak berjalan semudah yang mereka bayangkan. Banyak kejadian yang membuat semuanya semakin rumit sampai akhirnya mereka harus kembali berhadapan dengan Thanos. Pertarungan terakhir menjadi salah satu bagian yang paling menarik karena hampir semua karakter berkumpul dalam satu pertempuran. Tapi, kalau ditanya bagian mana yang paling membekas, bagi saya jawabannya tetap kematian Tony Stark.

Tony Stark atau Iron Man sudah menjadi salah satu karakter yang paling dikenal sejak awal perjalanan Marvel. Jadi, melihat Tony mengorbankan dirinya di akhir film rasanya cukup menyakitkan. Apalagi kalau sudah mengikuti perjalanan Tony sejak film Iron Man pertama. Kita bisa melihat bagaimana karakternya berubah dari seseorang yang awalnya cukup egois menjadi orang yang rela mempertaruhkan dirinya demi menyelamatkan orang lain.

Adegan ketika Tony menggunakan Infinity Stones untuk mengalahkan Thanos juga menjadi salah satu adegan yang menurut saya sulit dilupakan. Setelah semuanya selesai, Tony akhirnya meninggal dan meninggalkan keluarganya. Buat saya, bagian ini terasa seperti benar-benar mengakhiri perjalanan Tony sebagai Iron Man.

Selain Tony, hal yang saya suka adalah hubungan antar karakternya. Para Avengers memang sering bertengkar dan punya perbedaan pendapat, tetapi ketika keadaan benar-benar sulit, mereka tetap kembali bersama. Hal tersebut membuat hubungan mereka terasa seperti lebih dari sekadar rekan satu tim.

Film ini juga punya banyak momen yang membuat penonton bernostalgia. Ada beberapa adegan yang terasa seperti mengingatkan kita pada film-film Marvel sebelumnya. Karena itu, akan terasa lebih emosional bagi orang yang memang sudah mengikuti MCU dari awal. Ada rasa seperti sedang melihat perjalanan panjang yang akhirnya sampai di penghujung cerita.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Avengers: Endgame Encore bukan hanya tentang pertarungan antara Avengers dan Thanos. Film ini juga bercerita tentang kehilangan, persahabatan, perjuangan, dan pengorbanan. Setelah mengalami kekalahan besar, para Avengers harus kembali bangkit dan mencoba memperbaiki keadaan meskipun mereka tahu ada risiko yang harus dihadapi. Bagi saya, kekuatan utama film ini justru ada pada perjalanan para karakternya. Pertarungan besar memang menjadi bagian yang menarik, tetapi momen-momen emosional dan perpisahan dengan beberapa karakter membuat Endgame terasa lebih berkesan. Film ini menjadi penutup dari perjalanan panjang para Avengers sekaligus meninggalkan kesan bahwa setiap perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan oleh mereka memiliki arti.

Rating

8/10