Konten dari Pengguna

Mencegah Punahnya Eksistensi Buku: Koleksi Perpustakaan dengan Teknologi Digital

Salsabila Azahra

Salsabila Azahra

Mahasiswa S1 Manajemen Pendidikan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Salsabila Azahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemanfaatan koleksi perustakaan (sumber: dokumen pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Pemanfaatan koleksi perustakaan (sumber: dokumen pribadi)

Perkembangan teknologi informasi telah memberikan dampak yang signifikan pada berbagai sektor, termasuk perpustakaan. Perpustakaan menjadi wadah untuk berbagai macam buku disimpan dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Tantangan yang harus dihadapi oleh perpustakaan pasa era teknologi digital merupakan kurangnya minat masyarakat untuk menikmati buku secara fisik. Eksistensi buku pada era digital ini dikhawatirkan akan hilang sebab masyarakat lebih memilih membaca melalui perangkat.

Maraknya penggunaan teknologi digital pada saat ini melahirkan sebuah fenomena di mana masyarakat lebih tertarik untuk membaca secara digital. Membaca buku dengan gawai menjadi lebih praktis bagi beberapa orang. Misalnya, masyarakat tidak perlu membawa buku secara fisik yang berat di dalam perjalanannya. Masyarakat dapat menikmati membaca buku melalui layar gawai. Gawai yang dimiliki oleh masyarakat pun memiliki banyak fitur dan fungsi sehingga selain membaca buku, masyarakat dapat melakukan pekerjaan lain melalui gawai.

Buku sebagai objek di dalam perpustakaan kemudian menjadi kurang diminati oleh masyarakat. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia harus memutar otak agar eksistensi buku tidak punah dimakan oleh zaman. Akan terdengar sulit dan memakan banyak waktu jika memikirkan ribuan koleksi perpustakaan yang kemudian harus diubah menjadi format digital, tetapi jika pihak perpustakaan tidak melakukan apa-apa eksistensi buku dan minat masyarakat dalam membaca akan semakin berkurang.

Sumber: Pexels.com

Pemanfaatan teknologi informasi di perpustakaan digital akan siap menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 apabila dalam pengelolaan perpustakaan dilakukan berbagai inovasi yang berorientasi pada kepentingan pemustaka. Beberapa inovasi tersebut antara lain adalah automasi perpustakaan, layanan digital, pengumpulan, pengolahan, dan penyediaan akses terhadap sumber daya informasi berbasis digital yang jumlah serta kecepatan penyebarannya terus meningkat untuk melengkapi koleksi. Berikut ini adalah beberapa pengaruh teknologi terhadap pemanfaatan koleksi perpustakaan, diantaranya yaitu:

  1. Aksesibilitas yang lebih luas. Dulu, untuk mengakses koleksi perpustakaan, seseorang harus datang langsung ke perpustakaan tersebut. Namun, dengan kehadiran teknologi, pemanfaatan koleksi perpustakaan dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan efisien. Beberapa contoh teknologi yang digunakan dalam hal ini adalah website perpustakaan, aplikasi perpustakaan, dan platform e-book.

  2. Penyimpanan dan pengolahan yang lebih efisien. Pada zaman dulu, perpustakaan membutuhkan ruang yang besar untuk menyimpan koleksinya. Namun, dengan teknologi, koleksi perpustakaan dapat disimpan dalam bentuk digital. Hal ini berarti bahwa perpustakaan dapat memiliki koleksi yang lebih banyak tanpa harus khawatir kehabisan ruang atau membutuhkan dana yang besar untuk memperluas bangunan perpustakaan. Selain itu, pengolahan data koleksi perpustakaan dapat dilakukan dengan lebih efisien dengan bantuan perangkat lunak dan sistem informasi yang modern. Hal ini memungkinkan perpustakaan untuk lebih mudah mengelola koleksinya, mencari data ketika diperlukan, dan secara otomatis memperbaharui informasi mengenai koleksi yang dimiliki.

  3. Pemanfaatan koleksi yang lebih beragam. Dengan teknologi, perpustakaan dapat memiliki koleksi yang lebih beragam karena dapat dengan mudah mengakses koleksi dari berbagai perpustakaan di seluruh dunia. Selain itu, perpustakaan juga dapat memanfaatkan koleksi digital yang dibeli dari pihak ketiga, misalnya e-book dari penerbit.

  4. Pemanfaatan koleksi yang lebih personal. Teknologi memungkinkan perpustakaan untuk memberikan layanan yang lebih personal kepada penggunanya. Misalnya, perpustakaan dapat menyediakan rekam jejak peminjaman anggota sehingga mereka dapat dengan mudah melihat buku apa saja yang pernah dipinjam, atau catatan mengenai koleksi yang disarankan berdasarkan minat atau kegemaran peminjam.

Tantangan digital dan dinamisasi koleksi dalam pemanfaatan koleksi perpustakaan bagi prestasi belajar mahasiswa menunjukkan bahwa perkembangan teknologi sangat mempengaruhi pengelolaan koleksi perpustakaan dalam mendukung prestasi belajar mahasiswa. Kalangan akademisi pada saat ini memiliki tugas tambahan, yaitu mengikuti perkembangan zaman dengan tekonologi digital. Perkuliahan dan berbagai sumber nyatanya dapat didapatkan dengan mudah di internet, namun mahasiswa juga memiliki tuntutan untuk mencari sumber lain yang lebih koherensif melalui koleksi di perpustakaan.

Sumber: Pexels.com

Perkembangan zaman yang ada pada saat ini juga mengubah gaya hidup masyarakat. Misalnya, masyarakat tidak perlu keluar rumah untuk membeli barang. Hal ini juga berkaitan dengan urgensi mahasiswa untuk mencapai perpustakaan. Dengan adanya anggapan bahwa pada saat ini semuanya menjadi serba mudah, pergi ke perpusatakaan menjadi hal yang sepele untuk dilakukan. Permintaan akan koleksi perpustakaan pun akan semakin menurun. Belum lagi banyaknya penerbit yang lebih memilih menerbitkan karyanya secara digital tanpa memiliki bentuk fisiknya.

Dalam rangka memanfaatkan teknologi secara efektif, perpustakaan harus memastikan bahwa infrastruktur teknologi mereka sudah cukup matang. Sesuai dengan apa yang sudah disebutkan sebelumnya, teknologi digital ini dapat sangat membantu keberlangsungan koleksi perpustakaan. Selain itu, perpustakaan juga harus memastikan bahwa penggunaan teknologi ini tidak mengganggu hak cipta koleksi yang dimiliki. Dengan demikian, perpustakaan dapat memberikan layanan yang berkualitas dan memenuhi kebutuhan penggunanya dalam era digital yang semakin maju ini.