Main Pro Gacor, Kuliah Jalan Terus: Valentina Sadar Futsal Nggak Bisa Selamanya

Sebagai atlet, Valentina Wahyu Febrina sadar jika suatu hari nanti akan ada masa ketika kakinya tak lagi mampu berlari mengejar bola, ketika peluit pertandingan tak lagi jadi bagian rutinitas, ketika ia harus meninggalkan lapangan yang selama ini menjadi tempatnya mengejar mimpi.
Sebagai pemain futsal yang sudah merasakan kompetisi profesional, Valentina tahu bahwa karier atlet tak berlangsung selamanya. Karena itu, di tengah perjuangannya meraih prestasi di lapangan, ia tetap memprioritaskan pendidikan. Ia menyiapkan masa depan yang tak hanya bergantung pada futsal.
Nggak selamanya Valen main futsal, nggak selamanya kakinya tuh kuat buat main futsal. Jadi harus seimbang buat di akademik dan non-akademik.
- Valentina Wahyu Febrina
Valentina saat ini tercatat sebagai mahasiswi semester 7 di Program Studi Ilmu Hukum Universitas Semarang (USM). Di tengah kesibukannya menempuh pendidikan, ia sudah mencicipi kompetisi Women's Professional Futsal League (WPFL). Debut profesionalnya di WPFL hadir di musim 2025 untuk Fafage.
Performa apiknya di musim debut membuat Valen tetap bertahan di WPFL. Pada musim kedua karier pro-nya, ia beralih klub dan bergabung dengan NAM Women yang berbasis di Surakarta, Jawa Tengah.
Bagi sebagian orang, bermain di liga profesional mungkin menjadi alasan untuk lebih berfokus pada karier olahraga. Namun, Valentina memilih tetap melanjutkan pendidikan.
Baginya, prestasi di lapangan dan pencapaian akademik bukan dua hal yang harus meniadakan satu sama lain. Justru ketika kesempatan bermain di level profesional datang, ia semakin menyadari pentingnya menyiapkan kehidupan setelah karier atlet berakhir.
Siapkan Masa Depan di Luar Lapangan
Perjalanan Valentina di dunia olahraga tidak hanya memberinya pengalaman bertanding. Ia juga belajar bahwa karier seorang atlet memiliki batas, sementara kehidupan akan terus berjalan.
Kesadaran itu menjadi salah satu alasan Valentina tetap mengejar gelar sarjana. Ia ingin memiliki bekal pendidikan yang dapat digunakan untuk mencari pekerjaan atau membangun karier lain ketika sudah tidak lagi aktif bermain.
Valentina tidak menutup kemungkinan untuk tetap berkecimpung di dunia futsal setelah pensiun dari karier pro pemain. Namun, ia memahami bahwa peluang tersebut tidak bisa dijadikan satu-satunya rencana. Pendidikan memberinya pilihan lain apabila kelak ia tidak lagi bisa berkompetisi.
“Kalau misal Valen akan gantung sepatu, ijazah akademik juga pasti sangat penting buat mencari pekerjaan. Siapa tahu juga kerjanya di futsal, nggak ada yang tahu rezekinya gimana,” tutur student-athlete kelahiran Semarang itu kepada Campus Sport Indonesia usai menjalani semifinal Campus League Futsal Regional Jogja, Senin (26/10).
Keputusan untuk kuliah juga bukan semata-mata tentang memperoleh ijazah. Valentina ingin mendapatkan pengalaman dan sudut pandang baru di luar dunia olahraga yang selama ini dekat dengannya. Dus, ia memilih Ilmu Hukum.
“Yang aku cari perubahan pola pikir. Karena (kalau) ketemunya anak-anak olahraga gitu, gimana ya di akademiknya? Jadi nggak satu jalan doang pola pikirnya di bola terus,” tuturnya.
Baginya, kehidupan sebagai mahasiswa membuka ruang untuk mengenal lingkungan dan cara berpikir yang lebih beragam. Hal itu menjadi bekal yang tidak kalah penting untuk menghadapi masa depan.
Valentina pun memiliki pandangan tersendiri tentang hubungan antara prestasi olahraga dan pendidikan. Keduanya memiliki jalur yang berbeda, tetapi sama-sama layak diperjuangkan.
“Buat aku sih gelar sarjana dan gelar prestasi di futsal itu beda jalur. Jadi kalau aku harus seimbang dua-duanya. Jadi ada prestasi di futsal, ada juga gelar di akademiknya,” kata pemain yang dominan di flank itu.
Didukung Penuh Kampus
Menjalani dua tanggung jawab sekaligus tentu bukan perkara mudah. Jadwal pertandingan dan latihan bisa berbenturan dengan kegiatan perkuliahan, termasuk ketika ujian berlangsung.
Valentina mengaku cukup sering menghadapi situasi tersebut. Namun, ia bersyukur mendapatkan dukungan dari USM sehingga tetap bisa menjalani pendidikan tanpa harus meninggalkan kesempatan bertanding.
Ia bercerita, kampus mudah memberikan dispensasi bagi mahasiswa yang mengikuti kompetisi. Ketika jadwal pertandingan bertepatan dengan ujian, ia berusaha berkomunikasi dengan dosen untuk mencari solusi, baik melalui ujian daring maupun ujian susulan.
“Jadi kalau dari kampus itu kita kan pasti ada surat dispensasi buat lomba-lomba. Dan kebetulan pihak kampus itu paham. Karena kita nggak bisa buat full time di kampus, jadi itu ditoleransi. Itu dukungan dari kampus buat ngejar prestasi juga,” ujar pemain 21 tahun itu.
Dukungan tersebut menjadi penting bagi Valentina, yang masih ingin mengembangkan karier futsal sekaligus menyelesaikan pendidikannya. Ia tidak ingin salah satu dari dua hal tersebut terhenti hanya karena jadwal yang bertabrakan.
Selain dukungan akademik, Valentina juga mendapatkan beasiswa penuh dari USM. Kesempatan itu menjadi salah satu alasan ia memilih melanjutkan pendidikan di kampus tersebut.
Dengan dukungan yang ada, ia berusaha menjaga agar aktivitas olahraga dan akademik tetap berjalan beriringan. Ia memahami bahwa kesempatan untuk menjadi atlet profesional merupakan sesuatu yang patut disyukuri, tetapi pendidikan juga tidak boleh diabaikan.
Bidik Timnas & Karier Abroad
Meski mempersiapkan masa depan di luar lapangan, bukan berarti Valentina kehilangan ambisi sebagai pemain futsal. Ia masih ingin melanjutkan perjalanan kariernya dan membuka peluang untuk mencapai level yang lebih tinggi.
Ketika ditanya tentang mimpi dalam karier futsal, Valentina menyebut tim nasional sebagai salah satu target yang ingin diraihnya. Setelah itu, ia juga berharap mendapatkan kesempatan bermain di luar negeri.
“Pasti timnas dulu sih. Kalau yang lebih tinggi lagi pasti di luar negeri. Semoga rezeki di sana,” ucapnya.
Di level kampus, Valentina juga ingin memberikan pencapaian terbaik bersama USM. Ia menyebut Campus League sebagai kesempatan penting bagi timnya, terlebih ia dan sejumlah pemain lain sudah mendekati masa kelulusan.
Kini, Valen baru saja memastikan tiket untuk melanjutkan langkahnya ke Campus League Futsal The Nationals. Itu diraih usai USM menundukkan Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam perebutan tempat ketiga Regional Jogja.
Kesempatan Campus League The Nationals ingin ia manfaatkan sebaik mungkin. Sebab, di tengah perjalanan mengejar prestasi dan menyelesaikan pendidikan, Valentina tahu bahwa waktu sebagai mahasiswa sekaligus atlet tidak akan berlangsung selamanya.
