Konten dari Pengguna

Bangun Desa Wisata Cihamerang Lewat Pemetaan Wilayah oleh KKN IPB

KKNIPB-SUKABUMI10
Kelompok KKN-T Inovasi IPB University Sukabumi10
2 Agustus 2025 17:38 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Bangun Desa Wisata Cihamerang Lewat Pemetaan Wilayah oleh KKN IPB
Tim KKN-T IPB University lakukan pemetaan potensi wisata Desa Cihamerang, Sukabumi. Materi disampaikan dalam FGD bersama Ketua Gapoktan pada 2 Agustus 2025 untuk mendorong pengembangan desa.
KKNIPB-SUKABUMI10
Tulisan dari KKNIPB-SUKABUMI10 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Desa Cihamerang, Sukabumi – Pemetaan potensi wisata di Desa Cihamerang, Sukabumi, merupakan langkah awal yang penting untuk mendukung pengembangan desa wisata. Dalam rangka mendukung hal tersebut, tim KKN-T IPB University menyusun peta potensi wilayah desa dalam bentuk leaflet dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah desa setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi alam, budaya, dan sosial yang bisa dikembangkan sebagai daya tarik wisata.
ADVERTISEMENT
Melalui proses pemetaan, ditemukan berbagai potensi wisata yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Beberapa di antaranya meliputi Kampung Adat Bengkok, agroeduwisata, kegiatan bird watching dan butterfly feeding, river tubing, trekking, serta konsep desa organik yang mendukung pertanian berkelanjutan.
Penyerahan secara simbolik kepada ketua gapoktan dan jajarannya dalam bentuk leaflet dan buku saku
zoom-in-whitePerbesar
Penyerahan secara simbolik kepada ketua gapoktan dan jajarannya dalam bentuk leaflet dan buku saku
Setelah peta potensi wilayah selesai disusun, tim KKN-T IPB University melakukan penyerahan dan penyampaian materi kepada Ketua Gapoktan Desa Cihamerang dalam sebuah pertemuan dengan bentuk FGD (Focus Group Discussion) pada tanggal 2 Agustus 2025 sebagai bentuk sosialisasi dan kolaborasi dalam pengembangan ke depan.
Diharapkan, hasil pemetaan ini dapat menjadi pijakan awal bagi Desa Cihamerang untuk tumbuh sebagai desa wisata yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing. Keterlibatan kelompok tani dan masyarakat secara luas menjadi kunci dalam mewujudkan wisata desa berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
ADVERTISEMENT