KKN IPB Edukasi Mitigasi Bencana Dan Anti-Bullying Untuk Siswa SDN Pameungpeuk

Kelompok KKN-T Inovasi IPB University Sukabumi10
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari KKNIPB-SUKABUMI10 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Desa Cihamerang, Sukabumi — Tim KKNT-Inovasi IPB University kembali hadir mengedukasi siswa SDN 1 dan SDN 2 Pameungpeuk, Desa Cihamerang, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi dalam sebuah program inspiratif selama dua hari, yakni pada Rabu, 16 Juli 2025 dan Kamis, 17 Juli 2025. Program ini tidak hanya fokus pada mitigasi risiko bencana seperti gempa bumi, kebakaran, dan angin puting beliung, tetapi juga membawakan materi penting tentang anti-bullying dan kekerasan seksual kepada siswa kelas 4, 5, dan 6.

Metode pembelajaran yang digunakan sangat interaktif dan menyenangkan. Siswa diajak belajar mitigasi risiko bencana melalui lagu yang mudah diingat, sekaligus mengikuti simulasi langsung untuk memahami langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi, kebakaran, serta angin puting beliung. Kegiatan ini membuat siswa lebih cepat memahami dan mampu mengaplikasikan langkah-langkah tanggap darurat secara nyata, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dalam menghadapi situasi bencana.
Untuk memperluas wawasan sosial dan emosional siswa, tim juga menghadirkan drama interaktif yang diperankan oleh mahasiswa IPB University. Drama ini mengangkat cerita yang mengajarkan siswa mengenali perilaku bullying, dampaknya, serta cara menghadapi dan mencegahnya. Penampilan drama tersebut membawa suasana pembelajaran yang hidup dan menyentuh hati, sehingga pesan anti-bullying tersampaikan dengan efektif dan mudah diingat oleh siswa.
Selain itu, dalam rangka melindungi siswa dari risiko kekerasan seksual, tim memberikan pemaparan penting mengenai area tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain tanpa izin. Materi ini disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan penuh kehati-hatian, guna menanamkan kesadaran mengenai batasan tubuh pribadi dan pentingnya melaporkan jika mengalami atau mengetahui tindak kekerasan tersebut.
Dengan perpaduan antara edukasi mitigasi bencana, anti-bullying, dan perlindungan dari kekerasan seksual, program ini dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan dan pengetahuan penting dalam aspek fisik maupun sosial. Diharapkan melalui program ini, siswa tidak hanya menjadi lebih siap menghadapi bencana, tetapi juga menjadi pribadi yang sadar akan hak-haknya, berani melawan bullying, dan menjaga diri dari kekerasan seksual.
