Konten dari Pengguna

Bangun Tidur sampai Tidur Lagi: Seberapa Besar Teknologi Mengatur Hidup Kita

M Akbar Febriyan

M Akbar Febriyan

Mahasiswa Universitas Pamulang, Prodi Sistem Informasi

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari M Akbar Febriyan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar: Dibuat menggunakan AI
zoom-in-whitePerbesar
Gambar: Dibuat menggunakan AI

Coba ingat apa yang pertama kali kita lakukan setelah bangun tidur. Mematikan alarm dari HP? Mengecek WhatsApp? Melihat Instagram, TikTok, atau sekadar membuka notifikasi yang masuk semalaman?

Sebelum benar-benar beranjak dari tempat tidur, kita mungkin sudah berinteraksi dengan teknologi.

Hal yang sama terjadi sepanjang hari. Kita menggunakan HP untuk berkomunikasi, laptop untuk mengerjakan tugas, aplikasi untuk memesan makanan, Google Maps untuk mencari jalan, sampai layanan pembayaran digital ketika membeli sesuatu.

Tanpa disadari, teknologi sudah menjadi bagian dari hampir setiap aktivitas sehari-hari.

Teknologi Membantu, tetapi Juga Membentuk Kebiasaan

Tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi membuat banyak hal menjadi lebih mudah.

Dulu, mencari informasi membutuhkan buku atau harus pergi ke perpustakaan. Sekarang, kita cukup mengetik kata kunci di mesin pencari.

Ingin membeli makanan? Tinggal membuka aplikasi. Ingin mengirim uang? Tidak perlu selalu datang ke bank. Bahkan untuk belajar pun tersedia berbagai platform yang bisa digunakan kapan saja.

Masalahnya, kemudahan tersebut juga dapat membuat kita semakin bergantung pada teknologi.

Ketika HP tertinggal, misalnya, sebagian orang langsung merasa ada sesuatu yang kurang. Bukan hanya karena tidak bisa berkomunikasi, tetapi juga karena banyak aktivitas lain ikut terganggu.

Sedikit Bosan, Langsung Buka HP

Pernah merasa bosan hanya beberapa menit, lalu secara otomatis mengambil HP?

Kebiasaan seperti ini mungkin terlihat sederhana. Namun, jika dilakukan berulang kali, HP akhirnya menjadi pilihan utama setiap kali kita memiliki waktu kosong.

Menunggu makanan, membuka HP.

Menunggu kendaraan, membuka HP.

Sebelum tidur, membuka HP.

Bahkan ketika sedang berkumpul dengan teman, tidak jarang kita masih menyempatkan diri melihat layar.

Teknologi memang tidak selalu menjadi penyebab utama kebiasaan tersebut. Namun, desain aplikasi dan notifikasi dapat membuat kita lebih sering kembali membuka perangkat.

Algoritma Juga Menentukan Apa yang Kita Lihat

Hal menarik lainnya adalah apa yang muncul di layar kita tidak sepenuhnya terjadi secara acak.

Platform digital menggunakan sistem rekomendasi untuk menampilkan konten yang dianggap sesuai dengan aktivitas pengguna. Ketika kita sering menonton jenis video tertentu, misalnya, platform dapat kembali menawarkan konten yang serupa.

Akibatnya, setiap orang bisa mendapatkan pengalaman internet yang berbeda.

Dua orang membuka aplikasi yang sama, tetapi konten yang muncul belum tentu sama. Apa yang kita lihat kemudian dapat memengaruhi topik yang sedang kita pikirkan, produk yang kita kenal, bahkan hiburan yang kita pilih.

Karena itu, teknologi bukan hanya menjadi alat untuk mendapatkan informasi. Dalam beberapa situasi, teknologi juga ikut menentukan informasi apa yang lebih sering kita temui.

Belanja Juga Semakin Dipengaruhi Teknologi

Perubahan kebiasaan juga terlihat dalam aktivitas belanja.

Dulu, seseorang harus pergi ke toko untuk melihat dan membeli barang. Sekarang, cukup membuka marketplace, mencari produk, membaca ulasan, lalu melakukan pembayaran.

Menariknya, kita juga bisa menemukan barang yang sebenarnya tidak sedang dicari.

Iklan dan rekomendasi produk dapat muncul berdasarkan aktivitas kita sebelumnya. Akhirnya, keinginan untuk membeli sesuatu bisa muncul setelah melihatnya berulang kali di layar.

Di sinilah kita perlu membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Kemudahan teknologi seharusnya membantu kita mengambil keputusan, bukan membuat semua keputusan dilakukan secara otomatis.

Apakah Kita Masih Mengendalikan Teknologi?

Pertanyaan yang menarik bukan apakah teknologi mengatur hidup kita sepenuhnya.

Jawabannya tentu tidak sesederhana itu.

Kita tetap memiliki pilihan untuk mematikan notifikasi, membatasi waktu penggunaan aplikasi, atau meletakkan HP ketika sedang belajar dan berkumpul dengan orang lain.

Namun, teknologi memang sudah memengaruhi cara kita menjalani banyak aktivitas sehari-hari.

Dari alarm yang membangunkan kita, aplikasi yang membantu perjalanan, algoritma yang memilihkan konten, hingga layanan digital yang mempermudah pembayaran, teknologi hadir dari pagi hingga malam.

Bukan Berarti Harus Menjauhi Teknologi

Mengurangi ketergantungan pada teknologi bukan berarti harus kembali hidup tanpa smartphone atau internet.

Teknologi memberikan banyak manfaat dan sulit dipisahkan dari kehidupan modern. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menggunakannya.

Kita bisa mulai dari hal sederhana: tidak langsung membuka media sosial setelah bangun tidur, mematikan notifikasi yang tidak penting, memberikan waktu tanpa HP saat bersama orang lain, atau berhenti scrolling ketika sebenarnya sudah ingin tidur.

Pada akhirnya, teknologi seharusnya menjadi alat yang membantu manusia menjalani kehidupan, bukan sesuatu yang membuat manusia kehilangan kendali atas waktunya sendiri.

Mungkin kita tidak bisa menghindari teknologi dari bangun tidur sampai tidur lagi. Tetapi kita masih bisa menentukan seberapa besar teknologi boleh mengambil bagian dalam hidup kita.