Konten dari Pengguna

Menabung Saja Tidak Cukup? Mengenal Pentingnya Investasi Sejak Muda

M Akbar Febriyan

M Akbar Febriyan

Mahasiswa Universitas Pamulang, Prodi Sistem Informasi

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari M Akbar Febriyan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Dibuat menggunakan AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Dibuat menggunakan AI

Menabung sejak muda sering kali menjadi nasihat yang kita dengar. Sisihkan sebagian uang, jangan terlalu boros, dan siapkan uang untuk kebutuhan di masa depan. Nasihat tersebut memang penting. Namun, apakah menabung saja sudah cukup untuk mencapai tujuan keuangan?

Di tengah perubahan harga kebutuhan dan perkembangan ekonomi, menyimpan uang saja belum tentu cukup untuk membuat nilai kekayaan bertambah. Di sinilah investasi mulai memiliki peran.

Investasi bukan hanya tentang saham dengan harga tinggi atau keuntungan besar. Secara sederhana, investasi adalah upaya menempatkan uang pada suatu aset dengan harapan nilainya dapat berkembang di masa depan.

Menabung dan Investasi Memiliki Tujuan yang Berbeda

Menabung dan investasi sebenarnya bukan dua hal yang harus dipertentangkan.

Tabungan lebih cocok digunakan untuk kebutuhan yang sifatnya dekat dan dana yang perlu mudah diakses. Misalnya, uang untuk membayar kuliah, membeli kebutuhan sehari-hari, atau dana darurat.

Sementara itu, investasi lebih berorientasi pada tujuan jangka menengah atau panjang. Uang yang diinvestasikan tidak seharusnya merupakan uang yang akan digunakan dalam waktu dekat.

Karena memiliki fungsi berbeda, seseorang bisa menggunakan keduanya secara bersamaan.

Misalnya, sebagian penghasilan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan dana darurat, sementara sebagian lainnya dialokasikan untuk tujuan jangka panjang melalui investasi.

Mengapa Mulai dari Muda?

Salah satu keuntungan memulai investasi sejak muda adalah waktu.

Investasi membutuhkan waktu untuk berkembang. Ketika seseorang mulai lebih awal, ia memiliki periode yang lebih panjang untuk mengembangkan asetnya.

Ada konsep yang dikenal sebagai compound interest atau bunga berbunga. Secara sederhana, keuntungan yang diperoleh dapat ikut menghasilkan keuntungan berikutnya apabila terus diinvestasikan kembali.

Semakin panjang waktunya, semakin besar kesempatan efek tersebut bekerja.

Namun, waktu bukan berarti investasi pasti menghasilkan keuntungan. Setiap instrumen investasi memiliki risiko dan hasil masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Karena itu, memulai investasi sejak muda seharusnya tidak diartikan sebagai ajakan untuk mengejar keuntungan secepat mungkin.

Modal Kecil Bukan Alasan untuk Tidak Belajar

Banyak anak muda menganggap investasi membutuhkan modal besar.

Padahal, saat ini terdapat berbagai instrumen yang dapat dimulai dengan nominal relatif kecil. Hal yang lebih penting daripada besarnya modal adalah memahami produk yang dibeli dan risikonya.

Contohnya, seseorang yang baru memiliki kemampuan menyisihkan Rp50.000 atau Rp100.000 per bulan dapat menjadikan nominal tersebut sebagai sarana belajar.

Tujuan awalnya bukan mengejar keuntungan besar, melainkan membangun kebiasaan dan memahami bagaimana uang dapat dikelola untuk tujuan jangka panjang.

Seiring bertambahnya penghasilan, jumlah investasi dapat disesuaikan.

Jangan Investasi karena Ikut Tren

Perkembangan media sosial membuat informasi mengenai investasi semakin mudah ditemukan. Dalam hitungan menit, kita dapat melihat orang membicarakan saham, reksa dana, aset kripto, atau instrumen investasi lainnya.

Kemudahan mendapatkan informasi memiliki sisi positif. Namun, ada juga risikonya.

Seseorang bisa membeli aset hanya karena melihat orang lain mendapatkan keuntungan. Ketika harga naik, muncul keinginan untuk ikut membeli. Ketika harga turun, kepanikan dapat terjadi karena sebenarnya belum memahami aset tersebut.

Investasi seharusnya dilakukan berdasarkan tujuan, kemampuan keuangan, jangka waktu, dan pemahaman terhadap risiko, bukan semata-mata karena sedang viral.

Jangan Gunakan Uang Kebutuhan untuk Investasi

Hal yang tidak kalah penting adalah mengetahui kondisi keuangan sendiri sebelum mulai berinvestasi.

Uang untuk makan, biaya pendidikan, tagihan, atau kebutuhan penting lainnya sebaiknya tidak digunakan untuk mengejar keuntungan investasi.

Begitu juga dengan dana darurat. Dana tersebut memiliki fungsi sebagai cadangan ketika terjadi kondisi tidak terduga dan sebaiknya mudah digunakan saat dibutuhkan.

Jika seluruh uang dimasukkan ke investasi, seseorang justru bisa kesulitan ketika membutuhkan uang dalam waktu cepat.

Karena itu, investasi sebaiknya dilakukan menggunakan uang yang memang dialokasikan untuk tujuan jangka menengah atau panjang.

Risiko Tetap Ada

Investasi bukan cara instan untuk menjadi kaya.

Setiap instrumen memiliki tingkat risiko yang berbeda. Nilai aset tertentu dapat mengalami kenaikan maupun penurunan. Bahkan, pada beberapa instrumen, investor dapat mengalami kerugian.

Karena itu, sebelum berinvestasi, penting untuk memahami apa yang dibeli, bagaimana mekanismenya, apa risikonya, dan kapan uang tersebut kemungkinan akan dibutuhkan.

Diversifikasi juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengelola risiko dengan tidak menempatkan seluruh dana pada satu jenis aset. Namun, diversifikasi bukan jaminan bahwa investasi akan selalu menghasilkan keuntungan.

Investasi Terbaik Adalah yang Dipahami

Banyak orang ingin segera mendapatkan keuntungan dari investasi. Padahal, bagi pemula, hal yang lebih penting adalah membangun pengetahuan.

Tidak perlu langsung mencoba berbagai instrumen sekaligus. Mulailah dari produk yang mekanismenya mudah dipahami dan sesuai dengan tujuan keuangan.

Pelajari perbedaan antara tabungan, deposito, reksa dana, obligasi, saham, dan instrumen lainnya. Pahami juga biaya, risiko, jangka waktu, serta potensi hasilnya.

Dengan pengetahuan tersebut, keputusan investasi dapat dibuat dengan lebih rasional.

Menabung Tetap Penting

Membahas investasi bukan berarti menabung sudah tidak diperlukan.

Justru, keduanya dapat berjalan bersama.

Menabung dapat membantu seseorang menghadapi kebutuhan jangka pendek dan kondisi darurat. Investasi dapat digunakan untuk tujuan keuangan yang lebih panjang.

Misalnya, seseorang dapat memiliki tabungan untuk kebutuhan sehari-hari, dana darurat untuk kondisi tidak terduga, dan investasi untuk tujuan seperti membeli rumah, pendidikan lanjutan, atau persiapan masa depan.

Dengan membagi fungsi uang berdasarkan tujuan, pengelolaan keuangan menjadi lebih terarah.

Mulai dari Memahami, Bukan Mengejar Keuntungan

Investasi sejak muda bukan tentang siapa yang paling cepat mendapatkan keuntungan. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan mengelola uang dan memahami bagaimana aset dapat digunakan untuk mencapai tujuan keuangan.

Menabung tetap diperlukan, terutama untuk kebutuhan yang dekat dan dana darurat. Namun, untuk tujuan jangka panjang, investasi dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan.

Tidak perlu menunggu memiliki penghasilan besar untuk mulai belajar. Mulailah dari memahami kondisi keuangan sendiri, menetapkan tujuan, mempelajari instrumen yang tersedia, dan mengetahui risikonya.

Karena pada akhirnya, investasi bukan sekadar tentang membuat uang bertambah. Investasi juga tentang mempersiapkan masa depan dengan keputusan keuangan yang lebih terencana.