Konten dari Pengguna

Mengapa Generasi Muda Semakin Sulit Mencapai Kebebasan Finansial?

M Akbar Febriyan

M Akbar Febriyan

Mahasiswa Universitas Pamulang, Prodi Sistem Informasi

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari M Akbar Febriyan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Gambar dibuat menggunakan AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Gambar dibuat menggunakan AI

Punya cukup uang untuk memenuhi kebutuhan tanpa terus-menerus merasa khawatir soal keuangan mungkin menjadi impian banyak orang. Istilahnya sering disebut sebagai kebebasan finansial.

Di media sosial, kebebasan finansial sering digambarkan dengan kehidupan yang ideal: memiliki investasi, rumah, kendaraan, tabungan yang banyak, dan tidak perlu khawatir ketika penghasilan berhenti.

Namun, bagi banyak anak muda, kondisi tersebut terasa cukup jauh.

Bukan karena mereka tidak ingin memiliki kondisi keuangan yang lebih baik. Persoalannya, perjalanan menuju kebebasan finansial tidak selalu mudah ketika pendapatan, kebutuhan, dan biaya hidup terus berubah.

Penghasilan Belum Tentu Sejalan dengan Kebutuhan

Salah satu tantangan terbesar adalah pendapatan.

Banyak anak muda baru memasuki dunia kerja dengan penghasilan yang masih terbatas. Di sisi lain, mereka mulai memiliki kebutuhan yang lebih banyak dibandingkan ketika masih menjadi pelajar.

Transportasi, makanan, tempat tinggal, pendidikan, komunikasi, hingga kebutuhan keluarga bisa mengambil sebagian besar penghasilan.

Ketika uang yang tersisa setelah memenuhi kebutuhan tidak banyak, membangun tabungan dan investasi tentu menjadi lebih sulit.

Biaya Hidup Terus Menjadi Pertimbangan

Kenaikan biaya hidup juga menjadi persoalan.

Harga makanan, transportasi, tempat tinggal, pendidikan, dan berbagai kebutuhan lainnya dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk menyisihkan uang.

Kenaikan penghasilan belum tentu terasa sebagai peningkatan kesejahteraan apabila pengeluaran juga ikut meningkat.

Misalnya, ketika mendapatkan kenaikan gaji, seseorang mungkin mulai meningkatkan kualitas tempat tinggal, lebih sering makan di luar, atau membeli barang yang sebelumnya tidak mampu dibeli.

Penghasilan bertambah, tetapi jumlah uang yang bisa disimpan belum tentu ikut bertambah.

Gaya Hidup Bisa Mengikuti Penghasilan

Ada fenomena yang cukup sering terjadi ketika pendapatan seseorang meningkat. Gaya hidup ikut meningkat.

Dulu cukup makan sederhana, sekarang mulai sering memesan makanan. Dulu menggunakan transportasi umum, kemudian mulai membeli kendaraan. Dulu jarang berbelanja, sekarang lebih mudah melakukan checkout karena memiliki penghasilan sendiri.

Hal tersebut sebenarnya tidak selalu buruk. Menikmati hasil kerja juga merupakan bagian dari kehidupan.

Masalah muncul ketika peningkatan gaya hidup membuat seseorang tidak memiliki ruang untuk menabung, membangun dana darurat, atau berinvestasi.

Kebebasan finansial akhirnya semakin jauh karena penghasilan yang lebih besar hanya diikuti oleh pengeluaran yang lebih besar.

Media Sosial Membuat Standar Kehidupan Berubah

Media sosial juga memiliki pengaruh terhadap cara anak muda melihat kehidupan finansial.

Setiap hari kita dapat melihat orang yang memamerkan perjalanan, kendaraan, gadget, tempat makan, investasi, atau pencapaian finansial.

Tanpa disadari, hal tersebut dapat membuat seseorang membandingkan kehidupannya dengan orang lain.

Keinginan untuk mengikuti gaya hidup tertentu dapat mendorong pengeluaran yang sebenarnya belum sesuai dengan kemampuan.

Padahal, kondisi keuangan yang terlihat di media sosial belum tentu menggambarkan keadaan seseorang secara keseluruhan.

Investasi Bukan Jalan Instan Menuju Kaya

Meningkatnya popularitas investasi juga membuat semakin banyak anak muda tertarik mengembangkan uangnya.

Hal ini merupakan perkembangan yang positif jika dilakukan dengan pengetahuan yang cukup.

Namun, investasi sering kali dianggap sebagai jalan cepat untuk mendapatkan keuntungan besar. Akibatnya, sebagian orang tergoda mengejar instrumen yang menawarkan keuntungan tinggi tanpa memahami risikonya.

Padahal, investasi membutuhkan waktu, konsistensi, dan pemahaman terhadap risiko.

Investasi juga tidak dapat menggantikan kebutuhan dasar seperti dana untuk makan, biaya pendidikan, atau dana darurat.

Kebebasan Finansial Tidak Harus Berarti Kaya

Salah satu kesalahpahaman tentang kebebasan finansial adalah anggapan bahwa seseorang harus memiliki kekayaan yang sangat besar.

Padahal, kebebasan finansial dapat memiliki arti berbeda bagi setiap orang.

Bagi seseorang, kebebasan finansial mungkin berarti memiliki tabungan yang cukup untuk menghadapi keadaan darurat. Bagi orang lain, mungkin berarti tidak memiliki utang konsumtif atau mampu memenuhi kebutuhan tanpa bergantung pada orang lain.

Karena itu, target finansial sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Mulai dari Hal yang Sederhana

Mencapai kebebasan finansial memang membutuhkan waktu. Namun, bukan berarti anak muda tidak bisa memulainya.

Langkah awalnya tidak harus langsung membeli saham atau investasi dalam jumlah besar.

Membuat anggaran sederhana, mengetahui ke mana uang pergi setiap bulan, mengurangi utang konsumtif, membangun dana darurat, dan menyisihkan uang secara rutin dapat menjadi fondasi.

Setelah kondisi keuangan lebih stabil, barulah investasi jangka panjang dapat dipertimbangkan sesuai tujuan dan profil risiko.

Yang terpenting bukan seberapa besar uang yang bisa disisihkan hari ini, tetapi apakah kebiasaan tersebut bisa dilakukan secara konsisten.

Bukan Perlombaan untuk Menjadi Kaya

Kebebasan finansial bukan perlombaan untuk menjadi orang pertama yang memiliki rumah, investasi, atau tabungan dalam jumlah besar.

Setiap orang memiliki titik awal, pendapatan, kebutuhan, dan tanggung jawab yang berbeda.

Bagi generasi muda, tantangan finansial memang semakin kompleks. Namun, memahami kondisi keuangan sendiri dapat membantu menentukan langkah yang lebih realistis.

Pada akhirnya, kebebasan finansial bukan hanya tentang memiliki banyak uang. Lebih dari itu, kebebasan finansial adalah ketika seseorang memiliki kendali yang lebih baik atas uangnya dan mampu membuat keputusan hidup tanpa terus-menerus dihantui masalah keuangan.

Mungkin kita tidak bisa mengendalikan harga kebutuhan atau kondisi ekonomi sepenuhnya. Tetapi kita masih bisa belajar mengatur uang yang kita miliki.

Dan perjalanan menuju kebebasan finansial bisa dimulai dari hal yang sederhana: tahu ke mana uang pergi sebelum mencari cara untuk mendapatkan lebih banyak uang.