Lolos Pendanaan Riset PKM-RSH 2024, Mahasiswa UMY Sinau ke TPA BLE Banyumas

Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Akhmad Kurniawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) lolos pendanaan PKM-RSH Tahun 2024. Tim tersebut melakukan riset mengenai kolaborasi dari inovasi waste management di Kabupaten Banyumas. Guna mendukung kesuksesan riset dalam mendapatkan data, tim tersebut melakukan observasi secara langsung ke Tempat Pembuangan Akhir Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPA-BLE) di Kabupaten Banyumas.
Pelaksanaan observasi dilakukan secara langsung dan didampingi oleh petugas TPA BLE untuk memberikan penjelasan secara detail terkait pengelolaan sampah di TPA BLE Banyuumas. Observasi dilakukan sebagai salah satu teknik pengumpulan data yang nantinya akan dilakukan analisis data agar menghasilkan sebuah riset yang akurat berdasarkan data lapangan. Selama kegiatan observasi, kegiatan dilakukan dengan sangat interaktif antara tim riset dan petugas TPA BLE untuk mengetahui lebih lanjut terkait sistem pengelolaan, kendalanya, dan kolaborasi yang terbangun.
“Observasi ini dilakukan untuk mengumpulkan data secara langsung berdasarkan fakta lapangan. Kami tidak mengandalkan hanya dari satu sumber data saja sehingga bisa menghasilkan data yang kredibel. Observasi ini fokus kepada teknis pengelolaan sampah, kendala yang dihadapi dan untuk mengetahui siapa saja aktor yang terlibat,” ujar Akhmad Kurniawan selaku Ketua Tim.
Selama proses observasi, petugas TPA BLE menjelaskan bahwa didalam pengelolaan sampah di TPA BLE menerapkan berbagai inovasi dan kolaborasi. Inovasi diterapkan dengan penggunaan berbagai peralatan seperti mesin gibrik pemilah sampah, mesin pirolisis pemusnah sampah dan mesin hot extruder pelelehan plastik menjadi paving block. Selain itu, kolaborasi juga terjadi dalam pengelolaan sampah misalnya PT Greenprosa yang membantu pemanfaatan sampah organik untuk budidaya maggot dan PT BIJ (Bayumas Investama Jaya) yang membantu dalam pemanfaatan sampah plastik menjadi paving block plastic.
“Kalo di TPA BLE sendiri itu ada 3 bangunan satu itu yang dibangun oleh pemerintah, satu dari PT Greenprosa untuk pemanfaatan sampah organik dan satu lagi dari PT BIJ untuk pemanfaatan sampah plastik. Disini ya kolaborasi berjalan dengan tujuan sama yaitu jangan menyisakan satu pun sampah. Kalo pun ada sampah ya dengan cara terakhir dimusnahkan menggunakan mesin pirolisis” ujar Petugas TPA BLE.
Akhmad Kurniawan selaku ketua tim berharap bahwa dengan adanya observasi ke TPA BLE mendapatkan data secara riil sesuai dengan fakta lapangan dan tidak hanya mengandalkan satu sumber data saja. Pelaksanaan observasi sebagai bentuk triangulasi data yang diharapkan menghasilkan suatu data yang faktual, akurat dan kredibel. Selain itu, observasi ini juga sebagai bahan belajar kami sebagai tim peneliti yang berasal dari Jogja untuk bisa dijadikan riset lanjutan untuk membantu Jogja lepas dari keadaan darurat sampah. “Kami berharap bahwa dengan adanya observasi ini membantu mendapatkan data yang lebih banyak dan kompetibel sesuai dengan kebutuhan riset serta nantinya bisa kami ajak audiensi dengan pihak pemerintah Jogja untuk belajar pengelolaan sampah dari Banyumas,” ujar Akhmad.
