Rudi Bagong, Mimpi Besar Seniman Lukis

Akhsani Taqwim
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Konten dari Pengguna
27 Desember 2022 14:34 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Akhsani Taqwim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Setiap dari kita pasti memiliki cita-cita ataupun mimpi besar untuk menentukan akan jadi apa kita nantinya kelak di masa yang akan datang. Beberapa orang meyakini, bahwa menjadi pilot, dokter, guru, ataupun polisi akan terbilang sukses di mata masyarakat. Namun, berbeda sekali dengan cita-cita Rudi Bagong.
ADVERTISEMENT
Berbekal dengan hobi sekaligus bakat, Rudi atau biasa dipanggil Bagong, memulai melukis sejak awal masuk dunia pendidikan. Sejak awal tahun 1990, Rudi memulai karirnya dengan mengikuti komunitas seni rupa. Tak lama mengikuti komunitas seni rupa, Rudi mengikuti exhibition atau pameran seni yang diselenggarakan di kota Malang.
Masuk di Insitut Seni Indonesia jurusan Seni Rupa, Rudi merasa tak nyaman karena intensitas melukisnya berkurang. Hal itu mengakibatkannya hanya menjalankan kuliah selama 3 semester. Kemudian, memilih untuk pindah ke Bali demi mengasah bakat dan menemui banyak seniman lukis yang lainnya.
"Di Bali komunitasnya lebih besar dan lebih berkualitas, banyak pelukis dengan berbagai konsep lukisan. Dan juga orang-orang dari berbagai negara banyak yang datang untuk mengapresiasi karya di sana," ucapnya
Lukisan Rudi Bagong. (dokumen pribadi)
Abstract Impressionisme adalah konsep yang Rudi bawa pada lukisannya. Dengan konsep yang beliau bawa, Rudi merilis pameran tunggalnya dengan judul "Bienalle Art" yang diselenggarakan di Kuta, Bali pada tahun 2008.
Pembuatan mural Rudi Bagong. (Koleksi : Rudi Bagong)
Selain melukis beliau pernah bekerja sama untuk membuat mural di Art Space in Legian, Denpasar, Bali.
ADVERTISEMENT
"Pekerjaan saya ya hanya seputar ada panggilan terus datang dan melukis, pokoknya saya jarang diam, tiap hari pengennya ngelukis terus" tambahnya.
Lukisan-lukisan yang dimasukkan di pameran biasanya berkisar 35 juta - 75 juta. Jumlah yang lumayan fantastis untuk seorang pelukis. Bahkan beliau mengakui bahwa lukisannya pernah dibeli oleh Sir Alex Fergusson atau manajer bola legendaris Manchaster United hingga mantan pembalap F1 Michael Schummacher.
Setelah kesuksesannya di Bali, Rudi memilih untuk pindah ke Kotagede, Yogyakarta pada tahun 2019. Sampai saat ini masih aktif melukis, namun hanya menunggu pesanan dari pembelinya, dia menjual lukisannya dengan cara dimasukkan ke media sosial.