Cerita Acne Fighter, Melawan Insecurity dengan Mencintai Diri Sendiri

Undergraduate Student, at Padjadjaran University.
Konten dari Pengguna
16 Mei 2021 18:32
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Akmalia Azzahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Cerita Acne Fighter, Melawan Insecurity dengan Mencintai Diri Sendiri (9385)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mencintai Diri Sendiri atau Self Love. Source: Unsplash
ADVERTISEMENT
“Sejak aku jerawatan, aku tuh malu ke luar rumah sampe selalu pake masker ke mana-mana karena takut orang ngatain muka aku.”
ADVERTISEMENT
Begitulah pengakuan Syafira Alifia Ramadhani seorang mahasiswa sekaligus Acne Fighter yang mengalami insecurity. Baginya, menjadi seorang Acne Fighter bukan suatu hal yang mudah, perlu adaptasi, dan proses panjang untuk menerimanya.
Memiliki wajah yang mulus, bersih, dan sehat, tentu dambaan bagi para kaum hawa. Berkaca dari realitas, tak semua orang diberikan wajah sesuai dengan keinginan dan harapannya. Mereka yang tak menerima kondisi wajahnya acapkali melakukan berbagai tindakan untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Tak ada yang salah dengan itu, tapi alangkah lebih baiknya bila kita bisa menerima diri kita apa adanya.
Perempuan yang akrab disapa Fira ini mengaku, ketika pertama kali mendapati wajahnya berjerawat perasaannya biasa saja, karena tepat pada saat itu pertama kalinya pula ia mengalami datang bulan. Mulanya jerawat tersebut hanya tumbuh ketika ia sedang alami datang bulan saja, namun sudah dua tahun belakangan ini jerawat tersebut tak kunjung pergi.
ADVERTISEMENT
“Jadi tuh di waktu yang bersamaan ada satu jerawat kempes tapi juga tumbuh satu jerawat baru dan itu berlangsung terus-menerus kayak gitu, jujur aku down banget awalnya,” ujar Fira.
Jerawat yang datang dan pergi silih berganti sempat mengikis kepercayaan dirinya. Tak jarang ia memilih untuk menjadi orang yang tertutup hanya karena tak ingin mendengar perkataan orang lain yang kerap menyudutkannya.
Sulitnya Menerima Kenyataan
Menerima kenyataan tak semudah menerima katakanlah parsel lebaran. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa menerima kenyataan atas diri kita sendiri. Tak hanya waktu, tapi tenaga, pikiran serta support dari orang lain juga menjadi faktor yang bisa mengukur sulit mudahnya kita dalam menerima kenyataan.
“Bahkan aku sampe minder kalo dateng ke acara keluarga, soalnya aku pernah ditanya kenapa mukanya jadi begitu, padahal aku kan enggak minta ini terjadi,” ujar Fira.
ADVERTISEMENT
Fira mengaku bahwa perlakuan dan kata-kata tertentu justru semakin membuatnya down dan semakin insecure, terutama ketika perlakuan itu datang dari keluarganya sendiri. Ia tak pernah mengharapkan hal ini terjadi di hidupnya, ia hanya berusaha menjalani apa yang sedang terjadi saat ini.
Sebagian orang mungkin masih memandang sebelah mata masalah jerawat ini. Kita tak pernah tahu isi hati dan pikiran orang lain, sebab kondisi masing-masing orang tentu saja berbeda. Bagi orang-orang dengan perasaan sensitif, boleh jadi kata-kata yang kita anggap sepele ternyata menyinggung perasaannya. Oleh karenanya, kita tak bisa asal melontarkan kata-kata, terutama bila itu berpotensi menyinggung perasaan seseorang.
Meskipun begitu, ia tetap bersyukur sebab masih ada orang-orang sekitar yang mendukungnya seperti sahabat dan keluarga inti. Tanpa dukungan dan peran dari mereka, ia mengaku tak akan kuat menghadapi kondisi seperti saat ini. Hanya saja tak semua orang bisa memahami kondisinya.
ADVERTISEMENT
Fase jatuh bangun telah dilewati Fira selama menjadi Acne Fighter ini. Tangis air mata seolah tak pernah absen dari kehidupannya. Pun tak luput dari perasaan insecure dan overthinking yang telah menghantuinya selama ini.
“Aku juga sempet ada di fase kalo ngaca tuh nangis karena liat kondisi muka ku yang nggak sembuh-sembuh ini dan ujung-ujungnya aku nyalahin keadaan” tambahnya.
Berdamai dengan Diri Sendiri
Lambat laun, ia sadar bahwa menyalahkan keadaan tak membuat perubahan yang berarti dalam hidupnya. Menyalahkan keadaan justru hanya membuat kita semakin dalam masuk ke jurang keterpurukan. Tak ada hal indah yang akan datang bila kita terus-menerus berada di titik yang sama.
Menurutnya, kesadaran tersebut lah yang membawa hidupnya menuju ke arah yang lebih baik. Membutuhkan kurang lebih 6 bulan lamanya untuk ia bangkit dari hidup yang sebelumnya dipenuhi rasa insecure dan overthinking.
ADVERTISEMENT
Bingung, lelah, dan penat adalah tiga kata yang bisa menggambarkan dirinya ketika begitu banyak saran dari orang lain yang menghampirinya. Bukan berarti saran orang lain salah, tapi satu yang harus kita tahu bahwa tak semua saran orang lain sejalan dengan permasalahan yang kita hadapi. Pun tak semua orang mengerti akan permasalahan yang kita jalani, sehingga kita tak bisa serta merta menelan semua saran yang diberikan orang lain.
“Aku sering banget dikasih saran buat pake produk macem-macem, cuma karena terlalu banyak yang kasih saran aku jadi bingung dan lebih milih untuk cari sendiri aja,” tambah Fira.
Baginya mencari sendiri solusi dari permasalahan merupakan kepuasan batin tersendiri. Membekali diri dengan pengetahuan menjadi titik awal perjalanannya untuk berdamai dengan dirinya sendiri.
ADVERTISEMENT
Usai melakukan research dengan banyak membaca jurnal dan artikel serta menonton video-video tentang jerawat dari dermatologis membuatnya semakin paham dan mengenal akan kondisi yang sedang ia hadapi saat ini. Pikiran dan suasana hati menjadi lebih tenang setelah ia paham akan tindakan yang harus ia lakukan.
Menurutnya, memikirkan perkataan orang lain hanya menjadi pemicu jerawat wajah semakin memburuk. Mencintai diri sendiri jadi jalan terbaik untuk keluar dari bayang-bayang insecure. Berusaha menerima dan mencintai diri sendiri bukan berarti kita pasrah. Mencintai diri sendiri artinya kita mengapresiasi atas apa yang kita miliki, berdamai dengan kekurangan dan kelebihan yang kita punya.
Meningkatkan kualitas diri dan bersyukur atas apa yang menghampiri dalam diri merupakan dua dari sekian banyak representasi dalam mencintai diri sendiri. Sama halnya mengejar target, mencintai diri sendiri juga harus diimbangi dengan usaha dan doa karena keseluruhan elemen ini saling topang satu sama lain.
ADVERTISEMENT
“Intinya ya semakin kita pikirin kata-kata orang lain, semakin banyak pula jerawat tumbuh karena secara ga sadar kita itu stress, makanya start from now yuk terima dan cintai diri kita apa adanya!” pungkasnya. (AA)