Konten dari Pengguna

Dari Adab Anak kepada Ibu hingga Semangat Anak Muda Mengejar Surga

Aksara kumparan

Aksara kumparan

Kami menyeleksi user story terbaik setiap hari. Ayo buat story terbaikmu di kumparan!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aksara kumparan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

#UserStory pilihan hari ini. (Foto: Bagus Permadi)
zoom-in-whitePerbesar
#UserStory pilihan hari ini. (Foto: Bagus Permadi)

Tulisan dalam Aksara edisi kali ini mengingatkan kita kepada dua hal: ibu dan agama. Tentu, pesan kebaikan menjadi inti dari kedua tulisan. Namun, kebaikan yang ingin disampaikan dua tulisan ini bukanlah kebaikan yang berupa kata-kata saja, melainkan kebaikan yang benar-benar diterapkan di dunia nyata.

Jamil Azzaini memberikan tiga hal yang bisa kita lakukan untuk memuliakan ibu. Sementara Erick menyebutkan dan membahas berbagai kegiatan anak muda dalam menjalankan agama Islam. Berikut sedikit pembahasan untuk kedua User Story tersebut.

1. Adab Anak kepada Ibu

embed from external kumparan

Bahagia atau tidaknya kehidupan kalian, sangat tergantung dengan bagaimana caranya kalian memperlakukan ibu. Banyak atau sedikitnya rezeki yang Allah SWT berikan kepada kalian sangat tergantung kepada besar atau kecilnya pengorbanan kalian kepada ibu.

Untuk itu, ada tiga kata kunci untuk memuliakan ibu: 'rendahkanlah', 'bersegeralah', dan 'ringankanlah'. Rendahkanlah suara saat sedang berbicara dengan ibu kalian; ketika ibu kalian meminta tolong sesuatu, segeralah kerjakan; dan jangan pernah biarkan ibu kalian membawa sesuatu yang lebih berat dari kalian.

2. Para Pemuda Perindu Surga

embed from external kumparan

Ada banyak komunitas dakwah anak-anak muda. Mulai dari ODOJ (one day one juz), hijabers yang fenomenal, teras dakwah, pemuda hijrah, pejuang subuh, santridelik, pejuang mahar, bersih-bersih masjid, komunitas film islami, hingga rohis-rohis masjid dengan berbagai aktivitas unik.

Semangat mereka, anak-anak muda itu adalah harapan kita. Ayo ikut naik ke dalam lokomotif dan gerbong-gerbong mereka. Mereka adalah para pemuda yang merindukan surga.