Pencarian populer

Kota Tua di Australia, Nilai Tukar Rupiah, hingga Motivasi Berkarya

Sacred Heart Cathedral yang terletak di Bendigo, Victoria, Australia. (Foto: Anggi Kusumadewi)

Aksara edisi kali ini memuat tiga user story menarik yang membahas berbagai topik. Mulai dari cerita tentang pengalaman di kota tua Bendigo, pemahaman terkait nilai tukar rupiah, hingga motivasi berkarya dari animator kelas dunia. Simak ulasan singkatnya.

1. Mati Waktu di Bendigo

Anggi Kusumadewi melakukan perjalanan ke sebuah kota tua di barat laut Melbourne, Bendigo. Ia menceritakan, rumah-rumah di Bendigo tertata apik, laiknya pemandangan di kartu pos pada masa lampau. Bangunan-bangunan itu memang “disekap” sedemikian rupa agar terus seperti itu—dijaga keasliannya dari masa ke masa, begitu kira-kira kata Nicholas, mantan wartawan Australia yang kini banting setir jadi diplomat.

Zaman boleh berganti, bangunan autentik harus tegak berdiri. Itulah Bendigo.

Bendigo berdiri dari emas. Wilayah itu diserbu gelombang imigran dari seluruh dunia pada 1850-an, ketika emas ditemukan di tanahnya. Dalam setahun, demam emas (gold rush) menyulap area peternakan domba di sana menjadi permukiman besar dalam Koloni Victoria—cikal bakal Persemakmuran Australia yang berakar dari Britania Raya.

Simak kisah selengkapnya, termasuk cerita Anggi menjelajahi sejumlah destinasi wisata di sana.

2. Memahami Volatilitas Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS

Rupiah menunjukkan penguatan yang signifikan terhitung sejak 3 Desember 2018, setelah lima bulan (Juni-Oktober) terus menerus keok melawan Dolar. Sinyal penguatan Rupiah sudah dimulai sejak 31 Oktober 2018. Sejauh ini, nilai tukar rupiah sudah menguat 7,6 persen terhitung sejak peak point di Oktober 2018 sampai dengan 11 Januari 2019.

Nilai kurs Rupiah bahkan paling menonjol di antara mata uang Asia lainnya dan kemungkinan besar nilai Rupiah akan terus terapresiasi di kuarter pertama 2019.

Ada dua faktor termasuk eksternal dan internal yang patut dicermati menyebabkan volatilitas Rupiah terhadap Dolar. Simak selengkapnya.

3. Past, Future, and Beyond

Wahyu Ichwandardi (@pinot) dan istrinya, Dita W. Ichwandardi (@ditut), adalah sosok yang amat dikagumi oleh Rachmadin Ismail. Baginya, mereka adalah inspirasi dalam berkarya. Bukan lewat nasihat berat atau kata-kata motivasi pada umumnya, tapi lewat tindakan sederhana.

Ia kagum dengan cara Pinot, sang animator kelas dunia, dalam membangun kultur berkarya di dalam keluarga. Sebagai seorang ayah yang bekerja di media yang sedikit banyak berhubungan dengan produksi konten kreatif, Rachmadin merasa kehidupannya itu beririsan dengan apa yang dilakukan Pinot.

Dari sekian banyak hal positif tentang Pinot dan Ditut, ada dua hal yang hendak Rachmadin ulas. Pertama, soal sikap Pinot dan Ditut dalam memotivasi keluarga hingga followers-nya dalam berkarya. Kedua, sikap positif Pinot dan Ditut dalam melibatkan anak-anaknya dalam berkarya. Simak selengkapnya.

Baca terus Aksara edisi lainnya.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: